27.4 C
Manado
Senin, 4 Juli 2022

Lusa, Jokowi Resmikan Bandara Balirangen Siau

MANADOPOST.ID—Peresmian Bandara Balirangen di Kepulauan Siau yang rencananya diresmikan hari ini, ditunda. Kepala Dinas Perhubungan Sulawesi Utara (Sulut) Lynda Watania mengatakan, Bandara Balirangen akan diresmikan secara virtual oleh Presiden Joko Widodo pada Kamis (12/11), lusa.

Bandara ini adalah bandara keempat di wilayah kepulauan Sulut. “Rencananya Selasa esok, tapi ditunda. Karena Pak Presiden Jokowi akan ke Toraja, meresmikan bandara di sana pada Kamis nanti, beserta enam bandara lain. Termasuk Bandara Balirangen, secara virtual,” kata Lynda kepada Manado Post, Senin (9/11).

Diketahui, Bandara Balirangen di Pulau Siau mulai dibangun 2013 dan rampung 2019. Dengan dana APBN sekitar Rp 440 miliar. Bandara ini memiliki landasan pacu sepanjang 1.325 meter dan lebar 30 meter. Luas terminal sekitar 600 meter persegi dan dapat menampung 17.000 penumpang setiap tahun.

Berdasarkan hasil uji coba terbang oleh Kementerian Perhubungan dengan pesawat King Air 350i PK-CAQ, 28 Oktober lalu, penerbangan Manado-Siau dapat ditempuh tidak sampai 30 menit. Waktu tempuh ini jauh lebih cepat atau hanya seperenam jarak tempuh dengan kapal cepat. Lynda belum bisa menyebut harga tiket pesawat jika dibandingkan dengan harga tiket kapal cepat kelas ekonomi, Rp 170.000-Rp 220.000 per orang.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Kalau sudah diresmikan, artinya siap beroperasi. Memang belum ada penerbangan yang terjadwal karena kami harus menunggu surat keputusan dari kementerian. Sudah ada beberapa maskapai yang mengajukan permohonan membuka trayek kargo,” kata Lynda.

Pemangkasan waktu yang signifikan ini adalah kabar baik bagi transportasi kargo, terutama perikanan. Menurut Lynda, pemerintah provinsi mendorong Bandara Balirangen segera diresmikan agar produk-produk perikanan dan kelautan dari Sitaro dapat memenuhi kuota ekspor langsung sebesar 25 ton ke Jepang melalui penerbangan kargo.

Pemangkasan signifikan waktu tempuh ke Manado pun dapat menjaga kualitas hasil laut yang dikirim, terutama ikan tuna. Konektivitas dan peluang bisnis yang dibuka dari adanya jalur ekspor langsung ke Jepang dari Bandara Sam Ratulangi di Manado diyakini dapat memaksimalkan nilai guna dari Bandara Balirangen.

“Selama ini kami memenuhi kuota itu dengan mendatangkan muatan dari Maluku, Maluku Utara, Gorontalo, dan lain-lain. Tinggal menambah dari Sulut saja, salah satunya dari Sitaro, yang difasilitasi Bandara Balirangen,” ujar Lynda.(cw-01/gel)

MANADOPOST.ID—Peresmian Bandara Balirangen di Kepulauan Siau yang rencananya diresmikan hari ini, ditunda. Kepala Dinas Perhubungan Sulawesi Utara (Sulut) Lynda Watania mengatakan, Bandara Balirangen akan diresmikan secara virtual oleh Presiden Joko Widodo pada Kamis (12/11), lusa.

Bandara ini adalah bandara keempat di wilayah kepulauan Sulut. “Rencananya Selasa esok, tapi ditunda. Karena Pak Presiden Jokowi akan ke Toraja, meresmikan bandara di sana pada Kamis nanti, beserta enam bandara lain. Termasuk Bandara Balirangen, secara virtual,” kata Lynda kepada Manado Post, Senin (9/11).

Diketahui, Bandara Balirangen di Pulau Siau mulai dibangun 2013 dan rampung 2019. Dengan dana APBN sekitar Rp 440 miliar. Bandara ini memiliki landasan pacu sepanjang 1.325 meter dan lebar 30 meter. Luas terminal sekitar 600 meter persegi dan dapat menampung 17.000 penumpang setiap tahun.

Berdasarkan hasil uji coba terbang oleh Kementerian Perhubungan dengan pesawat King Air 350i PK-CAQ, 28 Oktober lalu, penerbangan Manado-Siau dapat ditempuh tidak sampai 30 menit. Waktu tempuh ini jauh lebih cepat atau hanya seperenam jarak tempuh dengan kapal cepat. Lynda belum bisa menyebut harga tiket pesawat jika dibandingkan dengan harga tiket kapal cepat kelas ekonomi, Rp 170.000-Rp 220.000 per orang.

“Kalau sudah diresmikan, artinya siap beroperasi. Memang belum ada penerbangan yang terjadwal karena kami harus menunggu surat keputusan dari kementerian. Sudah ada beberapa maskapai yang mengajukan permohonan membuka trayek kargo,” kata Lynda.

Pemangkasan waktu yang signifikan ini adalah kabar baik bagi transportasi kargo, terutama perikanan. Menurut Lynda, pemerintah provinsi mendorong Bandara Balirangen segera diresmikan agar produk-produk perikanan dan kelautan dari Sitaro dapat memenuhi kuota ekspor langsung sebesar 25 ton ke Jepang melalui penerbangan kargo.

Pemangkasan signifikan waktu tempuh ke Manado pun dapat menjaga kualitas hasil laut yang dikirim, terutama ikan tuna. Konektivitas dan peluang bisnis yang dibuka dari adanya jalur ekspor langsung ke Jepang dari Bandara Sam Ratulangi di Manado diyakini dapat memaksimalkan nilai guna dari Bandara Balirangen.

“Selama ini kami memenuhi kuota itu dengan mendatangkan muatan dari Maluku, Maluku Utara, Gorontalo, dan lain-lain. Tinggal menambah dari Sulut saja, salah satunya dari Sitaro, yang difasilitasi Bandara Balirangen,” ujar Lynda.(cw-01/gel)

Most Read

Artikel Terbaru

/