30C
Manado
Kamis, 25 Februari 2021

Pelantikan OD-SK Diprediksi 12 Februari

MANADOPOST.ID-Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey dan Steven Kandouw (OD-SK), dipastikan dalam waktu dekat akan segera dilantik.

Hal ini disampaikan Kepala Biro Pemerintahan dan Otda Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut Jemmy Kumendong, Senin (8/2) kemarin. Pelantikan tersebut dibeberkan Kumendong, bakal dilakukan di Jakarta dengan menyesuaikan waktu Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

“Untuk gubernur dan wakil gubernur terpilih, dokumen persyaratan kelengkapan administratif telah disampaikan ke Presiden melalui Mendagri. Ketentuannya pelantikan gubernur/Wagub dilaksanakan oleh Presiden di Jakarta. Untuk urusan pelantikan yang mengatur adalah Kemendagri. Aturannya, dilantik oleh presiden dan pelaksanaan di Jakarta. Ya kita masih menunggu undangan dari pihak Kemendagri RI dan Sekretariat Negara (Sekneg), untuk pelaksanaan pelantikan,” ungkapnya.

Masa jabatan pasangan OD-SK pada periode pertama, bakal habis pada 12 Februari mendatang. Namun pelantikan periode kedua belum dipastikan akan dilakukan pada 12 Februari. Pasalnya Kumendong mengatakan belum ada undangan resmi yang pihaknya terima.

“Saya belum bisa memastikan apakah dilantik pada 12 Februari. Karena belum ada undangan resmi. Kita juga harus mengikuti jadwal presiden untuk pelantikannya. Yang pasti akan dilakukan secepatnya, dengan sistem pembatasan dan standar protokol kesehatan,” imbuhnya.

Sementara itu, Pakar Pemerintahan Dr Jhony Lengkong optimis, pelantikan tetap 12 Februari sesuai habisnya masa jabatan periode pertama.

“Pastilah pelantikan dilakukan tanggal 12 Februari. Karena sesuai ketentuan, masa jabatan mereka tidak bisa ditambah ataupun dikurangkan. Dan tidak mungkin akan mengalami penundaan pelantikan, karena jika itu terjadi akan ada kekosongan jabatan. Kan tidak elok, Pilkada berjalan baik, tidak ada gugatan, dan pelantikan ditunda,” ujarnya.

Lengkong juga menilai, jika pelantikan dilakukan tepat waktu, maka akan membuat penyelengaraan pemerintahan di daerah tetap berjalan normal.

“Untuk mekanisme pelantikan saya rasa sama saja. Mau dilakukan secara virtual bisa juga, dan jika dilakukan secara langsung bisa juga. Kan jika dilakukan langsung di Jakarta, otomatis hanya keluarga istri dan anak yang akan hadir. Pasti akan dilakukan dengan menggunakan protokol kesehatan secara ketat,” tandas akademisi Fispol Unsrat tersebut.(ewa/gnr)

Artikel Terbaru