30.4 C
Manado
Jumat, 19 Agustus 2022

Tiga Pemerintah Daerah Ini Berebut 6 Triliun Dana Hibah Amerika Serikat

MANADOPOST.ID—Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) saat ini tengah berebut dana hibah dari Pemerintah Amerika Serikat senilai 6 triliun. Provinsi Sulut bakal bersaing dengan Kalimantan Utara (Kaltara) dan Lampung.

“Ini karena lobi pak Gubernur Olly Dondokambey. Kita saat ini tengah menyusun proposal karena menjadi syarat untuk mendapatkan dana hibah tersebut. Dana hibah dari pemerintah AS melalui program Compact-II oleh Millennium Challenge Corporation (MMC). Dana hibahnya sangat besar. Kalau pun dananya dibagi rata ke masing-masing provinsi, kita akan dapat Rp2 triliun,” ungkap Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sulut, Jenny Karouw.

Jenny mengatakan, pembuatan proposal syaratnya harus mendukung perekonomian daerah. “Kita sudah memilih sejumlah proyek seperti membangun gudang pendingin, Pasar Induk dan infrastruktur pendukung perekonomian lainnya. Seperti pembangunan gudang pendingin memang menjadi salah satu kebutuhan.

Gudang pendingin bisa dimanfaatkan para pedagang untuk menyimpan sementara jualannya agar tidak busuk atau rusak. Begitu juga pasar induk yang rencanannya akan dibangun di Kota Manado. Nah, adanya Pasar Induk pemerintah bisa intervensi jika ada harga jual komoditas yang tidak wajar di lapangan,” ungkapnya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Pembangunan jembatan penghubung Pulau Karakelang-Salibabu di Kabupaten Talaud, juga menjadi salah satu proyek yang direncanakan.

“Pembangunan jembatan tersebut tujuannya untuk meningkatkan perekonomian di daerah perbatasan, termasuk proyek jalan lingkar di pulau tersebut. Semua telah kita siapkan, beberapa program prioritas untuk mendapatkan hibah tersebut telah kita siapkan. Yang pasti usulan-usulan yang sesuai kebutuhan akan menjadi penentuan untuk mendapatkan hibah 6 triliun tersebut,” bebernya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw mengatakan bahwa, persiapan program kegiatan telah dilakukan secara maksimal.

“Semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang akan terlibat, telah Pak Gubernur Olly Dondokambey minta untuk fokus. Jadi bukan hanya dana hibah yang bisa didapatkan. Tapi juga dana pendamping dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Ini bisa sangat bermanfaat bagi daerah dengan berbagai program pembangunan yang merupakan prioritas dan sesuai kebutuhan daerah,” tutupnya. (ewa/gel)

MANADOPOST.ID—Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) saat ini tengah berebut dana hibah dari Pemerintah Amerika Serikat senilai 6 triliun. Provinsi Sulut bakal bersaing dengan Kalimantan Utara (Kaltara) dan Lampung.

“Ini karena lobi pak Gubernur Olly Dondokambey. Kita saat ini tengah menyusun proposal karena menjadi syarat untuk mendapatkan dana hibah tersebut. Dana hibah dari pemerintah AS melalui program Compact-II oleh Millennium Challenge Corporation (MMC). Dana hibahnya sangat besar. Kalau pun dananya dibagi rata ke masing-masing provinsi, kita akan dapat Rp2 triliun,” ungkap Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sulut, Jenny Karouw.

Jenny mengatakan, pembuatan proposal syaratnya harus mendukung perekonomian daerah. “Kita sudah memilih sejumlah proyek seperti membangun gudang pendingin, Pasar Induk dan infrastruktur pendukung perekonomian lainnya. Seperti pembangunan gudang pendingin memang menjadi salah satu kebutuhan.

Gudang pendingin bisa dimanfaatkan para pedagang untuk menyimpan sementara jualannya agar tidak busuk atau rusak. Begitu juga pasar induk yang rencanannya akan dibangun di Kota Manado. Nah, adanya Pasar Induk pemerintah bisa intervensi jika ada harga jual komoditas yang tidak wajar di lapangan,” ungkapnya.

Pembangunan jembatan penghubung Pulau Karakelang-Salibabu di Kabupaten Talaud, juga menjadi salah satu proyek yang direncanakan.

“Pembangunan jembatan tersebut tujuannya untuk meningkatkan perekonomian di daerah perbatasan, termasuk proyek jalan lingkar di pulau tersebut. Semua telah kita siapkan, beberapa program prioritas untuk mendapatkan hibah tersebut telah kita siapkan. Yang pasti usulan-usulan yang sesuai kebutuhan akan menjadi penentuan untuk mendapatkan hibah 6 triliun tersebut,” bebernya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw mengatakan bahwa, persiapan program kegiatan telah dilakukan secara maksimal.

“Semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang akan terlibat, telah Pak Gubernur Olly Dondokambey minta untuk fokus. Jadi bukan hanya dana hibah yang bisa didapatkan. Tapi juga dana pendamping dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Ini bisa sangat bermanfaat bagi daerah dengan berbagai program pembangunan yang merupakan prioritas dan sesuai kebutuhan daerah,” tutupnya. (ewa/gel)

Most Read

Artikel Terbaru

/