26.6 C
Manado
Jumat, 30 Oktober 2020

Ini Pesan Dokter Harijanto Agar Penyebaran Covid-19 Tidak Meluas

MANADOPOST.ID – Pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Sulawesi Utara (Sulut) dimulai sejak 14 Maret yang lalu. Para dokter ahli punya pendapat masing-masing soal ini.

Dr Paulus Novian Harijanto Sp.PD-KPTI FINASIM misalnya. Dokter Senior Ahli Penyakit Dalam di RS Bethesda Tomohon ini mengatakan, perlu adanya kerja sama atau pengertian dan kesiplinan masyarakat dalam menghadapi pandemi.

“Artinya, Covid-19 sudah ada di sekitar kita. Jaga agar tidak terjadi penularan lebih. Karena bila penularan berlanjut dengan skala besar, maka jumlah yang sakit akan banyak dan pasti jumlah fasilitas kesehatan kita tidak akan cukup. Belajar dari China, USA, Italia, Jerman, Perancis dan lain-lain,” beber Dr Harijanto dalam diskusi yang diarahkan Dirut Manado Post Suhendro Boroma dan Pemred MP Tommy Waworundeng, Senin (20/4).

Cara lain agar tidak menular secara meluas adalah mengikuti anjuran WHO dan pemerintah. Seperti tinggal di rumah atau membatasi keluar rumah, menghindari kerumunan, jaga jarak antar manusia, menjaga kebersihan dan memakai masker.

Dokter ahli ini juga menyebut pemuka masyarakat lintas desa dan agama harus mengambil bagian untuk memberikan contoh dalam menghambat penularan tersebut.

“Ingat keberhasilan dalam menekan kasus Covid-19 ini ialah peran masyarakat untuk bisa kerja sama dan disiplin dalam melaksanakan hal-hal yang sudah disebutkan tadi,” ucapnya.

Ada juga beberapa catatan penting dari dokter Harijanto dalam diskusi secara virtual tadi. Kesiapan fasilitas kesehatan/RS/Puskesmas dan tenaga kesehatan di Sulawesi Utara.

Diketahui fasilitas kesehatan di Sulut terbatas. Itulah kenapa, fasilitas harus disiapkan untuk menangani pasien yang berat , yang memerlukan pertolongan alat medik.

“Kita sudah ketahui bersama penyakit Covid-19 ini 80 persen gejalanya ringan dan bisa sembuh sendiri dan tidak memerlukan perawatan RS. Yang diperlukan ialah isolasi rumah supaya tidak menularkan penyakit ke keluarga, orang lain dan masyarakat lainnya. Kemudian, 15 persennya sakit sedang yang memerlukan pertolongan dan perawatan RS dan hanya 5 persen yang memerlukan alat khusus (alat bantu pernafasan) untuk mengobati pasien. Bila jumlah pasien Covid-19 ini menjadi banyak akhirnya RS kita tidak bisa menampung lagi, harus disiapkan RS darurat dan juga diperlukan tenaga kesehatan yang banyak,” terang Dr Paulus. (Lina)

-

Artikel Terbaru

Limpahkan Kasus ASN `Nakal` ke KASN

MANADOPOST.ID---Kasus dugaan pelanggaran netralitas ASN Kotamobagu berinisial SA, segera dilimpahkan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Bocah 7 Tahun Asal Mitra Ditetapkan Kasus Suspek

MANADOPOST.ID—Bocah laki-laki 7 Tahun asal Kecamatan Tombatu Utara, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) ditetapkan kasus suspek terbaru, berdasarkan data Satgas Covid-19 Mitra, Kamis (29/10) kemarin.

Polres Minsel Ciduk Lima Tersangka Togel

MANADOPOST.ID—Tim Reserse Mobile (Resmob) Satuan Reserse Kriminal Polres Minahasa Selatan (Minsel), mengamankan lima tersangka kasus judi togel yang beroperasi di Kecamatan Tumpaan dan Kecamatan Tatapaan, Kabupaten Minsel.

Pantai Malalayang Jadi TPS Sementara

MANADOPOST.ID---Kelurahan Malalayang Satu dijadikan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) sementara. Pantauan Manado Post, sampah dari semua kelurahan di Kecamatan Malalayang di buang

Terangi Empat Desa di Morowali Utara, PLN Ukir Sejarah di 75 Tahun Indonesia Merdeka

MANADOPOST.ID – PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo) melalui Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan Sulawesi Tengah kembali berhasil melistriki desa