alexametrics
31.4 C
Manado
Jumat, 20 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Wagub: PNS Tak Ada Libur!

MANADOPOST.ID—Kinerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemprov Sulawesi Utara (Sulut), diwarning Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw. Kandouw mengatakan, walaupun di masa pandemi, semua jenis pelayanan harus tetap maksimal.

Selasa (16/6) kemarin, Kandouw menekankan semua PNS tidak berstatus libur. Melainkan bekerja dari rumah. Jika PNS Pemprov Sulut merasa sedang mendapatkan libur, semua pekerjaan tidak akan dilakukan. Itu yang ucap Kandouw, harus mendapatkan perhatian.

“Tidak ada libur. Semua PNS, bekerja dari rumah. Bukan libur. Kalau ada yang kedapatan pulang kampung, atau bersantai di tempat wisata dan tempat umum lainnya, akan mendapatkan sanksi. Jadi saya harus tegaskan, bahwa saat ini tidak libur. Semua kerja dari rumah,” ungkapnya.

Kandouw juga mengatakan, semua kepala perangkat daerah, harus memantau kinerja PNS. Jika dibutuhkan mendesak, PNS akan dipanggil melakukan tugas tersebut. “Jadi kalau tidak berada di rumah, atau tidak memenuhi panggilan, pasti akan ada sanksi. Karena itu kepala perangkat daerah harus bisa intensif mengecek PNS masing-masing,” imbuhnya.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Sulut (BKD) Sulut Femmy Suluh mengatakan, sesuai Surat Edaran 800/20.2190/Sekr-BKD tentang penyesuaian sistem kerja aparatur sipil negara dalam rangka pencegahan penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di lingkungan Pemprov Sulut, telah diatur beberapa poin. Sehingga, semua pekerjaan yang dilakukan, harus mengacu pada surat edaran tersebut

“Setiap kepala perangkat daerah harus memastikan terdapat dua level pejabat struktural tertinggi atau pejabat pimpinan tinggi pratama eselon II dan pejabat administrator eselon III, untuk tetap melaksanakan tugas kantor, agar penyelengaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat tidak terhambat. Jadi semua melakukan pekerjaan dengan mengedepankan surat edaran yang telah dikeluarkan,” sebutnya.

Suluh juga mengatakan, dalam edaran tersebut terdapat poin setiap perangkat daerah dalam pelaksanaan tugas work from home dilaksanakan dengan memanfaatkan teknologi informasi seperti email, Whatsapp dan aplikasi lainnya.

“Dalam keadaan mendesak atau urgent bagi seluruh PNS yang melaksanakan tugas dan tempat tinggal dapat dipanggil kembali ke kantor,” kuncinya.(ewa/gel)

MANADOPOST.ID—Kinerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemprov Sulawesi Utara (Sulut), diwarning Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw. Kandouw mengatakan, walaupun di masa pandemi, semua jenis pelayanan harus tetap maksimal.

Selasa (16/6) kemarin, Kandouw menekankan semua PNS tidak berstatus libur. Melainkan bekerja dari rumah. Jika PNS Pemprov Sulut merasa sedang mendapatkan libur, semua pekerjaan tidak akan dilakukan. Itu yang ucap Kandouw, harus mendapatkan perhatian.

“Tidak ada libur. Semua PNS, bekerja dari rumah. Bukan libur. Kalau ada yang kedapatan pulang kampung, atau bersantai di tempat wisata dan tempat umum lainnya, akan mendapatkan sanksi. Jadi saya harus tegaskan, bahwa saat ini tidak libur. Semua kerja dari rumah,” ungkapnya.

Kandouw juga mengatakan, semua kepala perangkat daerah, harus memantau kinerja PNS. Jika dibutuhkan mendesak, PNS akan dipanggil melakukan tugas tersebut. “Jadi kalau tidak berada di rumah, atau tidak memenuhi panggilan, pasti akan ada sanksi. Karena itu kepala perangkat daerah harus bisa intensif mengecek PNS masing-masing,” imbuhnya.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Sulut (BKD) Sulut Femmy Suluh mengatakan, sesuai Surat Edaran 800/20.2190/Sekr-BKD tentang penyesuaian sistem kerja aparatur sipil negara dalam rangka pencegahan penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di lingkungan Pemprov Sulut, telah diatur beberapa poin. Sehingga, semua pekerjaan yang dilakukan, harus mengacu pada surat edaran tersebut

“Setiap kepala perangkat daerah harus memastikan terdapat dua level pejabat struktural tertinggi atau pejabat pimpinan tinggi pratama eselon II dan pejabat administrator eselon III, untuk tetap melaksanakan tugas kantor, agar penyelengaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat tidak terhambat. Jadi semua melakukan pekerjaan dengan mengedepankan surat edaran yang telah dikeluarkan,” sebutnya.

Suluh juga mengatakan, dalam edaran tersebut terdapat poin setiap perangkat daerah dalam pelaksanaan tugas work from home dilaksanakan dengan memanfaatkan teknologi informasi seperti email, Whatsapp dan aplikasi lainnya.

“Dalam keadaan mendesak atau urgent bagi seluruh PNS yang melaksanakan tugas dan tempat tinggal dapat dipanggil kembali ke kantor,” kuncinya.(ewa/gel)

Most Read

Artikel Terbaru

/