alexametrics
24.4 C
Manado
Jumat, 27 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Karang Taruna Sedot Anggaran Hingga 1,2 M, Begini Pemanfaatannya

MANADOPOST.ID—Salah satu organisasi kepemudaan, Karang Taruna, mendapat alokasi anggaran cukup besar dalam RAPBD 2022.

Dari data yang diperoleh, Karang Taruna mendapat anggaran di Dinas Sosial sebesar Rp 500 juta dan di Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Rp 750 juta.

Dalam pembahasan antara Banggar dan TAPD, Selasa (16/11) kemarin, Kepala Dinas Sosial Rinny Tamuntuan menjelaskan, anggaran tersebut untuk pemberdayaan para pemuda yang ada di desa dan kelurahan.

“Anggaran Karang Taruna ini dimanfaatkan untuk pemberdayaan pemuda. Bisa melalui kegiatan keagamaan, kesenian, olahraga, atau lainnya yang diusulkan melalui permohonan dari masing-masing desa atau kelurahan,” terangnya.

Penggunaan anggaran ini pun ditegaskan Tamuntuan sangat jelas. “Hanya bisa digunakan oleh desa atau kelurahan yang ada struktur kepengurusan Karang Taruna,” tandasnya.

Di sisi lain pada kesempatan yang sama, legislator DPRD Sulut Raski Mokodompit mengapresiasi Pemprov Sulut yang memberi perhatian pada Karang Taruna.

“Kita tahu Karang Taruna adalah organisasi pemuda yang ada di desa-desa. Banyak kegiatan di pedesaan yang memang layak didukung anggaran,” sebutnya.

Bahkan, Ketua Fraksi Partai Golkar ini menyebut istilah yang dipopulerkan Presiden RI pertama Soekarni. “Berikan saya 10 pemuda, niscaya ku guncangkan dunia. Artinya, pemuda perlu dukungan dari pemerintah,” lanjutnya, sembari menambahkan, apalagi kepengurusan Karang Taruna di pusat diisi dengan figur-figur terbaik, termasuk Rio Dondokambey yang adalah Bendahara Umum Karang Taruna.

Hanya saja, Raski ingatkan pemerintah jika organisasi pemuda bukan saja Karang Taruna. “Ada FKKPI, ada juga Pemuda Muslimin Indonesia dan lainnya. Ini tentunya perlu juga ada perhatian dari pemerintah,” kuncinya.(gel)

MANADOPOST.ID—Salah satu organisasi kepemudaan, Karang Taruna, mendapat alokasi anggaran cukup besar dalam RAPBD 2022.

Dari data yang diperoleh, Karang Taruna mendapat anggaran di Dinas Sosial sebesar Rp 500 juta dan di Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Rp 750 juta.

Dalam pembahasan antara Banggar dan TAPD, Selasa (16/11) kemarin, Kepala Dinas Sosial Rinny Tamuntuan menjelaskan, anggaran tersebut untuk pemberdayaan para pemuda yang ada di desa dan kelurahan.

“Anggaran Karang Taruna ini dimanfaatkan untuk pemberdayaan pemuda. Bisa melalui kegiatan keagamaan, kesenian, olahraga, atau lainnya yang diusulkan melalui permohonan dari masing-masing desa atau kelurahan,” terangnya.

Penggunaan anggaran ini pun ditegaskan Tamuntuan sangat jelas. “Hanya bisa digunakan oleh desa atau kelurahan yang ada struktur kepengurusan Karang Taruna,” tandasnya.

Di sisi lain pada kesempatan yang sama, legislator DPRD Sulut Raski Mokodompit mengapresiasi Pemprov Sulut yang memberi perhatian pada Karang Taruna.

“Kita tahu Karang Taruna adalah organisasi pemuda yang ada di desa-desa. Banyak kegiatan di pedesaan yang memang layak didukung anggaran,” sebutnya.

Bahkan, Ketua Fraksi Partai Golkar ini menyebut istilah yang dipopulerkan Presiden RI pertama Soekarni. “Berikan saya 10 pemuda, niscaya ku guncangkan dunia. Artinya, pemuda perlu dukungan dari pemerintah,” lanjutnya, sembari menambahkan, apalagi kepengurusan Karang Taruna di pusat diisi dengan figur-figur terbaik, termasuk Rio Dondokambey yang adalah Bendahara Umum Karang Taruna.

Hanya saja, Raski ingatkan pemerintah jika organisasi pemuda bukan saja Karang Taruna. “Ada FKKPI, ada juga Pemuda Muslimin Indonesia dan lainnya. Ini tentunya perlu juga ada perhatian dari pemerintah,” kuncinya.(gel)

Most Read

Artikel Terbaru

/