26.4 C
Manado
Selasa, 5 Juli 2022

Di Hadapan PT Pertamina, Tjanggulung Minta Benahi Pelayanan BBM di Talaud

MANADOPOST.ID—Kembali masalah BBM di daerah kepulauan terangkat di DPRD Provinsi Sulut. Disampaikan langsung anggota DPRD Dapil Nusa Utara Sherly Tjanggulung, ketika rapat dengar pendapat (RDP) gabungan komisi, Selasa (19/10), dengan PT Pertamina Sulutgo, Hiswana Migas, dan Pemprov Sulut.

Politikus NasDem ini khusus menyorot mengenai pelayanan stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) yang dinilainya belum maksimal. Khususnya yang berada di wilayah Beo dan Melonguane.

Menurutnya, pelayanan yang diberikan Pertamina sangat buruk. Bahkan tempatnya kotor, serta belum memiliki mesin dispenser hanya memakai alat ukur liter atau manual. “Kalau masih manual dengan menggunakan alat ukur liter, volumenya diragukan,” sesal Tjanggulung.

Tak hanya itu, dia melanjutkan, jam operasional di SPBU Melonguane, Talaud, membuat banyak orang harus antre panjang. Karena hanya beberapa jam saja.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Pelayanan oprasionalnya dibuka di atas jam 9 lewat dan ditutup jam 4 sore. Saya alami hal tersebut saat mau mengisi bensin jam 4 lewat 10 menti. Mobil-mobil yang mengantre sudah didalam dan pagarnya ditutup. Padahal jam tutupnya jam 5 sore. Saat bertanya kepada pekerja di tempat itu, mereka terlihat tidak senang dan wajah mereka tidak enak dilihat. Begitu menakutkan. Mukanya ketus dan sangat menyeramkan. Mau lihat saja sudah emosi duluan. Ini tidak seperti pelayanan di Kota Manado, pekerjanya begitu ramah,” urainya.

Ruas jalan yang ada di SPBU Molonguane pun, dikeluhkan Tjanggulung. “Jalannya berlubang-lubang, kalau hujan pastinya penuh becek,” tukas personel Komisi III DPRD Sulut ini.

Tjanggulung meminta pihak Pertamina melakukan pengawasan, khususnya di Kepulauan Talaud. “Saya selama ini tidak tahu mau bicara ke mana. Jadi saat hearing ini saya bicara. Karena ini fakta dan terjadi di kehidupan masyarakat,” tambahnya.

Diapun mengusulkan pada PT Pertamina untuk membangun Depot Pertamina di Kabupaten Talaud. “Kalau ada Depot Pertamina bisa ada pelayanan BBM yang memuaskan bagi masyarakat di daerah Kepulauan Talaud,” pungkasnya.(gel)

MANADOPOST.ID—Kembali masalah BBM di daerah kepulauan terangkat di DPRD Provinsi Sulut. Disampaikan langsung anggota DPRD Dapil Nusa Utara Sherly Tjanggulung, ketika rapat dengar pendapat (RDP) gabungan komisi, Selasa (19/10), dengan PT Pertamina Sulutgo, Hiswana Migas, dan Pemprov Sulut.

Politikus NasDem ini khusus menyorot mengenai pelayanan stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) yang dinilainya belum maksimal. Khususnya yang berada di wilayah Beo dan Melonguane.

Menurutnya, pelayanan yang diberikan Pertamina sangat buruk. Bahkan tempatnya kotor, serta belum memiliki mesin dispenser hanya memakai alat ukur liter atau manual. “Kalau masih manual dengan menggunakan alat ukur liter, volumenya diragukan,” sesal Tjanggulung.

Tak hanya itu, dia melanjutkan, jam operasional di SPBU Melonguane, Talaud, membuat banyak orang harus antre panjang. Karena hanya beberapa jam saja.

“Pelayanan oprasionalnya dibuka di atas jam 9 lewat dan ditutup jam 4 sore. Saya alami hal tersebut saat mau mengisi bensin jam 4 lewat 10 menti. Mobil-mobil yang mengantre sudah didalam dan pagarnya ditutup. Padahal jam tutupnya jam 5 sore. Saat bertanya kepada pekerja di tempat itu, mereka terlihat tidak senang dan wajah mereka tidak enak dilihat. Begitu menakutkan. Mukanya ketus dan sangat menyeramkan. Mau lihat saja sudah emosi duluan. Ini tidak seperti pelayanan di Kota Manado, pekerjanya begitu ramah,” urainya.

Ruas jalan yang ada di SPBU Molonguane pun, dikeluhkan Tjanggulung. “Jalannya berlubang-lubang, kalau hujan pastinya penuh becek,” tukas personel Komisi III DPRD Sulut ini.

Tjanggulung meminta pihak Pertamina melakukan pengawasan, khususnya di Kepulauan Talaud. “Saya selama ini tidak tahu mau bicara ke mana. Jadi saat hearing ini saya bicara. Karena ini fakta dan terjadi di kehidupan masyarakat,” tambahnya.

Diapun mengusulkan pada PT Pertamina untuk membangun Depot Pertamina di Kabupaten Talaud. “Kalau ada Depot Pertamina bisa ada pelayanan BBM yang memuaskan bagi masyarakat di daerah Kepulauan Talaud,” pungkasnya.(gel)

Most Read

Artikel Terbaru

/