alexametrics
25.4 C
Manado
Selasa, 24 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Sulut Kembangkan 50 Ribu Hektare Kedelai

MANADOPOST.ID—Berbagai komoditi pertanian di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) terus dikembangkan. Termasuk kedelai. Ini menjadi salah satu prioritas tahun 2021.

Seperti disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Daerah Sulut Novly Wowiling, Kamis (21/1) kemarin. Menurutnya, dikembangkannya komoditi kedelai merupakan instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengurangi impor.

“Jadi ini merupakan program nasional. Ini berkaitan dengan harapan Pak Gubernur Sulut Olly Dondokambey terkait ketahanan pangan. Jadi pengembangan kedelai ini program khusus. Dan Sulut ini dipilih karena dinilai cocok baik dari segi lahan maupun iklim. Alokasi yang kita terima tahun ini 50 ribu hektare,” ungkapnya.

Wowiling mengatakan, pengembangan kedelai di Provinsi Sulut merupakan tantangan baru. Dimana semangat bertanam kedelai petani digenjot maksimal. Karena Sulut diharapkan menyumbangkan produksi.

Baik konsumsi maupun bibit. Wowiling optimis, dengan adanya pengembangan kedelai, maka akan membuat pertanian dan Nilai Tukar Petani (NTP) semakin membaik.

“Untuk komoditi kedelai di tahun 2021 ini, prioritas pengembangan di wilayah Minahasa Utara (Minut), Minahasa Selatan (Minsel), Minahasa, Bolaang Mongondow (Bolmong) serta Bolaang Mongondow Timur (Boltim). Untuk kabupaten/kota yang lain, bukan berarti kita tinggalkan.

Pengembangan kedelai ini, akan dilakukan secara bertahap dan akan menyasar semua daerah. Dan dari 50 ribu ini, 2.500 hektare akan kita pacu pada Januari-Maret. Dan sesuai rapat dengan kementerian, 2.500 pengembangan di tahap pertama itu, akan dipersiapkan untuk benih,” kuncinya. (ewa/gel)

MANADOPOST.ID—Berbagai komoditi pertanian di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) terus dikembangkan. Termasuk kedelai. Ini menjadi salah satu prioritas tahun 2021.

Seperti disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Daerah Sulut Novly Wowiling, Kamis (21/1) kemarin. Menurutnya, dikembangkannya komoditi kedelai merupakan instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengurangi impor.

“Jadi ini merupakan program nasional. Ini berkaitan dengan harapan Pak Gubernur Sulut Olly Dondokambey terkait ketahanan pangan. Jadi pengembangan kedelai ini program khusus. Dan Sulut ini dipilih karena dinilai cocok baik dari segi lahan maupun iklim. Alokasi yang kita terima tahun ini 50 ribu hektare,” ungkapnya.

Wowiling mengatakan, pengembangan kedelai di Provinsi Sulut merupakan tantangan baru. Dimana semangat bertanam kedelai petani digenjot maksimal. Karena Sulut diharapkan menyumbangkan produksi.

Baik konsumsi maupun bibit. Wowiling optimis, dengan adanya pengembangan kedelai, maka akan membuat pertanian dan Nilai Tukar Petani (NTP) semakin membaik.

“Untuk komoditi kedelai di tahun 2021 ini, prioritas pengembangan di wilayah Minahasa Utara (Minut), Minahasa Selatan (Minsel), Minahasa, Bolaang Mongondow (Bolmong) serta Bolaang Mongondow Timur (Boltim). Untuk kabupaten/kota yang lain, bukan berarti kita tinggalkan.

Pengembangan kedelai ini, akan dilakukan secara bertahap dan akan menyasar semua daerah. Dan dari 50 ribu ini, 2.500 hektare akan kita pacu pada Januari-Maret. Dan sesuai rapat dengan kementerian, 2.500 pengembangan di tahap pertama itu, akan dipersiapkan untuk benih,” kuncinya. (ewa/gel)

Most Read

Artikel Terbaru

/