alexametrics
29.4 C
Manado
Sabtu, 21 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Tarian Maengket Diusulkan Masuk ke Ranperda Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan

MANADOPOST.ID- Gubernur Sulut Olly Dondokambey menyampaikan penjelasan atas rancangan peraturan daerah (Ranperda) tentang rencana induk pembangunan kepariwisataan Provinsi Sulut 2022-2025 dalam rapat paripurna DPRD, Jumat (22/4).

Terkait hal itu, Anggota DPRD Sulut, Sandra Rondunowu pun memberikan usulannya.
Namun sebelumnya, dia menceritakan tentang kisah Presiden RI pertama yakni Ir Soekarno.

“Bung Karno mengadakan kunjungan ke luar negeri, beliau selalu membawa seorang tokoh yang bernama Prof Sardoyo Waluyo Kusumo. Beliau adalah tokoh tari kontemporer yang menciptakan karya seni, tari kontemporer, koreografi dan sebagainya,” kata Sandra.

Dan kemudian, lanjut politisi PDI Perjuangan ini, sesuai hasil penelitian, Sardoyo mengatakan bahwa dari seluruh tarian di Indonesia, hanya Tarian maengket dan Kapela yang menunjukkan adanya budaya egaliter.

“Nah karena Maengket jadi tarian pergaulan dan cocok dijadikan diplomasi kebudayaan termasuk kepariwisataan, saya usulkan Tarian Maengket dan Kapela dimasukan dalam BAB ketika penyusunan ranperda nanti,” serunya.

Dirinya berharap hal itu bisa jadi perhatian pemerintah dan panitia khusus yang nantinya akan lakukan pembahasan. (ando)

MANADOPOST.ID- Gubernur Sulut Olly Dondokambey menyampaikan penjelasan atas rancangan peraturan daerah (Ranperda) tentang rencana induk pembangunan kepariwisataan Provinsi Sulut 2022-2025 dalam rapat paripurna DPRD, Jumat (22/4).

Terkait hal itu, Anggota DPRD Sulut, Sandra Rondunowu pun memberikan usulannya.
Namun sebelumnya, dia menceritakan tentang kisah Presiden RI pertama yakni Ir Soekarno.

“Bung Karno mengadakan kunjungan ke luar negeri, beliau selalu membawa seorang tokoh yang bernama Prof Sardoyo Waluyo Kusumo. Beliau adalah tokoh tari kontemporer yang menciptakan karya seni, tari kontemporer, koreografi dan sebagainya,” kata Sandra.

Dan kemudian, lanjut politisi PDI Perjuangan ini, sesuai hasil penelitian, Sardoyo mengatakan bahwa dari seluruh tarian di Indonesia, hanya Tarian maengket dan Kapela yang menunjukkan adanya budaya egaliter.

“Nah karena Maengket jadi tarian pergaulan dan cocok dijadikan diplomasi kebudayaan termasuk kepariwisataan, saya usulkan Tarian Maengket dan Kapela dimasukan dalam BAB ketika penyusunan ranperda nanti,” serunya.

Dirinya berharap hal itu bisa jadi perhatian pemerintah dan panitia khusus yang nantinya akan lakukan pembahasan. (ando)

Most Read

Artikel Terbaru

/