25.4 C
Manado
Sabtu, 2 Juli 2022

Petani Yakin Olly Akan Berjuang Naikkan Harga Cengkih Saat Panen Tahun Depan

MANADOPOST.ID-Harga cengkih sebaiknya naik nanti saat panen raya pertengahan tahun depan. Kalau naik akhir tahun ini, percuma saja karena yang akan menikmati bukan lagi petani. Melainkan dinikmati para pedagang dan pejabat/mantan pejabat yang menyimpan stok.

“Tidak ada guna bagi kami petani cengkih jika Pak Olly berjuang naikkan harga cengkih saat ini. Karena saat ini kami petani sudah tidak ada lagi cengkih kering. Yang kami panen tahun ini, semuanya sudah kami jual. Kami kan tidak punya modal untuk menahan stok. Kalau sudah kering, langsung dijual.

Bahkan ada yang masih mentah, sudah kami jual. Ada juga masih di pohon, sudah kami jual. Terakhir kami jual pada bulan Agustus lalu. Jadi kalau sekarang ini harga naik, kami petani tidak akan merasakan manfaatnya. Yang akan menikmati justeru para pedagang pengumpul dan para pejabat atau mantan pejabat yang menahan stok.

Jadi sudah betul harga cengkih belum naik akhir tahun ini. Sebaiknya nanti naik pertengahan tahun depan saat panen raya supaya yang menikmati itu betul betul para petani, ” ujar Adi, petani cengkih asal Sonder Minahasa.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Petani lainnya mengaku, bersyukur pada Tuhan karena 5 tahun belakangan ini cengkih berbuah terus.

“Selama ini kan cengkih hanya keluar buah 2 tahun sekali. Misalnya tahun ini berbuah, tahun depan tidak berbuah. Kalau panen raya, biasanya empat tahun sekali. Jadi kami petani cengkih sangat bersyukur akhir akhir ini cengkih di kebun kami, tiap tahun ada keluar buah. Biar harga seperti sekarang ini, kami bersyukur karena Tuhan masih kasih berkat cengkih mengeluarkan buah, ” ujar Stevi, petani Tombulu Minahasa.

“Kami yakin kalau pemimpin bersih tidak bercelah dan memberikan keteladanan, maka daerah yang dipimpinnya serta rakyatnya diberkati Tuhan. Karena itu kami petani cengkih sangat bersyukur tiap tahun, Tuhan kasih buah itu cengkih. Bahkan tahun ini di masa pandemi covid-19 , kami masih diberkati karena tanaman cengkih di kebun kami mengeluarkan buah.

Jadi kami petani tidak mengeluh soal harga. Justeru kami bersyukur tiap tahun cengkih berbuah. Mungkin pedagang dan pejabat serta mantan pejabat yang bapaksa harga cengkih naik, karena mereka sekarang ini yang menguasai cengkih petani. Itu namanya rakus. Mau cari keuntungan besar.

Beli cengkih di kami petani dengan harga murah, kemudian setelah semua cengkih petani sudah dikuasai, saat ini berkoar koar minta pemerintah berjuang kasih naik harga cengkih. Supaya mereka akan menjual dengan harga berlipat. Itu kan namanya tamak, rakus, serakah,” kata Rein, petani lainnya. (*)

MANADOPOST.ID-Harga cengkih sebaiknya naik nanti saat panen raya pertengahan tahun depan. Kalau naik akhir tahun ini, percuma saja karena yang akan menikmati bukan lagi petani. Melainkan dinikmati para pedagang dan pejabat/mantan pejabat yang menyimpan stok.

“Tidak ada guna bagi kami petani cengkih jika Pak Olly berjuang naikkan harga cengkih saat ini. Karena saat ini kami petani sudah tidak ada lagi cengkih kering. Yang kami panen tahun ini, semuanya sudah kami jual. Kami kan tidak punya modal untuk menahan stok. Kalau sudah kering, langsung dijual.

Bahkan ada yang masih mentah, sudah kami jual. Ada juga masih di pohon, sudah kami jual. Terakhir kami jual pada bulan Agustus lalu. Jadi kalau sekarang ini harga naik, kami petani tidak akan merasakan manfaatnya. Yang akan menikmati justeru para pedagang pengumpul dan para pejabat atau mantan pejabat yang menahan stok.

Jadi sudah betul harga cengkih belum naik akhir tahun ini. Sebaiknya nanti naik pertengahan tahun depan saat panen raya supaya yang menikmati itu betul betul para petani, ” ujar Adi, petani cengkih asal Sonder Minahasa.

Petani lainnya mengaku, bersyukur pada Tuhan karena 5 tahun belakangan ini cengkih berbuah terus.

“Selama ini kan cengkih hanya keluar buah 2 tahun sekali. Misalnya tahun ini berbuah, tahun depan tidak berbuah. Kalau panen raya, biasanya empat tahun sekali. Jadi kami petani cengkih sangat bersyukur akhir akhir ini cengkih di kebun kami, tiap tahun ada keluar buah. Biar harga seperti sekarang ini, kami bersyukur karena Tuhan masih kasih berkat cengkih mengeluarkan buah, ” ujar Stevi, petani Tombulu Minahasa.

“Kami yakin kalau pemimpin bersih tidak bercelah dan memberikan keteladanan, maka daerah yang dipimpinnya serta rakyatnya diberkati Tuhan. Karena itu kami petani cengkih sangat bersyukur tiap tahun, Tuhan kasih buah itu cengkih. Bahkan tahun ini di masa pandemi covid-19 , kami masih diberkati karena tanaman cengkih di kebun kami mengeluarkan buah.

Jadi kami petani tidak mengeluh soal harga. Justeru kami bersyukur tiap tahun cengkih berbuah. Mungkin pedagang dan pejabat serta mantan pejabat yang bapaksa harga cengkih naik, karena mereka sekarang ini yang menguasai cengkih petani. Itu namanya rakus. Mau cari keuntungan besar.

Beli cengkih di kami petani dengan harga murah, kemudian setelah semua cengkih petani sudah dikuasai, saat ini berkoar koar minta pemerintah berjuang kasih naik harga cengkih. Supaya mereka akan menjual dengan harga berlipat. Itu kan namanya tamak, rakus, serakah,” kata Rein, petani lainnya. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/