26.4 C
Manado
Rabu, 10 Agustus 2022

Dukung Daging Babi Sulut Diekspor, Ini Penjelasan Wagub Kandouw

MANADOPOST.ID—Peraturan Daerah terkait RPJMD 2021-2026 sudah ditetapkan DPRD Sulawesi Utara, Selasa (10/8). Sejumlah catatan langsung ditindaklanjuti Pemprov Sulut, dalam hal ini Wagub Drs Steven Kandouw yang hadir langsung dalam paripurna tersebut.

Ada hal menarik yang ditanggapi Kandouw di sela sambutan. Yakni mengenai peluang ekspor daging hewan babi, yang jadi permintaan legislator Cindy Wurangian. Pemprov kata Kandouw sangat mendukung hal tersebut.

Diakuinya, daging hewan babi salah satu komoditi yang masuk dalam kategori komoditas ekspor. Hanya saja untuk Sulawesi Utara diakui Kandouw, belum bisa bergerak banyak karena terhalang dengan regulasi.

”Mudah-mudahan hambatan regulasi kalau tidak salah sudah hampir satu dekade jadi hambatan hewan babi diekspor dalam jangka waktu dekat teratasi. Karena memang demand untuk daging hewan babi sangat tinggi di daerah lain. Alangkah tidak baiknya kalau kita tidak optimalkan,” tukas Kandouw.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Sebelumnya Wurangian menyatakan terkait pengembangan di bidang peternakan, khususnya jenis produk, dia berpendapat peternakan produk lokal harus dikembangkan.

“Tujuannya untuk meningkatkan pendapatan ekonomi bagi masyarakat, dengan didukung pembentukan perda yang mengatur perdagangan antar provinsi. Misalnya,  peternakan babi yang populasinya cukup besar di Sulut. Daging babi di Sulut tidak bisa dijual ke provinsi Indonesia, kami berharap agar dapat dibuat regulasi yang mengatur tentang itu. Seperti yang ada di Provinsi Bali,” jelasnya, sembari memberi catatan, produksi babi Sulut berdasarkan hasil penelitian Balai Karantina Sulut tidak terkontaminasi penyakit ASF yang mematikan.(gel)

 

MANADOPOST.ID—Peraturan Daerah terkait RPJMD 2021-2026 sudah ditetapkan DPRD Sulawesi Utara, Selasa (10/8). Sejumlah catatan langsung ditindaklanjuti Pemprov Sulut, dalam hal ini Wagub Drs Steven Kandouw yang hadir langsung dalam paripurna tersebut.

Ada hal menarik yang ditanggapi Kandouw di sela sambutan. Yakni mengenai peluang ekspor daging hewan babi, yang jadi permintaan legislator Cindy Wurangian. Pemprov kata Kandouw sangat mendukung hal tersebut.

Diakuinya, daging hewan babi salah satu komoditi yang masuk dalam kategori komoditas ekspor. Hanya saja untuk Sulawesi Utara diakui Kandouw, belum bisa bergerak banyak karena terhalang dengan regulasi.

”Mudah-mudahan hambatan regulasi kalau tidak salah sudah hampir satu dekade jadi hambatan hewan babi diekspor dalam jangka waktu dekat teratasi. Karena memang demand untuk daging hewan babi sangat tinggi di daerah lain. Alangkah tidak baiknya kalau kita tidak optimalkan,” tukas Kandouw.

Sebelumnya Wurangian menyatakan terkait pengembangan di bidang peternakan, khususnya jenis produk, dia berpendapat peternakan produk lokal harus dikembangkan.

“Tujuannya untuk meningkatkan pendapatan ekonomi bagi masyarakat, dengan didukung pembentukan perda yang mengatur perdagangan antar provinsi. Misalnya,  peternakan babi yang populasinya cukup besar di Sulut. Daging babi di Sulut tidak bisa dijual ke provinsi Indonesia, kami berharap agar dapat dibuat regulasi yang mengatur tentang itu. Seperti yang ada di Provinsi Bali,” jelasnya, sembari memberi catatan, produksi babi Sulut berdasarkan hasil penelitian Balai Karantina Sulut tidak terkontaminasi penyakit ASF yang mematikan.(gel)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/