alexametrics
24.4 C
Manado
Kamis, 26 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

BWSS I Seriusi Penuntasan Banjir Manado

MANADOPOST.ID—Penanganan permasalahan banjir yang terus terjadi di Kota Manado menjadi prioritas dari Balai Wilayah Sungai Sulawesi I (BWSS I). Kepala BWSS I, I Komang Sudana saat ditemui Manado Post (13/4) mengungkapkan bahwa melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Manado saat ini sementara direncanakan Pembangunan Kolam Retensi atau Embung yang berlokasi dibelakang Sekolah Polisi Negara (SPN) Karombasan untuk mengatasi banjir yang masuk di Sungai Sario.

“Sudah dilakukan desain dan minggu kemarin Pak Walikota bersama kami melakukan peninjauan di lokasi,” kata Sudana.

Meski demikian, dalam tahap pembangunannya, menurut Sudana hal ini masih terkendala pada lahan. “Dibutuhkan 10 hektar, tetapi yang tersedia baru sekitar 4-5 hektar karena sudah banyak bangunan. Jadi harus dipastikan dulu luasannya itu dan harus di Larap dulu hingga dapat didata ini milik siapa, luasnya berapa. Untuk itu perlu komitmen penyediaan lahannya dari Pemerintah Daerah,” terang Sudana.

Disebutkan pula jika lahan tersebut disediakan oleh Pemkot dan anggaran turun dari pusat, bahkan lokasi ini bisa jadi objek wisata baru. “Ditata sebagai ruang publik sehingga warga Kota Manado bisa berkunjung disitu,” jelas Sudana.

Menanggapi hal tersebut Florensia B, warga masyarakat yang tinggal di kompleks Stadion Klabat yang rumahnya merupakan langganan banjir menyambut gembira kabar tersebut dan meminta gerak cepat dari Pemkot agar masalah banjir di kawasan tersebut dapat tuntas.

“Sekarang hujan keras sedikit saja, pasti banjir pa torang. Pak Walikota semoga cepat wujudkan daerah bebas banjir di kompleks kami. Karena itu janji kampanye dan semoga ini kolam pencegah banjir segera direalisasikan oleh Kementerian PUPR,” ungkap Florensia.

Terkait rencana program lainnya dalam mengatasi banjir Manado, Sudana pun mengungkapkan akan dilakukan pengangkatan sedimen di Sungai Tikala dan Sungai Tondano.

“Ini dilaksanakan oleh Satker OP dan Satker PJSA dan akan dilakukan berkolaborasi dengan Dinas PUPR dan Lingkungan Hidup Kota Manado. Jadi sudah ditentukan titik-titiknya dan dari kita yang angkat, kemudian mereka (Pemkot) yang angkut. Lokasi pembuangan sudah ditentukan oleh Pemkot Manado,” tambah Sudana.

Sementara itu, terkait program Pembangunan Bangunan Pengendali Banjir di Sungai Tikala, Tondano dan Sario disebutkan pula bahwa saat ini sementara proses penetapan lokasi (Penlok) pembebasan lahan.

“Sementara sedang berjalan pembangunan di Sungai Tondano secara bertahap dari tahun sebelumnya. Tetapi dari sisi lahannya sementara dalam tahap Penlok dan akan dilakukan evaluasi dengan Asisten 2 Provinsi bersama panitia Penlok untuk dilakukan Penlok dalam waktu dekat,” tutup Sudana (Divo Lambris)

MANADOPOST.ID—Penanganan permasalahan banjir yang terus terjadi di Kota Manado menjadi prioritas dari Balai Wilayah Sungai Sulawesi I (BWSS I). Kepala BWSS I, I Komang Sudana saat ditemui Manado Post (13/4) mengungkapkan bahwa melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Manado saat ini sementara direncanakan Pembangunan Kolam Retensi atau Embung yang berlokasi dibelakang Sekolah Polisi Negara (SPN) Karombasan untuk mengatasi banjir yang masuk di Sungai Sario.

“Sudah dilakukan desain dan minggu kemarin Pak Walikota bersama kami melakukan peninjauan di lokasi,” kata Sudana.

Meski demikian, dalam tahap pembangunannya, menurut Sudana hal ini masih terkendala pada lahan. “Dibutuhkan 10 hektar, tetapi yang tersedia baru sekitar 4-5 hektar karena sudah banyak bangunan. Jadi harus dipastikan dulu luasannya itu dan harus di Larap dulu hingga dapat didata ini milik siapa, luasnya berapa. Untuk itu perlu komitmen penyediaan lahannya dari Pemerintah Daerah,” terang Sudana.

Disebutkan pula jika lahan tersebut disediakan oleh Pemkot dan anggaran turun dari pusat, bahkan lokasi ini bisa jadi objek wisata baru. “Ditata sebagai ruang publik sehingga warga Kota Manado bisa berkunjung disitu,” jelas Sudana.

Menanggapi hal tersebut Florensia B, warga masyarakat yang tinggal di kompleks Stadion Klabat yang rumahnya merupakan langganan banjir menyambut gembira kabar tersebut dan meminta gerak cepat dari Pemkot agar masalah banjir di kawasan tersebut dapat tuntas.

“Sekarang hujan keras sedikit saja, pasti banjir pa torang. Pak Walikota semoga cepat wujudkan daerah bebas banjir di kompleks kami. Karena itu janji kampanye dan semoga ini kolam pencegah banjir segera direalisasikan oleh Kementerian PUPR,” ungkap Florensia.

Terkait rencana program lainnya dalam mengatasi banjir Manado, Sudana pun mengungkapkan akan dilakukan pengangkatan sedimen di Sungai Tikala dan Sungai Tondano.

“Ini dilaksanakan oleh Satker OP dan Satker PJSA dan akan dilakukan berkolaborasi dengan Dinas PUPR dan Lingkungan Hidup Kota Manado. Jadi sudah ditentukan titik-titiknya dan dari kita yang angkat, kemudian mereka (Pemkot) yang angkut. Lokasi pembuangan sudah ditentukan oleh Pemkot Manado,” tambah Sudana.

Sementara itu, terkait program Pembangunan Bangunan Pengendali Banjir di Sungai Tikala, Tondano dan Sario disebutkan pula bahwa saat ini sementara proses penetapan lokasi (Penlok) pembebasan lahan.

“Sementara sedang berjalan pembangunan di Sungai Tondano secara bertahap dari tahun sebelumnya. Tetapi dari sisi lahannya sementara dalam tahap Penlok dan akan dilakukan evaluasi dengan Asisten 2 Provinsi bersama panitia Penlok untuk dilakukan Penlok dalam waktu dekat,” tutup Sudana (Divo Lambris)

Most Read

Artikel Terbaru

/