24.4 C
Manado
Senin, 15 Agustus 2022

RPJMD Baru Disempurnakan

MANADOPOST.ID—Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) saat ini tengah menyempurnakan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) baru untuk tahun 2021-2026.

Hal ini disampaikan Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulut Edwin Silangen, Kamis (15/4) kemarin. Silangen mengatakan dalam mengalokasikan anggaran sebagai bagian dari implementasi atau penjabaran RPJMD itu benar-benar harus fokus dan tidak disebar-sebar ke perangkat daerah.

“Sesuai dengan konsep yang dijelaskan oleh Bappeda Provinsi Sulut, karena Provinsi Sulut mempunyai 15 kabupaten/kota maka proses perencanaan dalam RPJMD ini melihat dari konsep kawasan berdasarkan evaluasi kemampuan dari 15 kabupaten/kota,” tuturnya.

Silangen optimis penyempurnaan RPJMD berdampak positif dan mewujudkan Sulut yang lebih hebat dalam pembangunan di berbagai bidang.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Kalau kita memiliki konsep yang jelas dalam RPJMD dan konsisten, saya yakin bahwa Sulawesi Utara ini akan menjadi provinsi yang lebih hebat dibawah kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw (OD-SK),” ujarnya.

Oleh karena itu, Silangen meminta semua Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan pejabat terkait yang diberi tugas dan tanggung jawab, nantinya akan secara optimal mengeksekusi persebaran dari RPJMD ini.

“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada tim termasuk bapak/ibu kepada perangkat daerah yang hadir, bukan hanya konsultasi publik ini tetapi hadir dalam proses penyusunan RPJMD ini yang artinya bahwa sejak proses penyusunan awal sampai nanti bulan juni ditetapkan RPJMD ini dalam Peraturan Daerah (Perda), kita tahu persis, kita pahami dan ketika akan dijabarkan ini tidak mengalami masalah,” terangnya.

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada tim ahli, pakar, staf ahli, staf khusus termasuk organisasi kemasyarakatan, tokoh agama yang berpartisipasi dalam kegiatan penyusunan RPJMD ini karena konsultasi publik ini adalah bagian dari perencanaan partisipatif semua stakeholder yang punya kepentingan terhadap RPJMD untuk kesejahteraan rakyat.

“Mari kita memberikan masukkan substansi agar RPJMD ini benar-benar mampu kita jabarkan demi untuk kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat di Provinsi Sulut. Kabupaten/kota dalam menyusun perencanaan kabupaten/kota yang disebut RPJMD kabupaten/kota juga akan menjabarkan RPJMD Provinsi Sulut, sehingga dari pusat, provinsi dan kabupaten/kota dalam melaksanakan pembangunan konsisten dan bersinergi,” tutupnya. (ewa/gel)

MANADOPOST.ID—Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) saat ini tengah menyempurnakan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) baru untuk tahun 2021-2026.

Hal ini disampaikan Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulut Edwin Silangen, Kamis (15/4) kemarin. Silangen mengatakan dalam mengalokasikan anggaran sebagai bagian dari implementasi atau penjabaran RPJMD itu benar-benar harus fokus dan tidak disebar-sebar ke perangkat daerah.

“Sesuai dengan konsep yang dijelaskan oleh Bappeda Provinsi Sulut, karena Provinsi Sulut mempunyai 15 kabupaten/kota maka proses perencanaan dalam RPJMD ini melihat dari konsep kawasan berdasarkan evaluasi kemampuan dari 15 kabupaten/kota,” tuturnya.

Silangen optimis penyempurnaan RPJMD berdampak positif dan mewujudkan Sulut yang lebih hebat dalam pembangunan di berbagai bidang.

“Kalau kita memiliki konsep yang jelas dalam RPJMD dan konsisten, saya yakin bahwa Sulawesi Utara ini akan menjadi provinsi yang lebih hebat dibawah kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw (OD-SK),” ujarnya.

Oleh karena itu, Silangen meminta semua Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan pejabat terkait yang diberi tugas dan tanggung jawab, nantinya akan secara optimal mengeksekusi persebaran dari RPJMD ini.

“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada tim termasuk bapak/ibu kepada perangkat daerah yang hadir, bukan hanya konsultasi publik ini tetapi hadir dalam proses penyusunan RPJMD ini yang artinya bahwa sejak proses penyusunan awal sampai nanti bulan juni ditetapkan RPJMD ini dalam Peraturan Daerah (Perda), kita tahu persis, kita pahami dan ketika akan dijabarkan ini tidak mengalami masalah,” terangnya.

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada tim ahli, pakar, staf ahli, staf khusus termasuk organisasi kemasyarakatan, tokoh agama yang berpartisipasi dalam kegiatan penyusunan RPJMD ini karena konsultasi publik ini adalah bagian dari perencanaan partisipatif semua stakeholder yang punya kepentingan terhadap RPJMD untuk kesejahteraan rakyat.

“Mari kita memberikan masukkan substansi agar RPJMD ini benar-benar mampu kita jabarkan demi untuk kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat di Provinsi Sulut. Kabupaten/kota dalam menyusun perencanaan kabupaten/kota yang disebut RPJMD kabupaten/kota juga akan menjabarkan RPJMD Provinsi Sulut, sehingga dari pusat, provinsi dan kabupaten/kota dalam melaksanakan pembangunan konsisten dan bersinergi,” tutupnya. (ewa/gel)

Most Read

Artikel Terbaru

/