24.4 C
Manado
Minggu, 26 Juni 2022

Banner Mobile (Anymind)

Ada 3 Bahaya Besar yang Bikin Nilai-nilai Pancasila Tergerus, Perlu Diantisipasi

- Advertisement -

MANADOPOST.ID-Nilai-nilai Pancasila dinilai mulai tergerus/terdegradasi dengan 3 bahaya di era globalisasi saat ini. Hal itu dikatakan salah satu Tim Ahli DPRD Sulut, Eugineu Paransi.

Dosen Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) ini menerangkan, 3 bahaya tersebut yakni individualisme, materialisme dan sekularisme.

“Nilai-nilai Pancasila mengalami degradasi saat ini. Seperti kita dulu ada penanaman nilai di pelajaran pendidikan moral Pancasila, P4 dan lainnya,” ujar Paransi dalam pembekalan wawasan kebangsaan oleh Kapolda Sulut, Selasa (21/6) di ruang paripurna DPRD Sulut.

Lebih jauh diterangkan mantan Ketua KPU Manado itu, anak muda saat ini sangat perlu ditanamkan soal nilai-nilai yang dimaksud.

- Advertisement -

“Kecenderungan kita di era moderenisasi dan makin canggih ini ada 3 bahaya besar. Pertama bahaya individualisme. Dimana kita sebagai manusia Indonesia semakin ekosentris, berpusat pada diri sendiri. Sehingga nilai-nilai kekerabatan, persaudaraan, kekeluargaan semakin hari makin terkikis,” kata Paransi.

Kedua, lanjutnya, adalah bahaya materialisme. Menurutnya ini sangat kental dalam kehidupan setiap hari.

“Ketiga, sekularisme. Ini luar biasa merasuk ke mana-mana bahkan sampai ke lembaga keagamaan sekalipun. Memang kita bukan negara agama. Tapi kita adalah orang-orang yang beragama. Jadi saya tekankan bahwa kita bukan negara sekuler ataupun negara agama. Tapi kita negara yang orang-orangnya beragama,” tegasnya.

Untuk itu, kata dia, perlu cara bagaimana penanaman yang baik ke masyarakat. Apa lagi generasi muda.

“Sebab pergeserannya ini luar bisa terjadi dalam tatanan kehidupan, terutama bagi menyelamatkan generasi muda yang cinta tanah air, rasa nasionalisme dan pratriotisme,” tutupnya. (ando)

MANADOPOST.ID-Nilai-nilai Pancasila dinilai mulai tergerus/terdegradasi dengan 3 bahaya di era globalisasi saat ini. Hal itu dikatakan salah satu Tim Ahli DPRD Sulut, Eugineu Paransi.

Dosen Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) ini menerangkan, 3 bahaya tersebut yakni individualisme, materialisme dan sekularisme.

“Nilai-nilai Pancasila mengalami degradasi saat ini. Seperti kita dulu ada penanaman nilai di pelajaran pendidikan moral Pancasila, P4 dan lainnya,” ujar Paransi dalam pembekalan wawasan kebangsaan oleh Kapolda Sulut, Selasa (21/6) di ruang paripurna DPRD Sulut.

Lebih jauh diterangkan mantan Ketua KPU Manado itu, anak muda saat ini sangat perlu ditanamkan soal nilai-nilai yang dimaksud.

“Kecenderungan kita di era moderenisasi dan makin canggih ini ada 3 bahaya besar. Pertama bahaya individualisme. Dimana kita sebagai manusia Indonesia semakin ekosentris, berpusat pada diri sendiri. Sehingga nilai-nilai kekerabatan, persaudaraan, kekeluargaan semakin hari makin terkikis,” kata Paransi.

Kedua, lanjutnya, adalah bahaya materialisme. Menurutnya ini sangat kental dalam kehidupan setiap hari.

“Ketiga, sekularisme. Ini luar biasa merasuk ke mana-mana bahkan sampai ke lembaga keagamaan sekalipun. Memang kita bukan negara agama. Tapi kita adalah orang-orang yang beragama. Jadi saya tekankan bahwa kita bukan negara sekuler ataupun negara agama. Tapi kita negara yang orang-orangnya beragama,” tegasnya.

Untuk itu, kata dia, perlu cara bagaimana penanaman yang baik ke masyarakat. Apa lagi generasi muda.

“Sebab pergeserannya ini luar bisa terjadi dalam tatanan kehidupan, terutama bagi menyelamatkan generasi muda yang cinta tanah air, rasa nasionalisme dan pratriotisme,” tutupnya. (ando)

Most Read

Artikel Terbaru

/