32.4 C
Manado
Rabu, 17 Agustus 2022

Sarannya Masuk RPJMD, Ada Soal Ternak Babi, Cindy Wurangian: Salut OD-SK

MANADOPOST.ID—Legislator DPRD Provinsi Sulawesi Utara Cindy Wurangian mengapresiasi Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw (OD-SK). Setelah masukannya dalam RPJMD 2021-2026 diakomodir.

“Salut untuk OD-SK. Terbukti tidak memandang warna. Masukan saya diakomodir pansus (ketua pansus) dan dijawab langsung Pak Wagub. Kami menunggu implementasi dari visi misi yang begitu hebat,” ujar politikus Golkar ini, usai paripurna penetapan RPJMD, Selasa (10/8).

Diuraikan Wurangian, ada tiga poin yang menjadi masukannya untuk pansus RPJMD. Di antaranya mengenai KEK Bitung dan KEK pariwisata Likupang. “Kami mengapresiasi visi Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut menjadikan Provinsi Sulut pintu gerbang Indonesia ke Asia Pasifik. Itu ditunjang dengan pembangunan Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado serta pelabuhan internasional Bitung sebagai Super Hub. Diharapkan ini terwujud dalam pembangunan daerah. Terkait KEK Bitung dan di Likupang, kami berharap pembangunan dan pengembangan selaras, sehingga jika ditunjang dengan konektivitas Super Hub yang begitu luas dari dalam dan luar negeri, berdampak pada pertumbuhan perekonomian Sulut,” urainya.

Sinergitas dengan pemerintah pusat untuk memberikan perhatian serta dukungan anggaran, kata Wurangian, harus dilakukan. Karena ini menjadi bagian dari salah satu instrumen mewujudkan Sulawesi Utara sebagai pintu gerbang Indonesia ke Asia Pasifik.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Selanjutnya terkait pengembangan di bidang peternakan, khususnya jenis produk, dia berpendapat peternakan produk lokal harus dikembangkan.

“Tujuannya untuk meningkatkan pendapatan ekonomi bagi masyarakat, dengan didukung pembentukan perda yang mengatur perdagangan antar provinsi. Misalnya,  peternakan babi yang populasinya cukup besar di Sulut. Daging babi di Sulut tidak bisa dijual ke provinsi Indonesia, kami berharap agar dapat dibuat regulasi yang mengatur tentang itu. Seperti yang ada di Provinsi Bali,” tukasnya, sembari memberi catatan, produksi babi Sulut berdasarkan hasil penelitian Balai Karantina Sulut tidak terkontaminasi penyakit ASF yang mematikan.(gel)

MANADOPOST.ID—Legislator DPRD Provinsi Sulawesi Utara Cindy Wurangian mengapresiasi Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw (OD-SK). Setelah masukannya dalam RPJMD 2021-2026 diakomodir.

“Salut untuk OD-SK. Terbukti tidak memandang warna. Masukan saya diakomodir pansus (ketua pansus) dan dijawab langsung Pak Wagub. Kami menunggu implementasi dari visi misi yang begitu hebat,” ujar politikus Golkar ini, usai paripurna penetapan RPJMD, Selasa (10/8).

Diuraikan Wurangian, ada tiga poin yang menjadi masukannya untuk pansus RPJMD. Di antaranya mengenai KEK Bitung dan KEK pariwisata Likupang. “Kami mengapresiasi visi Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut menjadikan Provinsi Sulut pintu gerbang Indonesia ke Asia Pasifik. Itu ditunjang dengan pembangunan Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado serta pelabuhan internasional Bitung sebagai Super Hub. Diharapkan ini terwujud dalam pembangunan daerah. Terkait KEK Bitung dan di Likupang, kami berharap pembangunan dan pengembangan selaras, sehingga jika ditunjang dengan konektivitas Super Hub yang begitu luas dari dalam dan luar negeri, berdampak pada pertumbuhan perekonomian Sulut,” urainya.

Sinergitas dengan pemerintah pusat untuk memberikan perhatian serta dukungan anggaran, kata Wurangian, harus dilakukan. Karena ini menjadi bagian dari salah satu instrumen mewujudkan Sulawesi Utara sebagai pintu gerbang Indonesia ke Asia Pasifik.

Selanjutnya terkait pengembangan di bidang peternakan, khususnya jenis produk, dia berpendapat peternakan produk lokal harus dikembangkan.

“Tujuannya untuk meningkatkan pendapatan ekonomi bagi masyarakat, dengan didukung pembentukan perda yang mengatur perdagangan antar provinsi. Misalnya,  peternakan babi yang populasinya cukup besar di Sulut. Daging babi di Sulut tidak bisa dijual ke provinsi Indonesia, kami berharap agar dapat dibuat regulasi yang mengatur tentang itu. Seperti yang ada di Provinsi Bali,” tukasnya, sembari memberi catatan, produksi babi Sulut berdasarkan hasil penelitian Balai Karantina Sulut tidak terkontaminasi penyakit ASF yang mematikan.(gel)

Most Read

Artikel Terbaru

/