33 C
Manado
Minggu, 16 Mei 2021
spot_img

Peran Dinas Perpustakaan Minim

MANADOPOST.ID—Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw (OD-SK) tengah mendorong program peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing tinggi. Ini bukan hanya menjadi tugas Dinas Pendidikan Daerah, melainkan keterlibatan semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut.

Salah satu OPD yang tak kalah penting perannya Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Sulut. Terkait peningkatan minat baca dan wawasan masyarakat. Namun nyatanya, sangatlah berbeda. Karena itu, berbagai pihak meminta agar program peningkatan SDM Sulut perlu untuk dievaluasi lagi.

Hal ini ditegaskan Pakar Pemerintahan Dr Jhony Lengkong, Rabu (14/2) kemarin. Menurut Lengkong, saat ini banyak OPD di Pemprov yang terkesan pasrah dengan keadaan. “Salah satu yang saya amati adalah peran Dinas Perpustakaan Daerah Sulut yang masih sangat minim. Dinas itu perlu dievaluasi. Apa program mereka yang dibeberkan kepada masyarakat? Kan tidak ada,” tuturnya.

Bahkan menurut Lengkong, Dinas Perpustakaan Daerah Sulut tidak memiliki inovasi untuk meningkatkan minat baca masyarakat.

“Di masa pandemi, kegiatan tatap muka dibatasi. Sekolah belum dibuka. Bagaimana langkah pemerintah untuk meningkatkan SDM? Ya salah satunya dengan meningkatkan minat baca masyarakat. Tapi kenyataannya seperti apa, tidak ada lagi orang yang ingin berkunjung ke Perpustakaan Daerah Sulut. Karena tidak ada inovasi dari dinas itu sendiri. Mereka tidak memiliki semangat untuk membuat minat baca masyarakat di Sulut meningkat,” tegas Akademisi Fispol Unsrat tersebut.

Lengkong berharap, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Sulut lebih intens melakukan sosialisasi apa saja fasilitas yang disiapkan di perpustakaan daerah.

“Kalau kita bandingkan, antara perpustakaan daerah yang gratis dibandingkan toko buku yang notabenenya harus bayar, masyarakat lebih memilih toko buku. Karena kenapa? Tidak ada sosialisasi informasi dari perpustakaan daerah tersebut. Lantas bagaimana mau tingkatkan SDM, sedangkan minat baca masyarakat saja tidak ada. Kualitas pendidikan kita tidak akan naik, jika minat baca masyarakat sama seperti saat ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Sulut Janny Lukas mengatakan, program ODSK untuk peningkatan mutu SDM lewat perpustakaan adalah menjadikan gedung perpustakaan sebagi pusat informasi pendidikan, pelestarian, penelitian, bahkan rekreasi. Juga menurutnya untuk memodernisasi sarana prasarana gedung perpustakaan untuk menjamin kenyamanan pemustaka sehingga kunjungan meningkat.

“Tahun 2019 telah dimulai perpustakaan digital yang diberi nama ODSK digital library sehingga layanan perpustakaan digital dimulai. Dan tahun 2020 telah membuat kerjasama bidang perpust antara Pemprov Sulut dengan perguruan tinggi se Provinsi Sulut. Dan melakukan pembaharuan meubel lemari meja kursi perpustakaan untuk keindahan layanan. Serta peningkatan SDM tenaga pengelola perpustakaan di provinsi dan kabupaten/kota,” imbuhnya.(Dewa/gel)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru