27C
Manado
Sabtu, 27 Februari 2021

Alm SHS Tinggalkan Kenangan Mendalam bagi Kawanua di Jakarta

MANADOPOST.ID—Berpulangnya Dr SH Sarundajang Sabtu (13/2) lalu meninggalkan kenangan mendalam bagi warga Sulawesi Utara termasuk kawanua yang ada di Jakarta. Sosok putra Kawangkoan yang akrab disapa SHS dinilai merupakan seorang teladan bagi masyarakat Bumi Nyiur Melambai.
Salah satu tokoh Kawanua di Jakarta, Brigjen Pol Winston Tommy Watuliu menilai, figur mantan Gubernur Sulut dua periode ini adalah seorang yang ramah dan berwawasan budaya yang sangat luas. “Kemudian kesan bahwa almarhum senantiasa melakukan sentuhan kepada generasi di bawahnya. Sering mengajak dialog, sehingga banyak sekali value yang suka dibagikan,” kata Watuliu.
Wakil Ketua DPP Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) ini melanjutkan, nilai-nilai yang sering dibagikan almarhum saat melakukan diskusi adalah soal budaya Minahasa. “Value ke-Minahasaan sering dibagi dalam suasana diskusi santai dengan senda gurau. Contohnya beliau menyampaikan tentang bangsa Minahasa dianalogikan dalam satu bus. Mesinnya adalah dari Toulour, drivernya dari Tountemboan, krunya dari Toumbulu dan lima Pakasaan (Tounsawang, Pasan, Pabosakan Bantik, Borgo Babontehu) kemudian Tounsea sebagai penumpangnya. Bahkan saat itu saya sempat bergurau, Tounsea adalah bos-nya dan dia berkelakar; ‘sama jo itu’, kemudian kita tertawa bersama,” kenangnya.
Kepedulian Alm SHS soal budaya Minahasa juga dikenang Watuliu saat peresmian Sarpras ‘Waraney Ne Amian’ Athletics, Sport, Culture, di Tatelu Warukapas Tonsea, Minahasa. “Saat itu saya kebetulan menjadi ketua Paimpuluan Ne Tonsea dan Pak Pendeta Jimmy H Tampie sebagai ketua KKK saat itu. Itu salah satu yang membuktikan kepeduliannya yang sangat tinggi akan budaya Minahasa,” pungkas Watuliu. (*)

Artikel Terbaru

JG Siapkan Pergeseran Anggaran

Kapolda-Danrem Kunjungi Talaud