29 C
Manado
Selasa, 20 Oktober 2020

Petani-Nelayan Apresiasi Gerakan OD-SK

MANADOPOST.ID—Setiap minggunya telah dijadwalkan direct call ekspor Manado-Tokyo (Narita). Hal tersebut memberikan dampak positif bagi masyarakat khususnya nelayan serta petani.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw (ODSK), terus berupaya menghadirkan terobosan agar produk dalam negeri bisa menjangkau berbagai negara, guna mendongkrak perekonomian Bumi Nyiur Melambai.

Produk perikanan dan pertanian saat ini sudahenjadi sebagai salah satu komoditas yang masih diburu oleh pasar internasional. Pada Rabu (7/10) malam kemarin, untuk ketiga kalinya kembali diekspor sehumlah komoditi seperti ikan dan bawang yang jumlahnya mencapai 14,28 ton.

Bahkan Sulut kini menjadi lokasi penitipan juga ekspor produk dari kawasan Indonesia Timur. Dalam ekspor semalam turut pula diikut sertakan ikan Tuna yang dari wilayah Ambon serta Makasar. Sesuai permintaan, dari Manado ada 10,48 Ton ikan Tuna, dan bawang sebesar 1,1 ton. Serta dari Ambon ada 3,5 ton ikan dan Makassar 0,3 ton ikan.

Dikatakan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Sulut Tinneke Adam, pihaknya rutin menggelar rapat dengan pelaku usaha perikanan. Hal tersebut kata Tinneke untuk saling menyampaikan tawaran apa saja yang nanti diminati pasar internasional. “Direct call ekspor ini sangat berdampak positif bagi pelaku usaha perikanan di Sulut. Karena ekonomi nelayan teroantau akan terus meningkat,” kata dia.

Lebih jauh disampakannya, jumlah eskpor dari Sulut khususnya komoditi perikanan, harus menyesuaikan permintaan pasar internasional. “Jadi kami menunggu berapa banyak permintaaan misalnya dari Jepang. Kami dalam setiap penerbangan tetap mengusulkan sampel perikanan lainnya, dengan harapan akan ada lagi jenis ikan yang diminati pasa Internasional,” jelas dia.

Terobosan ODSK ini dinilai merupakan langkah strategi dan maju. Dikatakan Pengamat Pemerintahan Dr Stefanus Sampe, adanya direct call ekspor menambah lagi peluang pasar Internasional melirik kekayaan alam di Sulut. “Dalam masa pandemi ini, strategi yang di terobos Pemerintah Provinsi Sulut lewat membuka penerbangan ekspor komoditi perikanan dan pertanian sangatlah tepat. Perekonomian masyarakat dipastikan bakal meningkat,” kata dia.

Sampe menyebut, dengan ekspor lewat jalur udara, komoditi pertanian nantinya akan membuka peluang juga sayur-sayuran andalan Sulut seperti dari daerah Modoinding dan Rurukan akan sampai di pasar internasional dengan kondisi fresh. “Tak hanya bawang yang bisa diekspor, nantinya bisa juga sayur-sayuran, karena dengan jalur udara, proses sampai ke  pasar international lebih cepat, karena kondisi fresh sangat diminati pasar international,” sebut Sampe.

Dia juga menilai, tak hanya untuk nelayan dan petani, adanya pembukaan airport ini akan membantu peningkatan penerbangan yang dibatasi selama masa pandemi. “Ini juga sangat membantu jumlah penerbangan, jika sebelumnya aktifitas penerbangan terhenti, kali ini bisa kbali bergairah walaupun belum bisa memuat passenger, tapi setidaknya sudah ada pemasulan lewat ekspor cargo,” tuturnya.

Akademisi Unsrat ini berharap ke depan, langkah pasti akan terus diambil Pemprov Sulut dalam memajukan perekonomian. “Apresiasi patut diberikan kepada pak gubernur dan wakil gubernur. Berkat sinergitas yang kuat dengan pemerintah pusat, masyarakt Sulut mulai merasakan dampak positifnya,” harap Sampe.

Di sisi lain, ucapan terima kasih atas gebrakan ODSK muncul langsung dari petani dan nelayan. Jopie Zeke salah satu Petani bawang di daerah Kabupaten Minahasa mengungkapkan apresiasinya. “Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah, terlebih pak Olly Dondokambey dan pak Steven Kandouw yang terus membuktikan kepedulian kepada petani. Ekspor bawang sangat membantu kami,” ungkapnya.

Dirinya berharap, ekspor bawang serta komoditi pertanian lain akan terus berkembang sehingga Sulut menjadi tujuan pengambilan rempah dari pasar internasional. “Sebagai petani harapan kami jika hasil tani kami bisa dikirim ke luar negeri. Pastinya perekonomian kami sebagai petani bakal meningkat,” harap pria 58 tahun ini.

Lain lagi dengan nelayan, salah satu nelayan di pesisir pantai Boulevard 3 Manado mengaku bangga atas jerih payah Pemprov Sulut dibawah komando ODSK dalam menjual produk perikanan hasil laut Sulut. “Rasa bangga kami sebagai nelayan kepada pemerintah. Karena suar lelah kami dalam mencari ikan mamou dijawab pemerintah dengan membuka peluang hasil tangkapan kami ke luar negeri,” ungkap Nusiman.

Dia menyebut kualitas perikanan di Laut Manado sangat layak dipasarkan hingga luar Indonesia. “Ikan yang kami tangkap selalu kualitasnya terbaik. Jadi jika dipasarkan di luar Indonesia, tidak akang diragukan, pasti akan disukai dan jadi ketagihan untuk diambil kembali,” sebut dia kepada Manado Post kemarin.(cw-01/gnr)

-

Artikel Terbaru

Gantikan Situmorang, Moningkey Resmi  Pimpin Polres Minahasa

MANADOPOST.ID--Tongkat kepemimpinan Kepolisian Resort (Polres) Minahasa kembali berpindah. Berdasarkan Surat Keputusan Kapolri Nomor 979/V/2020 tanggal 1 Mei 2020 tentang pemberhentian

Minahasa Masih Aman dari La Nina

MANADOPOST.ID--Cuaca ekstrim terus menerpa wilayah Kabupaten Minahasa. Menurut BMKG, diketahui cuaca ekstrim tersebut terjadi akibat fenomena alam La Nina yang membuat

Relaksasi Pajak Ditolak, Hasrat Punya `Mobil` Murah Buyar

MANADOPOST.ID—Rencana penghapusan pajak mobil baru akibat dampak Coronavirus Disease (Covid-19), buyar. Sempat disambut baik oleh masyarakat Sulut karena berkesempatan membeli mobil murah, nyatanya rencana ini ditolak Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Sudah Empat Tenaga Kontrak `Dieksekusi`

MANADOPOST.ID—Pjs Wali Kota Bitung Drs Edison Humiang MSi kembali menunjukkan ketegasannya dengan memberhentikan dua tenaga kontrak yang terbukti tidak netral dalam Pilkada.

Angka Kehamilan Naik

MANADOPOST.ID—Terhitung sejak Januari sampai dengan September 2020, angka kehamilan di Kabupaten Sangihe mengalami peningkatan.