24.4 C
Manado
Sabtu, 13 Agustus 2022

KPU Optimis Partisipasi Pemilih 77,5 Persen

MANADOPOST.ID—Target partisipasi pemilih di pemilihan gubernur tahun 2020 dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulut 77,5 persen. Ini disampaikan Komisioner KPU Sulut Salman Saelangi pada wartawan, kemarin.

Dia mengatakan, saat ini jajaran KPU kerap turun ke lapangan untuk lakukan monitoring. Terkait pelaksanaan kampanye, apakah sudah sesuai protokol kesehatan pencegahan Covid-19 atau belum.

“Kita juga menguji, apakah regulasi yang dikeluarkan sudah dilakukan atau masih ada kesulitan. Ini instruksi langsung KPU RI, yang minta kita monitoring. Dari sisi regulasi apa bisa dilakukan atau paslon masih ada kesulitan,” sebutnya, sembari mengakui, ditemukan masih ada paslon belum sepenuhnya melakukan protokol kesehatan.

Lebih jauh mengenai optimisme pelaksanaan pilgub 9 Desember mendatang, Salman menuturkan, sebagai penyelenggara pihaknya yakin partisipasi pemilih bisa capai target. Yakni 77,5 persen.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Ini bisa kita lihat dari animo peserta seleksi KPPS yang membludak. Tentu itu menjadi penilaian jika masyarakat antusias menyambut pesta demokrasi nanti,” sebut Salman.

Kerja-kerja KPU ini, lanjutnya, diikuti dengan upaya mengantisipasi penyebaran Covid-19. Khususnya bagi penyelenggara yang ada di jajaran paling bawah. Yakni penyediaan alat pelindung diri (APD) serta sudah ikut swab test. “

Kita memastikan kesiapan APD bagi penyelenggara. Begitu juga dengan pemilih, wajib menggunakan APD ketika menyalurkan hak pilihnya di seluruh TPS,” tuturnya.

Sahelangi mengatakan dalam upaya menyukseskan tahapan Pilkada serentak 2020, KPU akan melakukan simulasi cara pemungutan dan penghitungan suara di TPS. “Agar masyarakat lebih memahami seperti apa tatacara pemungutan suara di tengah pandemi Covid-19,” kuncinya.(gel)

MANADOPOST.ID—Target partisipasi pemilih di pemilihan gubernur tahun 2020 dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulut 77,5 persen. Ini disampaikan Komisioner KPU Sulut Salman Saelangi pada wartawan, kemarin.

Dia mengatakan, saat ini jajaran KPU kerap turun ke lapangan untuk lakukan monitoring. Terkait pelaksanaan kampanye, apakah sudah sesuai protokol kesehatan pencegahan Covid-19 atau belum.

“Kita juga menguji, apakah regulasi yang dikeluarkan sudah dilakukan atau masih ada kesulitan. Ini instruksi langsung KPU RI, yang minta kita monitoring. Dari sisi regulasi apa bisa dilakukan atau paslon masih ada kesulitan,” sebutnya, sembari mengakui, ditemukan masih ada paslon belum sepenuhnya melakukan protokol kesehatan.

Lebih jauh mengenai optimisme pelaksanaan pilgub 9 Desember mendatang, Salman menuturkan, sebagai penyelenggara pihaknya yakin partisipasi pemilih bisa capai target. Yakni 77,5 persen.

“Ini bisa kita lihat dari animo peserta seleksi KPPS yang membludak. Tentu itu menjadi penilaian jika masyarakat antusias menyambut pesta demokrasi nanti,” sebut Salman.

Kerja-kerja KPU ini, lanjutnya, diikuti dengan upaya mengantisipasi penyebaran Covid-19. Khususnya bagi penyelenggara yang ada di jajaran paling bawah. Yakni penyediaan alat pelindung diri (APD) serta sudah ikut swab test. “

Kita memastikan kesiapan APD bagi penyelenggara. Begitu juga dengan pemilih, wajib menggunakan APD ketika menyalurkan hak pilihnya di seluruh TPS,” tuturnya.

Sahelangi mengatakan dalam upaya menyukseskan tahapan Pilkada serentak 2020, KPU akan melakukan simulasi cara pemungutan dan penghitungan suara di TPS. “Agar masyarakat lebih memahami seperti apa tatacara pemungutan suara di tengah pandemi Covid-19,” kuncinya.(gel)

Most Read

Artikel Terbaru

/