31.4 C
Manado
Rabu, 6 Juli 2022

Luar Biasa! Mahasiswa Unima Teliti Soal Komunitas Kabasaran, Lombok Bilang Begini

MANADOPOST.ID—Wakil Ketua DPRD Sulut Billy Lombok menerima kedatangan Tim Peneliti Mahasiswa yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Unima, Jumat (17/9), pekan lalu.

Para mahasiswa ini membawa hasil penelitian mereka berbentuk policy brief atau ringkasan kebijakan terkait kebudayaan Minahasa, kepada DPRD Sulut sebagai stakeholder pembentuk peraturan perundang-undangan.

Diungkapkan Lombok, tim yang datang ini merupakan yang lolos seleksi nasional penelitian Program Kreativitas Mahasiswa yang diselenggarakan Kemenristekdikti.

“Hasil penelitian mereka yang berjudul  ‘Peran Komunitas Kabasaran Dalam Menjaga Identitas Kebudayaan Minahasa’ membahas tentang lika-liku para pelaku budaya khususnya Komunitas Tari Kabasaran dalam melestarikan budaya Minahasa,” jelas Lombok.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Politikus Demokrat itu berterima kasih atas hasil penelitian para mahasiswa ini, yang dapat menjadi aspirasi bagi DPRD Sulut untuk dibuatkan payung hukum penunjang bagi komunitas-komunitas kebudayaan tersebut.

“DPRD Sulut ke depannya dapat terus bersinergi dengan pihak universitas, dan kelompok-kelompok akademik manapun juga, untuk menunjang kinerja kami sebagai pembentuk peraturan perundang-undangan. Saya mengapresiasi dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para mahasiswa FIS Unima ini yang telah berhasil menyusun policy brief sebagai bekal bagi kami dalam menyusun kebijakan kedepannya,” tandasnya.

Di sisi lain dosen pembimbing Eka Yuliana Rahman SPd MPd mengatakan, tim ini melakukan penelitian tentang bagaimana perjuangan para Komunitas Tari Kabasaran untuk terus bertahan dalam melestarikan kebudayaan Minahasa, di tengah berbagai kesulitan, terutama pandemi Covid-19 yang mengakibatkan dunia pariwisata sangat lesu.

“Tantangan yang dihadapi oleh Komunitas Kabasaran ini adalah kurangnya promosi kebudayaan Minahasa. Mereka bahkan sangat sulit untuk sekadar merawat peralatan tari saja. Apabila ingin mengajukan permohonan dana kepada pemerintah, mereka diwajibkan harus berbadan hukum. Sedangkan komunitas – komunitas seperti ini lebih kepada komunitas kebudayaan yang tidak mengerti hukum sama sekali,” jelasnya.

Kemudian PD 3 FIS Unima Recky Sendow PhD sangat berharap mahasiswa bisa lebih banyak menghasilkan penelitian-penelitian seperti ini untuk menunjang prestasi mereka.

Policy brief yang diterima langsung Billy Lombok ini dibawa langsung mahasiswa yang terdiri dari Ketua Peneliti Meive Greyne Kudampa, para anggota Elias Paulus Rivaldo Lala, Eni Sunarti, dan Refinno Naflalia. Hadir juga Dosen Pembimbing Eka Yuliana Rahman dan Pembantu Dekan III FIS Unima Recky Sendow.(gel)

MANADOPOST.ID—Wakil Ketua DPRD Sulut Billy Lombok menerima kedatangan Tim Peneliti Mahasiswa yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Unima, Jumat (17/9), pekan lalu.

Para mahasiswa ini membawa hasil penelitian mereka berbentuk policy brief atau ringkasan kebijakan terkait kebudayaan Minahasa, kepada DPRD Sulut sebagai stakeholder pembentuk peraturan perundang-undangan.

Diungkapkan Lombok, tim yang datang ini merupakan yang lolos seleksi nasional penelitian Program Kreativitas Mahasiswa yang diselenggarakan Kemenristekdikti.

“Hasil penelitian mereka yang berjudul  ‘Peran Komunitas Kabasaran Dalam Menjaga Identitas Kebudayaan Minahasa’ membahas tentang lika-liku para pelaku budaya khususnya Komunitas Tari Kabasaran dalam melestarikan budaya Minahasa,” jelas Lombok.

Politikus Demokrat itu berterima kasih atas hasil penelitian para mahasiswa ini, yang dapat menjadi aspirasi bagi DPRD Sulut untuk dibuatkan payung hukum penunjang bagi komunitas-komunitas kebudayaan tersebut.

“DPRD Sulut ke depannya dapat terus bersinergi dengan pihak universitas, dan kelompok-kelompok akademik manapun juga, untuk menunjang kinerja kami sebagai pembentuk peraturan perundang-undangan. Saya mengapresiasi dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para mahasiswa FIS Unima ini yang telah berhasil menyusun policy brief sebagai bekal bagi kami dalam menyusun kebijakan kedepannya,” tandasnya.

Di sisi lain dosen pembimbing Eka Yuliana Rahman SPd MPd mengatakan, tim ini melakukan penelitian tentang bagaimana perjuangan para Komunitas Tari Kabasaran untuk terus bertahan dalam melestarikan kebudayaan Minahasa, di tengah berbagai kesulitan, terutama pandemi Covid-19 yang mengakibatkan dunia pariwisata sangat lesu.

“Tantangan yang dihadapi oleh Komunitas Kabasaran ini adalah kurangnya promosi kebudayaan Minahasa. Mereka bahkan sangat sulit untuk sekadar merawat peralatan tari saja. Apabila ingin mengajukan permohonan dana kepada pemerintah, mereka diwajibkan harus berbadan hukum. Sedangkan komunitas – komunitas seperti ini lebih kepada komunitas kebudayaan yang tidak mengerti hukum sama sekali,” jelasnya.

Kemudian PD 3 FIS Unima Recky Sendow PhD sangat berharap mahasiswa bisa lebih banyak menghasilkan penelitian-penelitian seperti ini untuk menunjang prestasi mereka.

Policy brief yang diterima langsung Billy Lombok ini dibawa langsung mahasiswa yang terdiri dari Ketua Peneliti Meive Greyne Kudampa, para anggota Elias Paulus Rivaldo Lala, Eni Sunarti, dan Refinno Naflalia. Hadir juga Dosen Pembimbing Eka Yuliana Rahman dan Pembantu Dekan III FIS Unima Recky Sendow.(gel)

Most Read

Artikel Terbaru

/