25.4 C
Manado
Selasa, 28 Juni 2022

Banner Mobile (Anymind)

Soal Proyeksi Puncak Covid-19 di Manado, Ini Pandangan Agus Budiharso

- Advertisement -

MANADOPOST.ID – Jumlah penduduk Kota Manado berdasarkan data statistik BPS Kota Manado adalah sebesar 427.906 orang.

Agus Santoso Budiharso selaku Koordinator Wilayah Ikatan Geograf Indonesia Sulut menilai, jika dilihat dari kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Sulut dengan menggunakan pemodelan Chime dengan Arcgis Pro versi 2.5 dan dirancang 100 hari ke depan, puncak Covid-19 Manado menembus angka 12.923 jiwa.

Hal ini terjadi apabila social distancing rendah. Dan kemungkinan besar dari yang terinfeksi virus corona, 12.856 orang akan sembuh.

“Puncak grafik pandemi dalam hal ini jumlah yang rentan, yang terinfeksi dan yang sembuh kemungkinan akan terjadi pada periode tanggal 2 sampai 5 Juni 2020,” kata Budiharso dalam diskusi yang diarahkan Dirut Manado Post Suhendro Boroma dan Pemred MP Tommy Waworundeng, Senin (20/4).

- Advertisement -

Menurutnya, hasil simulasi yang sama dengan mengganti parameter social distancing menjadi 30 persen, ternyata puncak pandemi akan berkurang dan waktu untuk mencapai puncaknya juga menjadi lebih lama.

“Pada kondisi ini, orang yang kemungkinan besar akan terinfeksi akan berjumlah 9.303 orang, yang akan tercapai pada periode tanggal 17 sampai 20 Juni 2020. Pada saat yang sama orang yang akan sembuh mencapai 14.234 orang.
Apabila kebijakan social distancing ditingkatkan lagi menjadi 50 persen maka puncak pandemi di Manado akan semakin turun yaitu orang yang kemungkinan akan terinfeksi berjumlah 4.538 orang dan terjadi pada periode 20 sampai 23 Juli 2020,” ungkap dia.

Agar jelasnya, maka dapat dilihat pada Grafik Proyeksi Tingkat Susceptibilitas, Infected, dan Recovered. “Kebijakan social distancing perlu diterapkan secara massif selain kebijakan lainnya untuk menekan laju persebaran Covid-19 di Manado,” tukasnya.

Diskusi ini juga menghadirkan narasumber seperti Ketua IDI Sulut Dr Fanky Maramis MKes PKK SpKT, Dokter Senior Ahli Penyakit Dalam di RS Bethesda Tomohon Dr Paulus Novian Harijanto Sp.PD-KPTI FINASIM, Akademisi dan Ahli Neurosaintis Indonesia Dr dr Taufiq Pasiak MKes MPd, Prof Dosen FMIPA Unsrat Dr Trina Tallei, Akademisi/Dosen Unika De La Salle Dr Valentino Lumowa, Dosen FKM Unsrat Dr dr Grace Esther Caroline Korompis MHSM, Koordinator Wilayah Ikatan Geograf Indonesia Sulawesi Utara Agus Santoso Budiharso, dan Sekum BPMS GMIM Evert Tangel. (Lina Pendong)

MANADOPOST.ID – Jumlah penduduk Kota Manado berdasarkan data statistik BPS Kota Manado adalah sebesar 427.906 orang.

Agus Santoso Budiharso selaku Koordinator Wilayah Ikatan Geograf Indonesia Sulut menilai, jika dilihat dari kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Sulut dengan menggunakan pemodelan Chime dengan Arcgis Pro versi 2.5 dan dirancang 100 hari ke depan, puncak Covid-19 Manado menembus angka 12.923 jiwa.

Hal ini terjadi apabila social distancing rendah. Dan kemungkinan besar dari yang terinfeksi virus corona, 12.856 orang akan sembuh.

“Puncak grafik pandemi dalam hal ini jumlah yang rentan, yang terinfeksi dan yang sembuh kemungkinan akan terjadi pada periode tanggal 2 sampai 5 Juni 2020,” kata Budiharso dalam diskusi yang diarahkan Dirut Manado Post Suhendro Boroma dan Pemred MP Tommy Waworundeng, Senin (20/4).

Menurutnya, hasil simulasi yang sama dengan mengganti parameter social distancing menjadi 30 persen, ternyata puncak pandemi akan berkurang dan waktu untuk mencapai puncaknya juga menjadi lebih lama.

“Pada kondisi ini, orang yang kemungkinan besar akan terinfeksi akan berjumlah 9.303 orang, yang akan tercapai pada periode tanggal 17 sampai 20 Juni 2020. Pada saat yang sama orang yang akan sembuh mencapai 14.234 orang.
Apabila kebijakan social distancing ditingkatkan lagi menjadi 50 persen maka puncak pandemi di Manado akan semakin turun yaitu orang yang kemungkinan akan terinfeksi berjumlah 4.538 orang dan terjadi pada periode 20 sampai 23 Juli 2020,” ungkap dia.

Agar jelasnya, maka dapat dilihat pada Grafik Proyeksi Tingkat Susceptibilitas, Infected, dan Recovered. “Kebijakan social distancing perlu diterapkan secara massif selain kebijakan lainnya untuk menekan laju persebaran Covid-19 di Manado,” tukasnya.

Diskusi ini juga menghadirkan narasumber seperti Ketua IDI Sulut Dr Fanky Maramis MKes PKK SpKT, Dokter Senior Ahli Penyakit Dalam di RS Bethesda Tomohon Dr Paulus Novian Harijanto Sp.PD-KPTI FINASIM, Akademisi dan Ahli Neurosaintis Indonesia Dr dr Taufiq Pasiak MKes MPd, Prof Dosen FMIPA Unsrat Dr Trina Tallei, Akademisi/Dosen Unika De La Salle Dr Valentino Lumowa, Dosen FKM Unsrat Dr dr Grace Esther Caroline Korompis MHSM, Koordinator Wilayah Ikatan Geograf Indonesia Sulawesi Utara Agus Santoso Budiharso, dan Sekum BPMS GMIM Evert Tangel. (Lina Pendong)

Most Read

Artikel Terbaru

/