29C
Manado
Sabtu, 6 Maret 2021

OD Minta Hindari Lokasi Rawan Bencana, OPD Wajib Siaga

MANADOPOST.ID—Bumi Nyiur Melambai dalam beberapa hari terakhir, masih dilanda cuaca ekstrem. Hujan dengan intensitas lebat disertai angin dan gelombang tinggi terjadi. Menyikapi akan potensi bencana, Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey (OD) meminta masyarakat mengindari lokasi-lokasi berpotensi terjadi bencana.

OD meminta masyarakat yang berada di lokasi potensi bencana sementara waktu mengungsikan diri ke tempat lebih aman. “Masyarakat Sulut harus waspada. Apalagi saat ini curah hujan tinggi. Jauhi tempat-tempat membahayakan, seperti pesisir pantai, bantaran sungai, lokasi rawan longsor,” tuturnya, Minggu (17/1) kemarin.

OD meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan instansi terkait untuk selalu siaga di dekat lokasi rawan bencana.

“BPBD provinsi, kabupaten/kota semua harus siap siaga jika terjadi bencana. Saya minta juga agar instansi terkait untuk tidak tidur dan tetap siaga dilokasi bencana. Minimalisir semua potensi-potensi bencana yang ada. Dan saya juga minta agar semua instansi terkait mengecek kondisi peralatan. Usahakan, semua dalam kondisi sehat dan berfungsi,” bebernya.

Kepala BPBD Sulut Joy Oroh mengatakan, belum ada laporan bencana di luar Manado. Semua upaya penyaluran bantuan, mulai dari bahan makanan, pakaian, hingga air bersih, masih terpusat di Manado. Namun belum ada laporan pembukaan tempat evakuasi.

“Warga di daerah rawan longsor dan banjir harus siaga evakuasi mandiri. Bisa menuju rumah saudara yang paling dekat dan aman. Apalagi, Sulut sudah berstatus siaga bencana sejak 21 Desember 2020,” imbuhnya.

Oroh mengatakan pihaknya sedang standby atas peringatan yang dikeluarkan BMKG. Koordinasi dengan BPBD kabupaten/kota terus dilakukan untuk memonitoring kondisi di lapangan.

“Kita terus mengupdate informasi dari BMKG. Tim juga sudah dilokasi untuk melakukan pemantauan. Jika masih terjadi peningkatan debit air, maka segera mungkin kita evakuasi. Masyarakat tidak perlu terpancing dengan isu-isu yang ada di media sosial,” tuturnya.

BPBD di 15 kabupaten/kota menurut Oroh, setiap saat tetap akan stand by dengan koordinasi dengan BMKG. Banyak masyarakat yang saat ini sudah mengungsi ke tempat tinggi, itu menurutnya adalah hal yang wajar dilakukan masyarakat karena curah hujan yang tinggi.

“Memang perlu adanya kewaspadaan yang tinggi dari masyarakat. Dan saya juga perlu ingatkan bahwa semua surat-surat penting, agar bisa diamankan,” jelasnya.

Hingga Minggu siang, hujan berintensitas sedang masih turun disertai angin kencang. BMKG memprediksi hujan akan turun sepanjang hari di seluruh Sulut. Curah hujan sehari sebelumnya mencapai 88 milimeter per hari. Namun, hujan akan mereda mulai Senin (18/1) dan dua hari berikutnya. (ewa/gel)

Artikel Terbaru