24.4 C
Manado
Jumat, 1 Juli 2022

Banner Mobile (Anymind)

Perikanan Sulut Terus Dilirik

- Advertisement -

MANADOPOST.ID—Permintaan ekspor komoditi perikanan Sulut makin meningkat. Dari data Disperindag Sulut, awal November 2020, Sulut mengekspor ikan beku berupa Tuna ke Amerika Serikat (AS) sebanyak 17,5 ton, dan mampu menghasilkan devisa sebesar 159.049 dolar AS.

Selain itu ada juga permintaan ikan kayu dari Jepang. “Ikan kayu yang diekspor ke Jepang sebanyak 25 ton, dan mampu menghasilkan devisa bagi negara sebesar 187.280 dolar Amerika Serikat,” kata Kepala Disperindag Sulut Erwin Kindangen melalui Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Darwin Muksin, Minggu (15/11) kemarin.

Lanjut dia mengatakan permintaan ikan kayu dari Jepang hampir setiap bulan terjadi, dan selalu dipenuhi oleh pengekspor asal Sulut. Permintaan ikan kayu yang tinggi ini, kata dia harus dimanfaatkan dengan baik oleh pengekspor di Sulut, karena selain menghasilkan devisa bagi negara, juga meningkatkan kesejahteraan nelayan.

“Masyarakat Jepang sangat meminati ikan kayu asal Sulut karena memiliki kualitas ikan Cakalang yang di atas rata-rata daerah lain. Apalagi, proses pembuatan ikan kayu yang berkualitas, sehingga aroma khas ikan cakalang tidak akan hilang,” jelas dia.

- Advertisement -

Pemprov Sulut menurut dia, akan terus mencarikan pasar baru bagi produk ikan kayu asal Sulut. Selama ini ikan kayu asal Sulut baru diekspor ke Jepang dan Amerika Serikat.

“Kami akan berupaya agar produk ekspor ikan kayu asal Sulut tidak hanya ke Jepang dan Amerika namun ke berbagai negara lainnya di Asia, Eropa dan Amerika,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulut Tinneke Adam menyebut, ekspor yang dilakukan terus menerus harus diikuti dengan semangat para nelayan.

“Nelayan Sulut harus bersyukur, karena pemerintah menunjukan kepedulian akan masa depan perikanan Sulut, dengan berjuang mengekspor perikanan Sulut di beberapa negara besar,” sebutnya.

Dia optimis ke depan, komoditi perikanan Sulut bakal menjadi prioritas dipasar internasional. “Banyak sudah mengakui kualitas perikanan Sulut, maka dari itu kami terus  menyiapkan program-program pro rakyat dalam hal ini nelayan kedepannya,” pungkas Adam.(cw-01/gel)

MANADOPOST.ID—Permintaan ekspor komoditi perikanan Sulut makin meningkat. Dari data Disperindag Sulut, awal November 2020, Sulut mengekspor ikan beku berupa Tuna ke Amerika Serikat (AS) sebanyak 17,5 ton, dan mampu menghasilkan devisa sebesar 159.049 dolar AS.

Selain itu ada juga permintaan ikan kayu dari Jepang. “Ikan kayu yang diekspor ke Jepang sebanyak 25 ton, dan mampu menghasilkan devisa bagi negara sebesar 187.280 dolar Amerika Serikat,” kata Kepala Disperindag Sulut Erwin Kindangen melalui Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Darwin Muksin, Minggu (15/11) kemarin.

Lanjut dia mengatakan permintaan ikan kayu dari Jepang hampir setiap bulan terjadi, dan selalu dipenuhi oleh pengekspor asal Sulut. Permintaan ikan kayu yang tinggi ini, kata dia harus dimanfaatkan dengan baik oleh pengekspor di Sulut, karena selain menghasilkan devisa bagi negara, juga meningkatkan kesejahteraan nelayan.

“Masyarakat Jepang sangat meminati ikan kayu asal Sulut karena memiliki kualitas ikan Cakalang yang di atas rata-rata daerah lain. Apalagi, proses pembuatan ikan kayu yang berkualitas, sehingga aroma khas ikan cakalang tidak akan hilang,” jelas dia.

Pemprov Sulut menurut dia, akan terus mencarikan pasar baru bagi produk ikan kayu asal Sulut. Selama ini ikan kayu asal Sulut baru diekspor ke Jepang dan Amerika Serikat.

“Kami akan berupaya agar produk ekspor ikan kayu asal Sulut tidak hanya ke Jepang dan Amerika namun ke berbagai negara lainnya di Asia, Eropa dan Amerika,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulut Tinneke Adam menyebut, ekspor yang dilakukan terus menerus harus diikuti dengan semangat para nelayan.

“Nelayan Sulut harus bersyukur, karena pemerintah menunjukan kepedulian akan masa depan perikanan Sulut, dengan berjuang mengekspor perikanan Sulut di beberapa negara besar,” sebutnya.

Dia optimis ke depan, komoditi perikanan Sulut bakal menjadi prioritas dipasar internasional. “Banyak sudah mengakui kualitas perikanan Sulut, maka dari itu kami terus  menyiapkan program-program pro rakyat dalam hal ini nelayan kedepannya,” pungkas Adam.(cw-01/gel)

Most Read

Artikel Terbaru

/