25 C
Manado
Sabtu, 15 Mei 2021
spot_img

Pemprov Punya Aplikasi SIAP

MANADOPOST.ID—Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) mulai melakukan sosialisasi aplikasi Sistem Informasi Administrasi Persediaan (SIAP) kepada seluruh jajaran.

Saat diwawancarai koran ini, Asisten III Bidang Administrasi Umum Pemprov Sulut Gammy Kawatu, mengapresiasi aplikasi SIAP yang berpedoman pada Permendagri 19/2016. “Sistem ini akan mengubah kita dalam menjalankan tugas-tugas menjadi lebih sederhana dan lebih baik,” tuturnya.

Kawatu mengatakan, ada berbagai alasan melatarbelakangi hadirnya aplikasi SIAP di Pemprov Sulut. “Mulai dari LHP BPK RI atas Sistem Pengendalian Internal 02.B.LHP/XIX.MND/05/2020 tanggal 8 Mei 2020, yang mana ditemukan pengelolaan persediaan belum tertib, sehingga BPK RI merekomendasikan kepada Pemprov Sulut, khususnya pengelola barang, untuk menyusun, menetapkan dan kembali mensosialisasikan Standar Operasional Prosedur tentang penatausahaan persediaan,” ujarnya.

Selain itu juga, menurut Kawatu, karena belum adanya format baku dalam pelaporan barang oleh perangkat daerah di lingkungan Pemprov Sulut, sehingga data yang dihasilkan tidak seragam.

Terkait rekomendasi BPK, maka telah ditetapkan standar operasional dan prosedur barang persediaan, yang ditujukan kepada pengguna barang dan kuasa pengguna barang di lingkungan Pemprov Sulut.

“Secara umum aplikasi SIAP ini disiapkan untuk memudahkan proses penatausahaan persediaan, khususnya untuk memudahkan pelaporan barang persediaan agar lebih optimal dan meminimalisir kesalahan,” terangnya.

Dengan aplikasi SIAP, pelaporan barang persediaan dilakukan secara periodik dengan menggunakan metode sistematis first in first out (FIFO), dengan pengujian nilai sisa persediaan menggunakan nilai terkahir.

“Ya sebagaimana telah dikeluarkan edaran 900/21.1958/Sekr-BKAD tanggal 24 Maret 2021 yang lalu, seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemprov Sulut diharuskan menggunakan aplikasi SIAP dalam penatausahaan persediaan. Karena itu, pelaksanaan sosialisasi ini kemudian patut dimanfaatkan dengan baik, untuk memahami secara utuh penggunaan maupun pengoperasian aplikasi SIAP, agar nantinya aplikasi SIAP akan mempermudah proses rekonsiliasi dan penatausahaan BMD,” tutupnya. (ewa/gel)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru