29.4 C
Manado
Sabtu, 13 Agustus 2022

Masih Ingat James Arthur Kojongian, Politikus Golkar yang Dipecat dari Pimpinan Dewan? Kini Pilih Jadi Nelayan

MANADOPOST.ID—Politikus Partai Golkar James Arthur Kojongian (JAK) sudah tiga bulan diberhentikan sebagai Wakil Ketua DPRD Sulut akibat terbukti melanggar sumpah dan janji serta etika anggota dewan.

JAK kemudian mengisi waktu luangnya dengan berbagai kegiatan. Beberapa waktu lalu dia mengaku menjadi petani. Dan sudah menjual kopra. Sabtu (8/5), JAK mengirimkan foto dalam Whatsapp Grup, dia sedang berada di tengah laut. Sambil memegang dua ekor ikan cakalang segar.

“Akhir pekan jadi nelayan,” tulisnya. Dia melanjutkan, “Bersyukur buat makan di rumah 1 minggu. Musti cari ikan di laut buat makan istri dan anak di rumah,” tulis JAK. “Maklum gaji tiga bulan belum diterima,” lanjutnya.

Memang Sekretariat DPRD Sulut belum membayarkan tiga bulan gaji JAK. Ini bukan tanpa alasan. Setwan berpegang pada putusan paripurna yang sudah memberhentikan JAK sebagai Wakil Ketua DPRD, sesuai tahapan yang sudah dilalui Badan Kehormatan atas kasus yang menimpa legislator dapil Minsel-Mitra itu.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Beberapa langkah sudah dilakukan Setwan, termasuk dengan kemungkinan membayar gaji JAK dalam kapasitasnya sebagai anggota DPRD. Tapi Partai Golkar tak memberikan posisi JAK dalam AKD. Karena belum mengakui putusan DPRD terkait pemberhentian JAK dari pimpinan DPRD.(*)

MANADOPOST.ID—Politikus Partai Golkar James Arthur Kojongian (JAK) sudah tiga bulan diberhentikan sebagai Wakil Ketua DPRD Sulut akibat terbukti melanggar sumpah dan janji serta etika anggota dewan.

JAK kemudian mengisi waktu luangnya dengan berbagai kegiatan. Beberapa waktu lalu dia mengaku menjadi petani. Dan sudah menjual kopra. Sabtu (8/5), JAK mengirimkan foto dalam Whatsapp Grup, dia sedang berada di tengah laut. Sambil memegang dua ekor ikan cakalang segar.

“Akhir pekan jadi nelayan,” tulisnya. Dia melanjutkan, “Bersyukur buat makan di rumah 1 minggu. Musti cari ikan di laut buat makan istri dan anak di rumah,” tulis JAK. “Maklum gaji tiga bulan belum diterima,” lanjutnya.

Memang Sekretariat DPRD Sulut belum membayarkan tiga bulan gaji JAK. Ini bukan tanpa alasan. Setwan berpegang pada putusan paripurna yang sudah memberhentikan JAK sebagai Wakil Ketua DPRD, sesuai tahapan yang sudah dilalui Badan Kehormatan atas kasus yang menimpa legislator dapil Minsel-Mitra itu.

Beberapa langkah sudah dilakukan Setwan, termasuk dengan kemungkinan membayar gaji JAK dalam kapasitasnya sebagai anggota DPRD. Tapi Partai Golkar tak memberikan posisi JAK dalam AKD. Karena belum mengakui putusan DPRD terkait pemberhentian JAK dari pimpinan DPRD.(*)

Most Read

Artikel Terbaru

/