26.4 C
Manado
Wednesday, 5 October 2022

DPR RI Dorong Akses Kesehatan Global

MANADOPOST.ID—Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen DPR RI Vanda Sarundajang (F-PDIP), menghadiri consultative workshop yang diselanggarakan secara hybrid oleh ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA), Parlemen Cambodia dan Parliamentary Centre of Asia (PCAsia), dengan tema “The Role of Parliaments in Promoting Inclusive and Sustainable Responses to Health Emergencies: Case Studies on Effectiveness and Impediments in National COVID-19 Responses”.

Sebagai salah satu panelis dari workshop ini, legislator yang akrab disapa VaSung itu menyampaikan di pembukaan presentasinya kesehatan mental dan fisik merupakan hak asasi manusia, dimana negara mempunyai kewajiban untuk menghormati, memenuhi dan melindungi hak atas kesehatan rakyatnya, tanpa pembedaan apapun.

Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Sulawesi Utara tersebut juga menjabarkan pentingnya peran dan fungsi Parlemen dalam bidang legislasi, anggaran dan pengawasan untuk memastikan seluruh program pemerintah terkait COVID-19, termasuk Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), vaksin dan pelayanan medis bersifat inklusif dan tidak mengorbankan satu atau lebih dari pilar pembangunan berkelanjutan, yaitu ekonomi, sosial dan lingkungan.

Baca Juga:  Segera Daftar! Kompetisi Inovasi PLN Berhadiah 1 Miliar Ditutup Lima Hari Lagi

“Dalam mengintegrasikan prinsip kesetaraan, non-diskriminasi,
partisipasi di dalam aktivitas Parlemen, kita dapat melihat dan memastikan bahwa program-program terkait COVID-19 bermanfaat dan dapat diakses oleh seluruh masyarakat, termasuk yang rentan dan tinggal di daerah terpencil,” terangnya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Dalam penutupannya, Vanda menyampaikan Indonesia sangat berkomitmen untuk bekerja sama dengan negara lain, memperkuat sistem kesehatan global, termasuk melalui Dana Perantara Keuangan (Financial Intermediary Fund/FIF) yang didedikasikan untuk mengatasi kesenjangan pembiayaan untuk pencegahan, kesiapsiagaan, dan respons pandemi. Sehubungan dengan ini, BKSAP DPR RI akan terus berperan aktif untuk mendukung upaya pemerintah dalam menjalankan politik luar negeri.
Turut berpartisipasi dan berbagi informasi mengenai praktik terbaik dan juga tantangan- tantangan yang ada adalah: anggota parlemen dari negara-negara ASEAN lainnya seperti Malaysia, dan juga Civil Society Organizations (CSOs), yaitu Lokataru dan C4 Center.(gel)

Baca Juga:  ANTARA DESAKAN PENUNDAAN DAN DEMOKRASI KONSTITUSIONAL DALAM PELAKSANAAN PILKADA DI MASA PANDEMI COVID-19

MANADOPOST.ID—Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen DPR RI Vanda Sarundajang (F-PDIP), menghadiri consultative workshop yang diselanggarakan secara hybrid oleh ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA), Parlemen Cambodia dan Parliamentary Centre of Asia (PCAsia), dengan tema “The Role of Parliaments in Promoting Inclusive and Sustainable Responses to Health Emergencies: Case Studies on Effectiveness and Impediments in National COVID-19 Responses”.

Sebagai salah satu panelis dari workshop ini, legislator yang akrab disapa VaSung itu menyampaikan di pembukaan presentasinya kesehatan mental dan fisik merupakan hak asasi manusia, dimana negara mempunyai kewajiban untuk menghormati, memenuhi dan melindungi hak atas kesehatan rakyatnya, tanpa pembedaan apapun.

Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Sulawesi Utara tersebut juga menjabarkan pentingnya peran dan fungsi Parlemen dalam bidang legislasi, anggaran dan pengawasan untuk memastikan seluruh program pemerintah terkait COVID-19, termasuk Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), vaksin dan pelayanan medis bersifat inklusif dan tidak mengorbankan satu atau lebih dari pilar pembangunan berkelanjutan, yaitu ekonomi, sosial dan lingkungan.

Baca Juga:  ANTARA DESAKAN PENUNDAAN DAN DEMOKRASI KONSTITUSIONAL DALAM PELAKSANAAN PILKADA DI MASA PANDEMI COVID-19

“Dalam mengintegrasikan prinsip kesetaraan, non-diskriminasi,
partisipasi di dalam aktivitas Parlemen, kita dapat melihat dan memastikan bahwa program-program terkait COVID-19 bermanfaat dan dapat diakses oleh seluruh masyarakat, termasuk yang rentan dan tinggal di daerah terpencil,” terangnya.

Dalam penutupannya, Vanda menyampaikan Indonesia sangat berkomitmen untuk bekerja sama dengan negara lain, memperkuat sistem kesehatan global, termasuk melalui Dana Perantara Keuangan (Financial Intermediary Fund/FIF) yang didedikasikan untuk mengatasi kesenjangan pembiayaan untuk pencegahan, kesiapsiagaan, dan respons pandemi. Sehubungan dengan ini, BKSAP DPR RI akan terus berperan aktif untuk mendukung upaya pemerintah dalam menjalankan politik luar negeri.
Turut berpartisipasi dan berbagi informasi mengenai praktik terbaik dan juga tantangan- tantangan yang ada adalah: anggota parlemen dari negara-negara ASEAN lainnya seperti Malaysia, dan juga Civil Society Organizations (CSOs), yaitu Lokataru dan C4 Center.(gel)

Baca Juga:  Ini Warning FPG Soal Listrik dan Sembako Jelang Natal dan Tahun Baru

Most Read

Artikel Terbaru

/