27C
Manado
Jumat, 26 Februari 2021

Pelantikan FDW Cs Tunggu Radiogram

MANADOPOST.ID—Proses pelantikan lima Kepala daerah (Kada) dari hasil Pilkada serentak pada 2020 lalu belum jelas. Pasalnya, setelah terjadi penundaan pelantikan, pihak Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) juga belum memberi ‘sinyal’ pelantikan.

Saat diwawancarai Senin (22/2) kemarin, Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey (OD) mengatakan, jadwal dan persiapan pelantikan saat ini masih berproses di Kemendagri. Menurutnya, pelantikan lima Kada yakni Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Kota Tomohon, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) serta Kabupaten Minahasa Utara (Minut), harus menunggu putusan Kemendagri.

“Sampai hari ini (kemarin, Red) belum ada Radiogram dari pihak Kemendagri. Jadi, sabar saja. Kita masih menunggu. Karena masih banyak waktu sampai akhir bulan,” tuturnya.
OD juga memastikan pelantikan Kada dari hasil Pilkada serentak 2020 tersebut digelar di Kota Manado. Karena menurutnya, sesuai ketentuan dan peraturan maka pelantikan harus dilakukan di Ibukota Provinsi.

“Nanti lihat bagaimana perkembangan. Kalau virtual saya rasa tidak. Tapi menunggu petunjuk pusat juga. Tapi sesuai Undang-Undang (UU) pelaksanaan pelantikan tersebut harus digelar di Ibukota Provinsi. Pasti dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 secara ketat. Untuk peserta yang akan hadir, pasti terbatas sesuai protap saat ini,” beber OD.

Di sisi lain, Kepala Biro Pemerintahan dan Otda Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut Jemmy Kumendong mengatakan pelantikan tersebut direncanakan dari Kemendagri akan dilakukan pekan keempat Februari.

“Ya menurut Dirjen Otda akan dilakukan sekitar tanggal 26 Februari. Untuk Boltim saya belum tahu, karena tergantung kecepatan pengurusan di KPU dan Pemerintah daerah Boltim. Yang pasti rencana pelantikannya akan dilakukan pada pekan keempat Februari. Dan untuk mengisi kekosongan jabatan Kada maka telah diterbitkan SK Pelaksana tugas harian (Plh). Memang untuk Kada rata-rata sudah habis masa jabatan,” imbuhnya.

Sementara itu, Pakar Pemerintahan Dr Jhony Lengkong menilai bahwa pelantikan Kada bagi daerah-daerah tersebut harus dipercepat. “Harusnya jangan ditunda lagi, dalam waktu yang lebih lama. Karena masa jabatan mereka ini, hanya singkat. Ada program dan janji-janji kampanye yang harus diselesaikan. Saya pikir Kemendagri harus tau akan hal ini. Jangan lagi diulur-ulur dan akhirnya mereka yang memulai program menjadi terhambat. Karena Kada saja yang menjalankan roda pemerintahan selama lima tahun, terkadang tak tuntas menjalankan program apalagi hanya tiga tahun setengah. Karena itu harusnya dipercepat proses pelantikan Kada,” imbuhnya.

Lengkong menilai jika Kada tersebut cepat dilantik maka proses jalannya program bisa dilakukan. “Mereka sudah bisa menyesuaikan dengan posisi-posisi yang akan dijabatnya. Apalagi kan untuk kabupaten/kota, hanya Bolsel petahana Kada yang terpilih. Mereka yang akan dilantik ini, hanya Minsel, Bitung yang memiliki posisi sebagai wakil kepala daerah. Tugas wakil dan bupati maupun wali kota itu berbeda. Apalagi RPJMD itu menunggu setelah mereka dilantik. Jadi harusnya pelantikan ini dipercepat. Sehingga program-program di daerah tidak macet. Dan rakyat bisa merasakan dampak-dampak positif dari jalannya program,” tutupnya.

Diketahui empat daerah sudah sangat siap menggelar pelantikan. Yakni Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar dan Petra Y Rembang (FDW-PYR), Minahasa Utara Jone Ganda-Kevin Lotulung, Kota Tomohon Caroll Senduk dan Wenny Lumentut, serta Bolmong Selatan Iskandar Kamaru-Deddi Abdul Hamid. Sementara Bolmong Timur masih menunggu petunjuk lebih lanjut. Karena putusan Mahkamah Konstitusi belum lama ditetapkan.(ewa/gel)

Artikel Terbaru