25C
Manado
Senin, 1 Maret 2021

Petani Sulut Diberi `Identitas`

MANADOPOST.ID—Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) di tahun 2021 ini terus mendorong 370 ribu petani pekebun di bumi Nyiur Melambai, memiliki kartu tani.

Pasalnya, jika 370 ribu petani tersebut telah mengantongi kartu tani dari Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia (RI), maka manfaat didapatkan. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Perkebunan Daerah Sulut Refly Ngantung, Kamis (21/1) kemarin.

“Tahun lalu, kepemilikan kartu tani kita akui masih kurang. Namun 2021 kita gencarkan. Karena kurangnya literasi petani terkait kepemilikan kartu tani. Jika petani sudah terdaftar dalam sistem dan memiliki kartu tani, maka banyak manfaat yang akan diterima. Mulai dari terkordinirnya status petani, hingga mendapatkan subsidi pupuk dari pemerintah. Dan jika sudah memiliki kartu tani, maka penyaluran akan lebih tepat sasaran,” ungkapnya, saat ditemui.

Ngantung menambahkan, Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw memberikan perhatian serius terhadap petani. Dirinya juga menjelaskan, syarat memiliki kartu tani adalah wajib memiliki elektronik KTP, bukti kepemilikan atau garapan lahan pertanian maksimal dua hektare per musim tanam, tergabung dalam kelompok tani juga terdaftar dalam sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK).

“Kartu tani ini berisi berisi kuota pupuk subsidi yang dapat ditebus dengan ketentuan harga eceran tertinggi. Untuk pupuk urea saja hanya Rp 1.800/kilogram, kemudian SP-36 Rp 2.000/kilogram, NPK Rp 2.300/kilogram, ZA Rp 1.400/kilogram serta pupuk organik Rp 500/kilogram. Karena kan pupuk ini sering menjadi permasalahan. Namun jika sudah memiliki kartu tani, maka alokasi kuota per individu petani sudah jelas. Petani tidak perlu khawatir dan bingung untuk mencari pupuk dengan harga yang terjangkau,” bebernya.

Ngantung meminta peran aktif dinas terkait dalam pendampingan kepada petani harus dimaksimalkan.

“Rata-rata petani mendapatkan kesulitan dalam menyusun eRDKK. Instansi terkait yang memang memiliki wilayah, harus mendampingi petani menyusun eRDKK tersebut. Karena jika sudah 100 ribu petani memiliki kartu tani, maka itu sudah luar biasa. Banyak petani yang sudah mendapatkan kemudahan dan keringanan dalam mengakses pupuk subsidi. Karena itu kita berharap, 370 ribu petani pekebun di Sulut, bisa segera memiliki kartu tani,” tutupnya. (ewa/gel)

Artikel Terbaru