28 C
Manado
Minggu, 16 Mei 2021
spot_img

Siswa Kejuruan Diuji Keahlian

MANADOPOST.ID—Ujian Kompetensi Keahlian (UKK) bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Selasa (13/4) kemarin, mulai bergulir. UKK tersebut untuk tahun pelajaran 2020/2021 di 15 kabupaten/kota.

Saat diwawancarai koran ini usai membuka UKK, Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw mengatakan dirinya salut dan bangga kepada seluruh penyelenggara dan stakeholder pendidikan yang telah melaksanakan uji kompetensi keahlian.

Menurut Kandouw, pemerintah pusat menjadi road map dalam mengunderline dan memberikan perhatian khusus kepada pendidikan vokasi atau pendidikan tinggi yang menunjang pada penguasaan keahlian terapan tertentu.

“Diasumsikan pendidikan vokasi ini adalah jalan pintas untuk kita menghasilkan anak-anak bangsa yang terdidik, ahli dan cakap dalam segala aspek,” terangnya.

Kandouw mengatakan, dalam pendidikan vokasi ini tercipta mekanisme rekrutmen Sumber Daya Manusia (SDM) Sulut yang praktis, singkat dan mumpuni.

“Hari ini (kemarin, Red), ujian kompetensi keahlian ini tentu saja tujuannya adalah agar anak-anak kita dapat mendapat suatu gelar atau status sebagai suatu SDM yang siap pakai, selain itu juga tidak menutup kemungkinan untuk dapat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Ya menurut hemat saya dengan road map dari Gubernur Sulut Olly Dondokambey untuk tahun ini dan tahun-tahun selanjutnya akan terus meningkatkan SDM kita,” jelasnya.

Kandouw mengatakan, semua pihak mengendorse agar supaya dunia pendidikan ini lebih mantap serta mampu untuk bersaing dengan daerah-daerah lain. Lebih jauh, Kandouw berpesan kepada anak-anak yang akan mengikuti uji kompetensi keahlian untuk tetap semangat dalam melaksanakan uji kompetensi ini.

“Tetap semangat dan tataplah masa depan dengan cerah, seperti ada ungkapan banyak jalan ke Roma! Termasuk untuk mencapai eksistensi masa depan kita melalui pendidikan vokasi yang sekarang ini sangat diandalkan di negara kita ini,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Sulut Grace Punuh menjelaskan pelaksanaan ujian kompetensi didasarkan pada pedoman penyelenggaraan UKK SMK tahun 2021.

“Keahlian yang di uji kompetensikan meliputi bidang keahlian teknik konstruksi, komputer jaringan dan radio, keperawatan sosial, seni, kehutanan, perikanan dan niaga, bisnis, teknik listrik, pertambangan dan alat berat industri dan mekatronika,” bebernya.

Punuh juga menuturkan, kompetensi keahlian sudah melalui tahap verifikasi satuan dinas pendidikan yang menghasilkan SMK yang sangat layak, layak dan tidak layak sebagai penyelenggara UKK.

“Di Sulut ada 9 SMK telah melaksanakan LSP 1, 2 dan 3 dan sistem sertifikasi mitra Industri Dunia Usaha (IDUKA) yang lain masih mengunakan mandiri. Dan berdasarkan hasil verifikasi ditetapkan SMK penyelenggara UKK 2020 adalah Jumlah SMK Negeri 89 Sekolah, SMK Swasta 96 sekolah.

Jumlah kompetensi keahlian sebanyak 672. Jumlah SMK hasil verifikasi yang melaksanakan mandiri 169 SMK dan SMK hasil verifikasi yang tidak layak dan bergabung sebanyak 20 SMK,” kuncinya.(Baladewa/gel)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru