25C
Manado
Senin, 1 Maret 2021

Almarhum SHS Dikenang Sosok yang Hebat Berdiplomasi dan Piawai dalam Manajemen Konflik

MANADOPOST.ID—Beragam kenangan diceritakan Kawanua di Jakarta sepeninggalnya Alm Dr SH Sarundajang, Sabtu (13/2). Termasuk cerita dari Marsma TNI Donald Kasenda yang sempat disambut almarhum saat memimpin pasukan TNI AU untuk melakukan latihan di Filipina, 2019 silam.

Perwira satu bintang berdarah Kawanua ini menceritakan, pertengahan tahun 2019 ketika almarhum bertugas sebagai Duta Besar (Dubes), dirinya memimpin delegasi dari Indonesia (TNI AU) untuk berkunjung ke Filipina dalam rangka latihan bersama angkatan udara di sana. “Saya diundang Dubes RI untuk Filipina, Pak Dr SH Sarundajang untuk berkunjung ke kantor Kedutaan RI di Manila. Saya dan delegasi disambut dengan sangat hangat sambil mendengar beliau bercerita tentang bagaimana berdiplomasi yang benar dan saling mengntungkan antara kedua negara,” kata Kasenda. “Di situ saya melihat beliau sangat piawai dalam berdiplomasi,” kenangnya.

Selain itu, kata Kasenda yang saat ini bertugas sebagai Kadispamsan TNI AU menceritakan pengalaman saat dirinya masih bertugas membantu konflik di Ambon. “Pada thn 2000 sampai 2001 ketika masih terjadi konflik di Ambon, saya ditugaskn untuk membantu mengatasi konflik di Ambon dengan kegiatan mengangkut pengungsi ke luar Maluku menggunakan pesawat Fokker 27 dan CN 235 TNI AU. Pada saat itu almarhum menjabat sebagai Gubernur Maluku,” ceritanya.

Di suati hari, lanjut Kasenda, almarhum ingin ke Manado. “Dan saya langsung menghantar menerbangkan almarhum beserta Ibu dari Ambon ke Manado. Penumpang hanya berdua saja, dan sepanjang rute penerbangan saya mengajak almarhum untuk ngobrol dengan saya. Dari obrolan tersebut saya banyak mendapatkan pengetahuan terkait bagaimana mengatasi konflik di Ambon,” sebutnya.

Kasenda yang aktif di Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) ini mengakui, almarhum sangat menguasai bagaimana menerapkan manajemen mengatasi konflik sehingga Maluku berangsur-angsur pulih dan aman. “Masih banyak lagi momen pertemuan saya dengan almarhum yang tidak dapat saya sebutkan satu per satu. Namun dari semua itu, saya melihat almarhum adalah sosok pemimpin yang memiliki kharisma dan manajemen yang kuat. Pandai berdiplomasi dan memiliki multi talenta. Almarhum merupakan bapak bangsa yang dapat mengayomi masyarakat Indonesia. Semoga apa yang beliau lakukan semasa hidup dapat menjadi contoh dan teladan bagi kita semua,” kunci Kasenda. (*)

Artikel Terbaru