alexametrics
24.4 C
Manado
Selasa, 17 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

PDIP Didik Kader Agar Lebih Militan dan Berkualitas, Dimulai dari DPC Manado

MANADOPOST.ID- Kegiatan pendidikan dilakukan oleh PDI Perjuangan Sulut. Jumat, (13/5) dimulai dari DPC Kota Manado yang dibuka langsung oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Sulut, Olly Dondokambey di markas DPD.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Manado, dr Richard Sualang dalam penyampaian laporannya mengatakan bahwa kegiatan pendidikan kader yang dilaksanakan oleh DPC Manado akan berlangsung selama 2 hari.

“Untuk materi kelas yaitu Jumat-Sabtu (13-14). Dan selanjutnya peserta akan mengikuti tugas dan pendidikan lapangan selama 1 bulan,” ujar Sualang

Lebih jauh diterangkan Wakil Wali Kota Manado ini, peserta yang mengikuti kegiatan pendidikan kader saat ini untuk gelombang pertama adalah 70 orang. Dan selanjutnya akan diagendakan kegiatan gelombang kedua.

“Kegiatan gelombang pertama ini diikuti oleh peserta yang terdiri dari unsur DPC partai, fraksi DPRD, perwakilan PAC, serta perwakilan badan dan sayap partai yang terlebih dahulu diseleksi oleh partai,” paparnya.

Dalam kegiatan nanti para peserta akan mendapatkan materi-materi dari DPP partai, DPD, Badan Pendidikan dan Pelatihan PDI Perjuangan dan juga unsur eksternal.

“Para peserta akan diberikan tugas-tugas dan wajib mengikuti kegiatan dengan tertib dan tuntas. Para peserta akan dinyatakan lulus jika memenuhi seluruh syarat-syarat kelulusan yang sudah ditentukan,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Sulut, Olly Dondokambey dalam sambutannya menyampaikan bahwa program pendidikan kader pratama di Sulut merupakan instruksi dari Kongres V PDI Perjuangan.

“Kepada seluruh DPC se-Sulut, DPD telah menginstruksikan pelaksanaan gelombang pertama pendidikan dilaksanakan pada bulan Mei dan Juni 2022 di 15 kabupaten/kota se-Sulut. Dengan target keseluruhan peserta minimal 2.000 anggota. DPC Kota Manado adalah DPC pertama yang melaksanakan pendidikan kader pratama, selanjutnya akan diikuti oleh DPC lainnya,” ujarnya.

Bendahara Umum PDIP ini juga mengutip perkataan Bung Karno. Olly juga menyampaikan tujuan pendidikan kader ini adalah untuk menciptakan kader-kader berkualitas.

“Jumlah anggota partai yang banyak tidak akan ada gunanya tanpa diiringi oleh banyaknya kader-kader berkualitas yang memahami ideologi, mempunyai jiwa militan, berjiwa kepemimpinan, dan handal dalam mengelola organisasi,” terangnya.

PDI Perjuangan, kata dia, harus menjadi partai yang teratur dalam ideologinya dan teratur dalam organisasinya.

“Partai politik itu bukan hanya muncul pada saat hajatan politik saja. Tetapi harus benar-benar menjalankan tugas dan fungsinya sebagai partai politik. Diantaranya rekrutmen dan pengkaderan, serta melaksanakan program-program kerakyatan.

Karena itu, lanjutnya, dalam pendidikan kader ini, para peserta harus memahami ideologi, aturan partai, bagaimana menyelesaikan masalah dalam internal partai, serta memahami bagaimana program perjuangan partai benar-benar bisa diimplementasikan di dalam masyarakat.

“Kekuatan partai bukan hanya ada di petugas partai yang duduk di jabatan eksekutif dan legislatif, tapi juga ada di struktural partai yang diharapkan diisi oleh kader-kader partai yang handal dan berkualitas,” tambahnya.

Nampak hadir pada pembukaan kegiatan yakni kader-kader PDIP se-Sulut yang duduk sebagai kepala/wakil kepala daerah diantaranya Steven Kandouw, Franky Wongkar, Andrei Angouw, Joune Ganda, Royke Roring, Iskandar Kamaru, Caroll Senduk, Amin Lasena, dan Deddy Abdul Hamid. (ando)

MANADOPOST.ID- Kegiatan pendidikan dilakukan oleh PDI Perjuangan Sulut. Jumat, (13/5) dimulai dari DPC Kota Manado yang dibuka langsung oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Sulut, Olly Dondokambey di markas DPD.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Manado, dr Richard Sualang dalam penyampaian laporannya mengatakan bahwa kegiatan pendidikan kader yang dilaksanakan oleh DPC Manado akan berlangsung selama 2 hari.

“Untuk materi kelas yaitu Jumat-Sabtu (13-14). Dan selanjutnya peserta akan mengikuti tugas dan pendidikan lapangan selama 1 bulan,” ujar Sualang

Lebih jauh diterangkan Wakil Wali Kota Manado ini, peserta yang mengikuti kegiatan pendidikan kader saat ini untuk gelombang pertama adalah 70 orang. Dan selanjutnya akan diagendakan kegiatan gelombang kedua.

“Kegiatan gelombang pertama ini diikuti oleh peserta yang terdiri dari unsur DPC partai, fraksi DPRD, perwakilan PAC, serta perwakilan badan dan sayap partai yang terlebih dahulu diseleksi oleh partai,” paparnya.

Dalam kegiatan nanti para peserta akan mendapatkan materi-materi dari DPP partai, DPD, Badan Pendidikan dan Pelatihan PDI Perjuangan dan juga unsur eksternal.

“Para peserta akan diberikan tugas-tugas dan wajib mengikuti kegiatan dengan tertib dan tuntas. Para peserta akan dinyatakan lulus jika memenuhi seluruh syarat-syarat kelulusan yang sudah ditentukan,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Sulut, Olly Dondokambey dalam sambutannya menyampaikan bahwa program pendidikan kader pratama di Sulut merupakan instruksi dari Kongres V PDI Perjuangan.

“Kepada seluruh DPC se-Sulut, DPD telah menginstruksikan pelaksanaan gelombang pertama pendidikan dilaksanakan pada bulan Mei dan Juni 2022 di 15 kabupaten/kota se-Sulut. Dengan target keseluruhan peserta minimal 2.000 anggota. DPC Kota Manado adalah DPC pertama yang melaksanakan pendidikan kader pratama, selanjutnya akan diikuti oleh DPC lainnya,” ujarnya.

Bendahara Umum PDIP ini juga mengutip perkataan Bung Karno. Olly juga menyampaikan tujuan pendidikan kader ini adalah untuk menciptakan kader-kader berkualitas.

“Jumlah anggota partai yang banyak tidak akan ada gunanya tanpa diiringi oleh banyaknya kader-kader berkualitas yang memahami ideologi, mempunyai jiwa militan, berjiwa kepemimpinan, dan handal dalam mengelola organisasi,” terangnya.

PDI Perjuangan, kata dia, harus menjadi partai yang teratur dalam ideologinya dan teratur dalam organisasinya.

“Partai politik itu bukan hanya muncul pada saat hajatan politik saja. Tetapi harus benar-benar menjalankan tugas dan fungsinya sebagai partai politik. Diantaranya rekrutmen dan pengkaderan, serta melaksanakan program-program kerakyatan.

Karena itu, lanjutnya, dalam pendidikan kader ini, para peserta harus memahami ideologi, aturan partai, bagaimana menyelesaikan masalah dalam internal partai, serta memahami bagaimana program perjuangan partai benar-benar bisa diimplementasikan di dalam masyarakat.

“Kekuatan partai bukan hanya ada di petugas partai yang duduk di jabatan eksekutif dan legislatif, tapi juga ada di struktural partai yang diharapkan diisi oleh kader-kader partai yang handal dan berkualitas,” tambahnya.

Nampak hadir pada pembukaan kegiatan yakni kader-kader PDIP se-Sulut yang duduk sebagai kepala/wakil kepala daerah diantaranya Steven Kandouw, Franky Wongkar, Andrei Angouw, Joune Ganda, Royke Roring, Iskandar Kamaru, Caroll Senduk, Amin Lasena, dan Deddy Abdul Hamid. (ando)

Most Read

Artikel Terbaru

/