24.4 C
Manado
Kamis, 7 Juli 2022

Marak Kasus Bullying di Sulawesi Utara, Hillary Lasut Komentar Begini

MANADOPOST.ID – Anggota Komisi I DPR- RI sekaligus Ketua Dewan Pembina DPW Garnita Malahayati Sulut, Hillary Brigita Lasut SH LLM angkat bicara mengenai maraknya kasus bullying yang terjadi di Sulawesi Utara, Sabtu (12/6/2021).

“Bullying sepertinya sudah menjamur di kalangan anak sekolah. Baik antar teman, kakak kelas dan adik kelas, bahkan guru sekalipun tidak terlepas dari perilaku bullying ini. Bullying ini terjadi karena ada kesenjangan power atau kekuatan antara pelaku dan korbannya,” ujarnya.

Hillary menegaskan bahwa fenomena bullying ini harus menjadi perhatian bersama, mengingat dampaknya bagi korban.

“Hal ini tentu perlu menjadi perhatian khusus mengingat dengan adanya fenomena tersebut yang marak terjadi di Indonesia khususnya di Sulawesi Utara, yang tentu dapat berdampak untuk kondisi pisikis korban. Apalagi mengingat hampir sebagian besar korban bullying ini masih tergolong kalangan anak-anak menjelang remaja yang justru seharusnya mendapatkan sosial support dari orang tua, lingkungan sekolah maupun lingkungan pergaulannya. Ini demi mendapatkan produktivitas kehidupan yang baik dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” jelasnya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Menurutnya, kasus-kasus tersebut bukan hanya sekedar ditanggulangi melainkan juga harus dilakukan upaya pencegahan.

“Oleh sebab itu pihak Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) juga harus fokus dalam menyikapi fenomena tersebut. Sehingga bukan hanya sekedar menanggulangi kasus-kasus fenomena bullying yang terjadi khususnya di daerah Sulawesi Utara, melainkan juga harus melakukan upaya pencegahan secara terstruktur dari kota hingga ke pelosok daerah. Yang tentunya dengan cara bekerjasama dengan pihak terkait mulai dari orang tua, sekolah dan masyarakat (organisasi pemuda, organisasi keagamaan, institusi pendidikan) sehingga ke depan fenomena tersebut dapat di deteksi sejak dini dan dapat di lakukan upaya pencegahan melalui pemahaman edukasi tentang bagaimana kehidupan bersosial masyarakat yang baik hingga fungsi control yang juga di lakukan oleh orang tua, sekolah maupun masyarakat dalam lingkungan aktivitas sehari-hari,” tambahnya. (ctr-03/can)

MANADOPOST.ID – Anggota Komisi I DPR- RI sekaligus Ketua Dewan Pembina DPW Garnita Malahayati Sulut, Hillary Brigita Lasut SH LLM angkat bicara mengenai maraknya kasus bullying yang terjadi di Sulawesi Utara, Sabtu (12/6/2021).

“Bullying sepertinya sudah menjamur di kalangan anak sekolah. Baik antar teman, kakak kelas dan adik kelas, bahkan guru sekalipun tidak terlepas dari perilaku bullying ini. Bullying ini terjadi karena ada kesenjangan power atau kekuatan antara pelaku dan korbannya,” ujarnya.

Hillary menegaskan bahwa fenomena bullying ini harus menjadi perhatian bersama, mengingat dampaknya bagi korban.

“Hal ini tentu perlu menjadi perhatian khusus mengingat dengan adanya fenomena tersebut yang marak terjadi di Indonesia khususnya di Sulawesi Utara, yang tentu dapat berdampak untuk kondisi pisikis korban. Apalagi mengingat hampir sebagian besar korban bullying ini masih tergolong kalangan anak-anak menjelang remaja yang justru seharusnya mendapatkan sosial support dari orang tua, lingkungan sekolah maupun lingkungan pergaulannya. Ini demi mendapatkan produktivitas kehidupan yang baik dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” jelasnya.

Menurutnya, kasus-kasus tersebut bukan hanya sekedar ditanggulangi melainkan juga harus dilakukan upaya pencegahan.

“Oleh sebab itu pihak Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) juga harus fokus dalam menyikapi fenomena tersebut. Sehingga bukan hanya sekedar menanggulangi kasus-kasus fenomena bullying yang terjadi khususnya di daerah Sulawesi Utara, melainkan juga harus melakukan upaya pencegahan secara terstruktur dari kota hingga ke pelosok daerah. Yang tentunya dengan cara bekerjasama dengan pihak terkait mulai dari orang tua, sekolah dan masyarakat (organisasi pemuda, organisasi keagamaan, institusi pendidikan) sehingga ke depan fenomena tersebut dapat di deteksi sejak dini dan dapat di lakukan upaya pencegahan melalui pemahaman edukasi tentang bagaimana kehidupan bersosial masyarakat yang baik hingga fungsi control yang juga di lakukan oleh orang tua, sekolah maupun masyarakat dalam lingkungan aktivitas sehari-hari,” tambahnya. (ctr-03/can)

Most Read

Artikel Terbaru

/