28.4 C
Manado
Rabu, 6 Juli 2022

109 Kandidat KPID Berebut 7 Kursi

MANADOPOST.ID—Seleksi calon Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulut dibanjiri ratusan pendaftar. Bahkan terbanyak dari sebelum-sebelumnya. Pembukaan seleksi digelar di Manado Town Square (Mantos) 3, Senin (21/9) kemarin.

Gubernur Olly Dondokambey membuka seleksi ini. Didahului dengan laporan dari Ketua Tim Seleksi (Timsel) Stefanus Vreeke Runtu (SVR). Dia mengatakan yang mendaftar sebanyak 137 orang.

“Seleksi awal adalah administrasi. Seleksi akan berjalan di sekretariat DPRD untuk memilih 21 orang yang kemudian akan diserahkan pada Komisi I DPRD Sulut untuk jalani fit and proper test,” sebut SVR.

Dia menekankan, seleksi akan berjalan sesuai aturan dan mengedepankan transparansi. “Kami pasti akan kedepankan transparansi dan profesionalitas dalam seleksi nanti,” tegasnya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Sementara Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw kesempatan itu menuturkan, penyiaran adalah ruang publik.

“Semangat seleksi KPID adalah di ruang publik dan milik rakyat. Agar pemerintah tidak masuk intervensi. Jadi secara nasional KPID dipilih di DPR RI. Ada timsel dan ditetapkan presiden. Demikian juga di provinsi. Dipilih di DPRD dan ditetapkan pak gubernur. Inilah bentuk kedulatan di tangan rakyat. Saya berharap timsel bekerja dengan baik. Karena kita memilih orang-orang yang mengawasi penyiaran,” kata AA, sembari mengucapkan selamat bekerja bagi timsel.

AA bahkan menyebut timsel saat ini sangat paripurna. Ada politikus senior, rektor, akademisi, birokrat senior, dan ada internal KPID yang sudah beberapa tahun di KPID.

Kemudian Gubernur Olly memuji terobosan DPRD Sulut yang melakukan seleksi dengan mengedepankan transparansi. “Diharapkan tim seleksi melakukan tugas dan tanggung jawab dengan transparan,” katanya. Selain itu, Olly pun bersyukur karena melihat kepesertaan yang mendaftar cukup banyak.

“Jumlah pendaftar kali ini adalah yang terbanyak. Kami harapkan apabila terpilih nanti, mari sama-sama bekerja, mengontrol apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab yang diberikan kepada bapak/ibu dalam rangka menjaga stabilitas pembangunan dan stabilitas keamanan di Sulut sehingga harapan masyarakat benar-benar dijalankan dengan baik,” pungkasnya.

Ketika diwawancarai, Olly menepis adanya jatah-jatahan untuk anggota KPID Sulut. “Pemprov dalam hal ini, hanya mengeluarkan SK terkait penentuan calon KPI. Jadi, saya berharap, segala proses seleksi akan menghasilkan komisioner yang benar-benar menjalankan fungsi pengawasan dalam penyiaran di Indonesia terlebih di Sulut,” jelas Olly. Diketahui, yang ikut mendaftar KPID kali ini sebanyak 137 orang dan dinyatakan lulus adminstrasi sebanyak 109 orang.(*)

MANADOPOST.ID—Seleksi calon Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulut dibanjiri ratusan pendaftar. Bahkan terbanyak dari sebelum-sebelumnya. Pembukaan seleksi digelar di Manado Town Square (Mantos) 3, Senin (21/9) kemarin.

Gubernur Olly Dondokambey membuka seleksi ini. Didahului dengan laporan dari Ketua Tim Seleksi (Timsel) Stefanus Vreeke Runtu (SVR). Dia mengatakan yang mendaftar sebanyak 137 orang.

“Seleksi awal adalah administrasi. Seleksi akan berjalan di sekretariat DPRD untuk memilih 21 orang yang kemudian akan diserahkan pada Komisi I DPRD Sulut untuk jalani fit and proper test,” sebut SVR.

Dia menekankan, seleksi akan berjalan sesuai aturan dan mengedepankan transparansi. “Kami pasti akan kedepankan transparansi dan profesionalitas dalam seleksi nanti,” tegasnya.

Sementara Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw kesempatan itu menuturkan, penyiaran adalah ruang publik.

“Semangat seleksi KPID adalah di ruang publik dan milik rakyat. Agar pemerintah tidak masuk intervensi. Jadi secara nasional KPID dipilih di DPR RI. Ada timsel dan ditetapkan presiden. Demikian juga di provinsi. Dipilih di DPRD dan ditetapkan pak gubernur. Inilah bentuk kedulatan di tangan rakyat. Saya berharap timsel bekerja dengan baik. Karena kita memilih orang-orang yang mengawasi penyiaran,” kata AA, sembari mengucapkan selamat bekerja bagi timsel.

AA bahkan menyebut timsel saat ini sangat paripurna. Ada politikus senior, rektor, akademisi, birokrat senior, dan ada internal KPID yang sudah beberapa tahun di KPID.

Kemudian Gubernur Olly memuji terobosan DPRD Sulut yang melakukan seleksi dengan mengedepankan transparansi. “Diharapkan tim seleksi melakukan tugas dan tanggung jawab dengan transparan,” katanya. Selain itu, Olly pun bersyukur karena melihat kepesertaan yang mendaftar cukup banyak.

“Jumlah pendaftar kali ini adalah yang terbanyak. Kami harapkan apabila terpilih nanti, mari sama-sama bekerja, mengontrol apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab yang diberikan kepada bapak/ibu dalam rangka menjaga stabilitas pembangunan dan stabilitas keamanan di Sulut sehingga harapan masyarakat benar-benar dijalankan dengan baik,” pungkasnya.

Ketika diwawancarai, Olly menepis adanya jatah-jatahan untuk anggota KPID Sulut. “Pemprov dalam hal ini, hanya mengeluarkan SK terkait penentuan calon KPI. Jadi, saya berharap, segala proses seleksi akan menghasilkan komisioner yang benar-benar menjalankan fungsi pengawasan dalam penyiaran di Indonesia terlebih di Sulut,” jelas Olly. Diketahui, yang ikut mendaftar KPID kali ini sebanyak 137 orang dan dinyatakan lulus adminstrasi sebanyak 109 orang.(*)

Most Read

Artikel Terbaru

/