32.4 C
Manado
Senin, 4 Juli 2022

Industri Pariwisata Sulut Siap Bangkit di Era New Normal

MANADOPOST.ID- Industri pariwisata Sulawesi Utara (Sulut) siap menggelora kembali. Meski sempat lesu akibat Pandemi Covid-19, kini siap bangkit lagi di Era New Normal. Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Sulut saat ini sangat siap menaikkan kembali pamor Pariwisata Sulut dengan tetap memperbaiki infrastruktur dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu mendukung dibukanya kembali sektor pariwisata dengan penerapan protokol kesehatan.

“Pariwisata Sulut sejatinya sudah sangat siap menyambut era new normal. Sesuai Peraturan Gubernur nomor 44 tahun 2020, tentang pedoman adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat produktif dan aman Covid-19, tentu industri pariwisata siap dibuka kembali dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan,” sebut Kadispar Sulut, Henry Kaitjily saat bersua dengan Manado Post, Senin (13/7) di kantornya.

Dirinya pun mengatakan hal ini wajib didukung oleh Pemerintah Daerah di 15 Kabupaten/Kota yang ada di Sulut. “Pak Gubernur dan pak Wakil Gubernur sudah mengeluarkan edaran terkait pedoman kebiasaan baru. Hal ini mesti juga didukung Pemerintah Kabupaten/Kota untuk mempersiapkan indsutri pariwisata di wilayahnya dengan tetap mengacu pada aturan yang ada,” jelasnya.

Pria dengan sejuta pengalaman ini juga menyebut, pihaknya akan mulai membuat industri pariwisata Sulut supaya terus menjadi magnet wisatawan lokal dan mancanegara, dengan terus membangun infrastruktur dan SDM yang lebih baik.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Infrastruktur di lokasi pariwisata akan kita terus kembangkan diimbangi dengan SDM yang unggul dan hebat. Hal ini sangat perlu agar wisatawan betah jika berkunjung di Sulut,” sebutnya lagi.

Terkait pembenahan infrastruktur, Dispar Sulut berkolaborasi dengan Kemenparekraf menghasilkan program Gerakan BISA (Bersih Indah Aman Sehat) dalam pembenahan destinasi wisata.

“Program Gerakan Bisa ini akan kita mulai dalam waktu dekat ini dibeberapa lokasi wisata. Hal ini akan didukung dengan program Padat Karya Pemprov Sulut yang melibatkan masyarakat setempat dala setiap pengerjaan pembenahan sekaligus pembersihan destinasi pantai,” jelasnya.

Diketahui saat ini sektor pariwisata mulai dari restoran, perhotelan, dan lokasi wisata unggulan perlu segera dibuka dengan memberlakukan protokol kesehatan.

Sebelumnya Wakil Gubernur Sulut Dra Steven O E Kandouw mengingatkan semua pelaku pariwisata tentang pentingnya kesiapan untuk hidup di tengah keterbatasan.

“Untuk itu pemerintah berupaya relaksasi keuangan ked epan format kepariwisatan kita harus dirubah sesuaikan dengan keadaan di jalan. Mau tidak mau secara online semua transaksi kepariwisataan kita harus dijalankan kalau yang baru 10 sampai 15 persen ke depan 90 persen harus online virtual,” tegas Kandouw.

Lanjut Kandouw, protokol Covid-19 harus dijalankan dengan tetap menggunakan masker dan hand sanitizer.

“Tunjukan kepada calon-calon turis domestik maupun internasional bahwa di Sulut aman karena jalankan protokol Covid hotel-hotel harus terapkan protokol. Kita jangan mundur harus persiapkan diri ke depan harus optimis akan terjadi ledakan pariwisata yang akan memberikan efek positif bagi kita semua,” ungkap Kandouw.

Lebih jauh, dikatakan Kandouw kesetiakawanan, kekompakan anatara pelaku usaha harus dijaga. “Terutama diantara pelaku-pelaku pariwisata dan selalu ciptakan inovasi- inovasi yang baru, networking yang baru berikan servis yang bagus agar semua orang dapat berlibur di Sulut,” kuncinya.(Lerby Tamuntuan)

MANADOPOST.ID- Industri pariwisata Sulawesi Utara (Sulut) siap menggelora kembali. Meski sempat lesu akibat Pandemi Covid-19, kini siap bangkit lagi di Era New Normal. Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Sulut saat ini sangat siap menaikkan kembali pamor Pariwisata Sulut dengan tetap memperbaiki infrastruktur dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu mendukung dibukanya kembali sektor pariwisata dengan penerapan protokol kesehatan.

“Pariwisata Sulut sejatinya sudah sangat siap menyambut era new normal. Sesuai Peraturan Gubernur nomor 44 tahun 2020, tentang pedoman adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat produktif dan aman Covid-19, tentu industri pariwisata siap dibuka kembali dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan,” sebut Kadispar Sulut, Henry Kaitjily saat bersua dengan Manado Post, Senin (13/7) di kantornya.

Dirinya pun mengatakan hal ini wajib didukung oleh Pemerintah Daerah di 15 Kabupaten/Kota yang ada di Sulut. “Pak Gubernur dan pak Wakil Gubernur sudah mengeluarkan edaran terkait pedoman kebiasaan baru. Hal ini mesti juga didukung Pemerintah Kabupaten/Kota untuk mempersiapkan indsutri pariwisata di wilayahnya dengan tetap mengacu pada aturan yang ada,” jelasnya.

Pria dengan sejuta pengalaman ini juga menyebut, pihaknya akan mulai membuat industri pariwisata Sulut supaya terus menjadi magnet wisatawan lokal dan mancanegara, dengan terus membangun infrastruktur dan SDM yang lebih baik.

“Infrastruktur di lokasi pariwisata akan kita terus kembangkan diimbangi dengan SDM yang unggul dan hebat. Hal ini sangat perlu agar wisatawan betah jika berkunjung di Sulut,” sebutnya lagi.

Terkait pembenahan infrastruktur, Dispar Sulut berkolaborasi dengan Kemenparekraf menghasilkan program Gerakan BISA (Bersih Indah Aman Sehat) dalam pembenahan destinasi wisata.

“Program Gerakan Bisa ini akan kita mulai dalam waktu dekat ini dibeberapa lokasi wisata. Hal ini akan didukung dengan program Padat Karya Pemprov Sulut yang melibatkan masyarakat setempat dala setiap pengerjaan pembenahan sekaligus pembersihan destinasi pantai,” jelasnya.

Diketahui saat ini sektor pariwisata mulai dari restoran, perhotelan, dan lokasi wisata unggulan perlu segera dibuka dengan memberlakukan protokol kesehatan.

Sebelumnya Wakil Gubernur Sulut Dra Steven O E Kandouw mengingatkan semua pelaku pariwisata tentang pentingnya kesiapan untuk hidup di tengah keterbatasan.

“Untuk itu pemerintah berupaya relaksasi keuangan ked epan format kepariwisatan kita harus dirubah sesuaikan dengan keadaan di jalan. Mau tidak mau secara online semua transaksi kepariwisataan kita harus dijalankan kalau yang baru 10 sampai 15 persen ke depan 90 persen harus online virtual,” tegas Kandouw.

Lanjut Kandouw, protokol Covid-19 harus dijalankan dengan tetap menggunakan masker dan hand sanitizer.

“Tunjukan kepada calon-calon turis domestik maupun internasional bahwa di Sulut aman karena jalankan protokol Covid hotel-hotel harus terapkan protokol. Kita jangan mundur harus persiapkan diri ke depan harus optimis akan terjadi ledakan pariwisata yang akan memberikan efek positif bagi kita semua,” ungkap Kandouw.

Lebih jauh, dikatakan Kandouw kesetiakawanan, kekompakan anatara pelaku usaha harus dijaga. “Terutama diantara pelaku-pelaku pariwisata dan selalu ciptakan inovasi- inovasi yang baru, networking yang baru berikan servis yang bagus agar semua orang dapat berlibur di Sulut,” kuncinya.(Lerby Tamuntuan)

Most Read

Artikel Terbaru

/