27.4 C
Manado
Kamis, 7 Juli 2022

Pelayanan Faskes Dipastikan Sesuai Protap

MANADOPOST.ID—Masyarakat tidak perlu takut mengakses fasilitas kesehatan (Faskes) jika memang sudah sangat diperlukan. Pasalnya pelayanan Faskes, telah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) pencegahan dan penanganan Covid-19.

Saat dikonfirmasi, Senin (8/2) kemarin, Kepala Dinas Kesehatan Daerah Sulut dr Debie Kalalo mengatakan, jika SOP Faskes sudah sangat ketat.

“Semua tenaga medis dalam menangani pasien, semua menggunakan protap pencegahan Covid-19. Semua menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Dokter dan tenaga medis kita aman. Kita berupaya sepenuhnya melindungi masyarakat, dan juga tenaga kesehatan yang ada di Faskes. APD yang dipakai tim kesehatan di Faskes juga, sesuai SOP hanya sekali pakai. Langsung dimusnahkan. Jadi kita sudah sangat dibutuhkan, itu semua aman. Masyarakat juga bisa mengakses hotline yang telah kita siapkan jika ingin bertanya,” tuturnya.

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Sulut, Steaven Dandel mengatakan, di setiap Faskes ada protokol triase yang memisahkan antara layanan Covid-19 dan layanan umum. Itu ungkapnya, adalah tindakan yang selalu dilakukan di Rumah Sakit (RS) maupun di Faskes tingkat pertama.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Dan saat ini semua tenaga medis minimal memakai APD level dua. Baik diruang poli maupun di ruangan Unit Gawat Darurat (UGD). Jadi tindakan pengamanan dari tim kesehatan sudah cukup maksimal untuk mengantisipasi, adanya penularan dari clien, ke petugas kesehatan,” ungkapnya.

Yang menjadi kekhawatiran saat ini menurut Dandel, adalah bila terjadi penumpukan orang yang datang berobat di Faskes, sehingga terjadi interaksi antara pasien satu dan pasien lainnya.

“Itu kita tidak bisa duga, salah satunya adalah pasien Covid-19. Yang kemudian bisa menularkan ke orang lain. Itu kemudian makanya, protokol kesehatan yang dianjurkan, bila perlu mengakses layanan kesehatan, maka harus tetap menggunakan masker, jaga jarak diruang tunggu serta kedepan akan ada rekomendasi yang dikeluarkan gugus tugas adalah klinik flu.

Yang ditujukan bagi orang yang memiliki gejala flu agar memisahkan dengan keluhan lainnya. Harapannya dengan adanya pemisahan ini, maka kita dapat meminimalisir adanya kontak antara petugas kesehatan dengan pasien yang berpotensi menular dan sesama pasien,” beber Dandel.(ewa/gel)

MANADOPOST.ID—Masyarakat tidak perlu takut mengakses fasilitas kesehatan (Faskes) jika memang sudah sangat diperlukan. Pasalnya pelayanan Faskes, telah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) pencegahan dan penanganan Covid-19.

Saat dikonfirmasi, Senin (8/2) kemarin, Kepala Dinas Kesehatan Daerah Sulut dr Debie Kalalo mengatakan, jika SOP Faskes sudah sangat ketat.

“Semua tenaga medis dalam menangani pasien, semua menggunakan protap pencegahan Covid-19. Semua menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Dokter dan tenaga medis kita aman. Kita berupaya sepenuhnya melindungi masyarakat, dan juga tenaga kesehatan yang ada di Faskes. APD yang dipakai tim kesehatan di Faskes juga, sesuai SOP hanya sekali pakai. Langsung dimusnahkan. Jadi kita sudah sangat dibutuhkan, itu semua aman. Masyarakat juga bisa mengakses hotline yang telah kita siapkan jika ingin bertanya,” tuturnya.

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Sulut, Steaven Dandel mengatakan, di setiap Faskes ada protokol triase yang memisahkan antara layanan Covid-19 dan layanan umum. Itu ungkapnya, adalah tindakan yang selalu dilakukan di Rumah Sakit (RS) maupun di Faskes tingkat pertama.

“Dan saat ini semua tenaga medis minimal memakai APD level dua. Baik diruang poli maupun di ruangan Unit Gawat Darurat (UGD). Jadi tindakan pengamanan dari tim kesehatan sudah cukup maksimal untuk mengantisipasi, adanya penularan dari clien, ke petugas kesehatan,” ungkapnya.

Yang menjadi kekhawatiran saat ini menurut Dandel, adalah bila terjadi penumpukan orang yang datang berobat di Faskes, sehingga terjadi interaksi antara pasien satu dan pasien lainnya.

“Itu kita tidak bisa duga, salah satunya adalah pasien Covid-19. Yang kemudian bisa menularkan ke orang lain. Itu kemudian makanya, protokol kesehatan yang dianjurkan, bila perlu mengakses layanan kesehatan, maka harus tetap menggunakan masker, jaga jarak diruang tunggu serta kedepan akan ada rekomendasi yang dikeluarkan gugus tugas adalah klinik flu.

Yang ditujukan bagi orang yang memiliki gejala flu agar memisahkan dengan keluhan lainnya. Harapannya dengan adanya pemisahan ini, maka kita dapat meminimalisir adanya kontak antara petugas kesehatan dengan pasien yang berpotensi menular dan sesama pasien,” beber Dandel.(ewa/gel)

Most Read

Artikel Terbaru

/