alexametrics
30.4 C
Manado
Senin, 16 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

FKDM Dicuekin Kesbangpol Sulut, Kaloh: Saya Bingung Cara Kerja Kaban

MANADOPOST.ID- Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Provinsi Sulut, Fabian Kaloh menyoroti cara kerja Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulut.

Pasalnya, surat keputusan Gubernur Nomor 363 tentang Pembentukan FKDM Sulut sudah ditandatangani Gubernur sejak 9 November 2021, namun sampai saat ini pengurus FKDM belum menerima SK secara resmi dari Kantor Kesbang.

“FKDM seperti dicuekin oleh Badan Kesbangpol Sulut. Kami pengurus dan anggota FKDM bingung dengan cara kerja Kaban Kesbang. Sebab, sampai saat ini walau SK-nya sudah beredar, tapi sampai saat ini kami belum pernah menerima SK-nya secara resmi dari kantor Badan Kesbang,” kata FK, Rabu (9/2).

Politisi PDI Perjuangan ini menyesalkan sikap Kaban Kesbang yang terkesan terlalu sibuk dan kurang proaktif.

“Terkesan cuek dengan FKDM. Padahal FKDM itu mitra strategisnya Badan Kesbang,” sesalnya.

Diterangkannya, secara organisatoris tidak membawahi FKDM Kota/Kabupaten. Tapi fungsi koordinatif antar FKDM akan sangat membantu TUPOKSI Badan Kesbang dalam mengantisipasi gejolak sosial yang ada di seluruh wilayah Sulut.

“Kewaspadaan dini atau lebih tepat langkah tindak antisipatif akan sangat penting dan strategis daripada kita menjadi seperti pemadam kebakaran,” jelasnya.

Lebih jauh dikatakan personel Komisi 1 DPRD Sulut itu, masih lebih baik preventif-persuasif daripada represif-koeratif.

“Ini prinsip penting tugas kerja FKDM.
Berkoordinasi intensif dengan instansi-instansi dan organisasi yang paham persis tentang kewaspadaan dini,” ucapnya.

“Kami sudah berkoordinasi dengan beberapa FKDM kota/kabupaten, walau kami seperti dipandang sebelah mata oleh Badan Kesbangpol Sulut,” tutup FK. (ando)

MANADOPOST.ID- Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Provinsi Sulut, Fabian Kaloh menyoroti cara kerja Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulut.

Pasalnya, surat keputusan Gubernur Nomor 363 tentang Pembentukan FKDM Sulut sudah ditandatangani Gubernur sejak 9 November 2021, namun sampai saat ini pengurus FKDM belum menerima SK secara resmi dari Kantor Kesbang.

“FKDM seperti dicuekin oleh Badan Kesbangpol Sulut. Kami pengurus dan anggota FKDM bingung dengan cara kerja Kaban Kesbang. Sebab, sampai saat ini walau SK-nya sudah beredar, tapi sampai saat ini kami belum pernah menerima SK-nya secara resmi dari kantor Badan Kesbang,” kata FK, Rabu (9/2).

Politisi PDI Perjuangan ini menyesalkan sikap Kaban Kesbang yang terkesan terlalu sibuk dan kurang proaktif.

“Terkesan cuek dengan FKDM. Padahal FKDM itu mitra strategisnya Badan Kesbang,” sesalnya.

Diterangkannya, secara organisatoris tidak membawahi FKDM Kota/Kabupaten. Tapi fungsi koordinatif antar FKDM akan sangat membantu TUPOKSI Badan Kesbang dalam mengantisipasi gejolak sosial yang ada di seluruh wilayah Sulut.

“Kewaspadaan dini atau lebih tepat langkah tindak antisipatif akan sangat penting dan strategis daripada kita menjadi seperti pemadam kebakaran,” jelasnya.

Lebih jauh dikatakan personel Komisi 1 DPRD Sulut itu, masih lebih baik preventif-persuasif daripada represif-koeratif.

“Ini prinsip penting tugas kerja FKDM.
Berkoordinasi intensif dengan instansi-instansi dan organisasi yang paham persis tentang kewaspadaan dini,” ucapnya.

“Kami sudah berkoordinasi dengan beberapa FKDM kota/kabupaten, walau kami seperti dipandang sebelah mata oleh Badan Kesbangpol Sulut,” tutup FK. (ando)

Most Read

Artikel Terbaru

/