25.3 C
Manado
Jumat, 12 Agustus 2022

Pengelolaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah Penting Dibuat Payung Hukumnya

MANADOPOST.ID- Panitia Khusus (Pansus) DPRD Sulut pembahas Ranperda tentang Pengolahan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah Regional rapat perdana bersama stakeholder, Senin (11/7).

Ketua Pansus, Fabian Kaloh saat diwawancarai usai rapat mengatakan,
tempat pemrosesan akhir sampah Ini ternyata dianggap penting untuk dibuat payung hukumnya.

“Kan sudah MoU antara beberapa daerah seperti Minut, Bitung, Manado, Minahasa dan Tomohon. Lokasinya ada di Ilo-ilo Minut. Tapi bisa digunakan oleh beberapa daerah. Itu tujuannya,” ujarnya.

Dia menjelaskan, soal teknisnya akan diatur terkait prosedur pembuangan sampah dari rumah kemudian dibawa ke tempat pembuangan sampah regional.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Soal teknisnya akan diatur. Apakah mesti dipilah dulu dari sumbernya dari rumah, kelurahan, kecamatan, itu akan diatur,” tuturnya.

Ranperda ini rencana dipilah dari kota/kabupaten baru masuk ke TPA regional dan dikelolah.

“Jadi ada sistem sanitary landfill dan akan menghasilkan gas, kemudian sampah akan habis semua. Jika memungkinkan akan hasilkan RFC Listrik,” jelasnya.

Yang terpenting, lanjutnya adalah peraturan-peraturan yang menjadi payung hukum tentang pengelolaan sampah ini oleh 5 kabupaten/kota itu.

“Memang sudah ada kesepakatan, tapi harus diatur lebih kuat lagi. Sambil juga menurut laporan PUPR, sudah hampir rampung,” ucapnya.

“Nah, kalau sudah diatur dan kemudian dikatakan masuk ke TPA regional sudah harus dipilah, maka kabupaten/kota juga harus atur itu. Harus buat perdanya. Tapi setahu saya sudah ada. Kalau belum dipilah akan bayar kontribusi lebih,” tutupnya. (ando)

MANADOPOST.ID- Panitia Khusus (Pansus) DPRD Sulut pembahas Ranperda tentang Pengolahan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah Regional rapat perdana bersama stakeholder, Senin (11/7).

Ketua Pansus, Fabian Kaloh saat diwawancarai usai rapat mengatakan,
tempat pemrosesan akhir sampah Ini ternyata dianggap penting untuk dibuat payung hukumnya.

“Kan sudah MoU antara beberapa daerah seperti Minut, Bitung, Manado, Minahasa dan Tomohon. Lokasinya ada di Ilo-ilo Minut. Tapi bisa digunakan oleh beberapa daerah. Itu tujuannya,” ujarnya.

Dia menjelaskan, soal teknisnya akan diatur terkait prosedur pembuangan sampah dari rumah kemudian dibawa ke tempat pembuangan sampah regional.

“Soal teknisnya akan diatur. Apakah mesti dipilah dulu dari sumbernya dari rumah, kelurahan, kecamatan, itu akan diatur,” tuturnya.

Ranperda ini rencana dipilah dari kota/kabupaten baru masuk ke TPA regional dan dikelolah.

“Jadi ada sistem sanitary landfill dan akan menghasilkan gas, kemudian sampah akan habis semua. Jika memungkinkan akan hasilkan RFC Listrik,” jelasnya.

Yang terpenting, lanjutnya adalah peraturan-peraturan yang menjadi payung hukum tentang pengelolaan sampah ini oleh 5 kabupaten/kota itu.

“Memang sudah ada kesepakatan, tapi harus diatur lebih kuat lagi. Sambil juga menurut laporan PUPR, sudah hampir rampung,” ucapnya.

“Nah, kalau sudah diatur dan kemudian dikatakan masuk ke TPA regional sudah harus dipilah, maka kabupaten/kota juga harus atur itu. Harus buat perdanya. Tapi setahu saya sudah ada. Kalau belum dipilah akan bayar kontribusi lebih,” tutupnya. (ando)

Most Read

Artikel Terbaru

/