26.4 C
Manado
Rabu, 10 Agustus 2022

Survei LSI, OD-SK Unggul Jauh dari 2 Kandidat Lain

MANADOPOST.ID- Hasil survei KCI dan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Network, bakal calon gubernur Sulut Olly Dondokambey-Steven Kandouw (OD-SK), unggul jauh dari dua kandidat lain yakni Christiany Eugenia Paruntu-Sehan Salim Landjar (CEP-Sehan) dan Vonnie Anneke Panambunan – Pdt Hendry Runtuwene (VAP-HR).

Peneliti LSI Ikrama menuturkan, hasil temuan dan analasis survei, tiga bulan jelang Pilgub Sulut, kekuatan para kandidat di enam kantong pemilih penting sebelum masa kampanye tercatat OD-SK unggul 68,1 persen. Sementara CEP-Sehan 16,9 persen dan VAP-HR 7,2 persen.

Enam kantong pemilih penting ini antara lain, kantong suara pemilih emak-emak, Protestan, Muslim, Millenial, terpelajar, dan tiga etnis besar (Minahasa, Sangihe, Bolaang-Mongondow).

“Jika kita mau berikan skor dari enam kantong besar suara, skornya adalah OD-SK unggul 6:0. Dimana OD-SK unggul disemua segmen kantong pemilih penting dibanding para penantang. Keperkasaan OD didongrak dari tingkat approval rating atas pemerintahan OD-SK,” kata Ikrama, saat konferensi pers di Aston Hotel Manado, Minggu (13/9).

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Mengapa OD-SK unggul di enam kantong suara? “Berdasarkan survei sebanyak 90,8 persen orang kenal OD dan sebanyak 90,1 persen orang suka OD, dan sebanyak 72,7 persen orang kenal SK dan 84,6 orang suka SK. Kemudian tingkat kepuasan kerja diatas 80 persen. OD unggul disemua aspek kepribadian, dimana OD dipersepsikan sebagai pribadi pintar, berwibawa, mampu mengambil keputusan, menyenangkan dan lain-lain,” terang Ikrama.

Lanjutnya, tersisa tiga bulan menuju pencoblosan. Di masa masa kampanye, para kandidat berpeluang untuk menarik simpati dan dukungan pemilih yang belum menentukan pilihan. Di masa kampanye pun katanya, bisa terjadi dinamika dukungan para kandidat. Namun jika tidak terjadi suatu kejadian luar biasa lanjutnya, dukungan petahana tidak akan berubah signifikan.

“Dukungan terhadap para penantang, masih berpotensi naik jika ada strategi yang tepat. Namun mungkin hanya terjadi dibeberapa segmen tertentu saja, dan tak akan berpengaruh signifikan ke kenaikan dukungan menyeluruh para penantang,” ucapnya.

Katanya, kandidat penantang dikatakan bisa mengimbangi atau menyaingi petahan jika ada narasi yang kuat, ada langkah-langkah teknis campaign dan varian programnya. “Memang dengan kondisi pandemi Covid-19 varian program menjadi terbatas karena tidak ada kampanye besar dan lain sebagainya. Tapi saya pikir, jika penantang bisa meningkatkan elektablitasnya bisa jadi kaya pemodelan yah di Indonesia, bahwa dalam konteks yang terbatas ini bisa mendongkrak tapi ini saya belum tahu karena yang bisa menjawab adalah dua pasang penantang,” ujarnya.

Pihaknya berpikir, bagi-bagi masker dan lain sebagainya itu juga harus diukur karena pemilih bukan soal sosial saja. Misalnya, pemilih di Sulut ada satu juta dan yang dapat masker ada berapa. Bantuan program dan lain sebagainya yang dilakukan penantang bisa diperuntungkan tinggal sejauh mana kekuatan itu dikolaborasikan oleh para penantang.

“Survei pilkada ini akan ada lagi satu atau dua kali survei dan akan kami publis tentu dinamikanya akan berubah, mungkin akan dijadwalkan pada bulan Oktober atau November,” tukasnya. (Lina Pendong)I

MANADOPOST.ID- Hasil survei KCI dan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Network, bakal calon gubernur Sulut Olly Dondokambey-Steven Kandouw (OD-SK), unggul jauh dari dua kandidat lain yakni Christiany Eugenia Paruntu-Sehan Salim Landjar (CEP-Sehan) dan Vonnie Anneke Panambunan – Pdt Hendry Runtuwene (VAP-HR).

Peneliti LSI Ikrama menuturkan, hasil temuan dan analasis survei, tiga bulan jelang Pilgub Sulut, kekuatan para kandidat di enam kantong pemilih penting sebelum masa kampanye tercatat OD-SK unggul 68,1 persen. Sementara CEP-Sehan 16,9 persen dan VAP-HR 7,2 persen.

Enam kantong pemilih penting ini antara lain, kantong suara pemilih emak-emak, Protestan, Muslim, Millenial, terpelajar, dan tiga etnis besar (Minahasa, Sangihe, Bolaang-Mongondow).

“Jika kita mau berikan skor dari enam kantong besar suara, skornya adalah OD-SK unggul 6:0. Dimana OD-SK unggul disemua segmen kantong pemilih penting dibanding para penantang. Keperkasaan OD didongrak dari tingkat approval rating atas pemerintahan OD-SK,” kata Ikrama, saat konferensi pers di Aston Hotel Manado, Minggu (13/9).

Mengapa OD-SK unggul di enam kantong suara? “Berdasarkan survei sebanyak 90,8 persen orang kenal OD dan sebanyak 90,1 persen orang suka OD, dan sebanyak 72,7 persen orang kenal SK dan 84,6 orang suka SK. Kemudian tingkat kepuasan kerja diatas 80 persen. OD unggul disemua aspek kepribadian, dimana OD dipersepsikan sebagai pribadi pintar, berwibawa, mampu mengambil keputusan, menyenangkan dan lain-lain,” terang Ikrama.

Lanjutnya, tersisa tiga bulan menuju pencoblosan. Di masa masa kampanye, para kandidat berpeluang untuk menarik simpati dan dukungan pemilih yang belum menentukan pilihan. Di masa kampanye pun katanya, bisa terjadi dinamika dukungan para kandidat. Namun jika tidak terjadi suatu kejadian luar biasa lanjutnya, dukungan petahana tidak akan berubah signifikan.

“Dukungan terhadap para penantang, masih berpotensi naik jika ada strategi yang tepat. Namun mungkin hanya terjadi dibeberapa segmen tertentu saja, dan tak akan berpengaruh signifikan ke kenaikan dukungan menyeluruh para penantang,” ucapnya.

Katanya, kandidat penantang dikatakan bisa mengimbangi atau menyaingi petahan jika ada narasi yang kuat, ada langkah-langkah teknis campaign dan varian programnya. “Memang dengan kondisi pandemi Covid-19 varian program menjadi terbatas karena tidak ada kampanye besar dan lain sebagainya. Tapi saya pikir, jika penantang bisa meningkatkan elektablitasnya bisa jadi kaya pemodelan yah di Indonesia, bahwa dalam konteks yang terbatas ini bisa mendongkrak tapi ini saya belum tahu karena yang bisa menjawab adalah dua pasang penantang,” ujarnya.

Pihaknya berpikir, bagi-bagi masker dan lain sebagainya itu juga harus diukur karena pemilih bukan soal sosial saja. Misalnya, pemilih di Sulut ada satu juta dan yang dapat masker ada berapa. Bantuan program dan lain sebagainya yang dilakukan penantang bisa diperuntungkan tinggal sejauh mana kekuatan itu dikolaborasikan oleh para penantang.

“Survei pilkada ini akan ada lagi satu atau dua kali survei dan akan kami publis tentu dinamikanya akan berubah, mungkin akan dijadwalkan pada bulan Oktober atau November,” tukasnya. (Lina Pendong)I

Most Read

Artikel Terbaru

/