29.9 C
Manado
Jumat, 7 Mei 2021
spot_img

Sulut Doakan Pemulihan NTT

MANADOPOST.ID—Dukungan dan doa untuk pemulihan korban bencana akibat siklon tropik Seroja di Nusa Tenggara Timur (NTT), terus mengalir. Tak terkecuali dari warga Sulawesi Utara.

Terpantau di beberapa titik lampu merah di Manado, sejumlah komunitas menggalang dana untuk membantu meringankan beban para korban bencana banjir dan longsor. Selain itu, banyak juga warga bumi Nyiur Melambai yang menyalurkan bantuan lewat situs donasi yang digalang selebritis tanah air.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo kemarin (9/4) mengunjungi Lembata dan Adonara, NTT. Kunjungan kerja ini untuk melihat lokasi pengungsian. Jokowi menyatakan bahwa ada lokasi bencana yang akan direlokasi.

Jokowi dalam kunjungannya di Desa Amakaka, Lembata, menuturkan bahwa korban bencana di NTT hingga kemarin siang ada 163 orang meninggal dan 45 orang hilang. Dia meminta seluruh pihak untum bekerja ekstra menemukan mereka yang masih hilang. “Kalau dilihat di lapanhan, memang keadaannya bebatuan dan menyulitkan alay berat,” ungkapnya.

Selanjutnya, Jokowi meminta agar pengungsian menjadi perhatian. Terutama terkait dengan logistik. Di Adonara, dia mengatakan agar pengungsian tetap menerapkan protokol kesehatan. “Harus tetap memakai masker agar Covid-19 tidak menyebar,” ucapnya.

Selanjutnya, Jokowi menyatakan bahwa ada beberapa wilayah akan direlokasi. Baik di Lembata maupun Adonara akan disiapkan tempat baru. Namun, ini menunggu dari ijin masyarakat dan ketersediaan lahan yang disediakan oleh pemerintah daerah. “Yang jelas PUPR siap membangun secepatnya,” ucap mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Ketua Satgas Penanganan Bencana Kementerian PUPR Widiarto mengatakan, Kementerian PUPR akan terus melakukan koordinasi dengan intansi terkait, seperti Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB), Pemerintah Daerah, termasuk Kementerian ATR/BPN untuk mematangkan data permukiman warga terdampak.

Ia mengungkapkan bahwa Menteri PUPR Basuki Hadimuljono telah memerintahkan untuk mendata rumah-rumah karena beberapa pemukiman terlihat harus dilakukan relokasi total. “Rumah-rumah nanti kita bantu dengan RISHA (Rumah Instan Sederhana Sehat), karena kita sudah ada knock down RISHA,” ujar Widiarto.

Selain itu, Widiarto menambahkan Kementerian PUPR juga terus melakukan penanganan tanggap darurat di Kabupaten Lembata dengan mengerahkan alat berat untuk membantu proses evakuasi, pembersihan puing-puing, dan membuka jalur terdampak longsor.

Secara umum penanganan tanggap darurat bencana yang dilakukan Kementerian PUPR dilakukan dengan inventarisasi kerusakan, pemasangan tanda bahaya pada lokasi longsor di badan jalan, pembersihan lumpur badan jalan nasional di Pulau Lembata, dan dukungan sarana prasarana dasar.

Tercatat alat berat yang sudah beroperasi di lokasi banjir bandang sebanyak 15 unit Excavator, 15 unit Dump Truck, 1 unit grader, 1 unit loader.

Kemudian juga disalurkan Mobil Tangki Air 4 unit dan Hidran Umum 6 unit untuk pemenuhan kebutuhan air bersih, juga tambahan sebanyak 5 unit Mobil Tangki Air dan 10 unit Hidran Umum saat ini dalam perjalanan dari Kupang.(jpg/tan)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru