26 C
Manado
Sabtu, 5 Desember 2020

Olly-Steven Genjot Pariwisata, Manado Nikmati 41 Triliun

MANADOPOST.ID–Kehebatan Olly Dondokambey-Steven Kandou menggenjot sektor pariwisata selama 4 tahun kepemimpinan, dinikmati kabupaten/kota yang ada di daerah ini. Paling besar tentu saja Kota Manado. Diperkirakan sejak 2016 sampai 2019, Rp41 triliun uang wisatawan mengalir di Manado.

Uang ini tentu saja yang terserap di hotel, restoran, penjual souvenir, dan semua bisnis jasa di sektor pariwisata. Pendapatan mereka meningkat. Otomatis ikut meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Pemkot Manado dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pemkot Manado ikut naik.

Dari mana Rp41 triliun? Uang sebanyak itu dihitung dari belanja wisatawan. Sejak tahun 2016 sampai 2019, jumlah wisatawan asing sebanyak 416.614 orang. 90 persen dari China. Umumnya menginap di Manado. Rata rata satu wisatawan asing menghabiskan Rp10 juta. Totalnya sekira 4 triliun.

Kemudian wisatawan domestik, jumlah yang datang sejak 2016-2019 sebanyak 7.341.824 orang. Rata rata satu wisatawan menghabiskan Rp5 juta. Maka total yang dibelanjakan mencapai 36,7 triliun. Jika dijumlahkan dengan yang dibelanjakan wisatawan mancanegara, totalnya sekira Rp41 triliun.

Olly Dondokambey saat berbincang bincang dengan Pemimpin Redaksi Manado Post Tommy Waworundeng di selah masa cuti dari jabatannya sebagai Gubernur Sulut, mengaku itu semua diperjuangkan nya untuk kesejahteraan rakyatnya.

“Kebijakan yang kita lakukan untuk meningkatkan sektor pariwisata terbukti mendongkrak perekonomian Sulut, juga tentunya daerah-daerah lainnya,” kata Olly.

Menurutnya, jutaan turis mancanegara yang datang ke Sulut pasti berlabuh di Kota Manado. Sektor industri pariwisata seperti hotel dan sebagainya sangat laris sebelum masa pandemi. “Diperhitungkan satu turis mancanegara saja bisa menghasilkan Rp 10 juta selama berlibur di Manado, bayangkan berapa PAD yang didapat,” kata OD.

Warga Manado harus bersyukur dan kedepan mesti mendukung kebijakan pemerintah agar sektor pariwisata bisa kembali berjaya selepas pandemi Covid-19. “Keuntungan yang didapat jika banyak kunjungan wisatawan akan sangat dirasakan warga Manado, oleh sebab itu mari terus mendukung kepemerintahan yang bersinergi dengan pemerintah pusat, agar pertumbuhan ekonomi dapat diciptakan,” tutupnya.

Hal ini diakui Ketua PHRI Sulut Nico Leike. Dia mengakui imbas dari digeliatkannya pariwisata oleh Pemprov Sulut membawa konbtribusi positif bagi Kota Manado. “Karena usaha hotel dan restoran memiliki omset yang baik, otomatis setoran ke Pemkot pun semakin banyak. Jika PAD naik, otomatis APBD Kota Manado naik. Jika APBD naik, berarti belanja untuk Manado naik. Baik belanja rutin/langsung maupun belanja tidak langsung,” jelasnya.

Belanja langsung yakni buat bayar gaji pegawai Pemkot Manado, gaji para kepala lingkungan, , dan perangkat lainnya. Juga biaya belanja alat tulis menulis dan belanja makan minum dll, naik. Kedua belanja tidak langsung. Yaitu belanja untuk pembangunan fisik. Semuanya ikut naik. Sehingga Manado bisa membangun. “Pokoknya duit dari pariwisata yang digenjot Pemerintah Provinsi, kebanyakan beredar dan dinikmati oleh Manado, ” ujarnya.

Sementara itu, Ekonom Sulut Dr Joy Tulung menilai terobosan pemerintah provinsi Sulut untuk meningkatkan pariwisata adalah langkah yang berani dan tepat terbukti sejak tahun 2016 sampai dengan 2019 sebagian PAD Kabupaten Kota di Sulut terus meningkat dari tahun ke tahun terlebih Kota Manado sebagai Ibu Kota.

Hal ini, lanjutnya, terlihat dari PAD Kota Manado sejak tahun 2016 sebesar 264,77miliar menjadi 378 miliar pada tahun 2019.  Tak ayal, Pemprov di bawah komando ODSK mendapatkan apresiasi beberapa kali dari Presiden RI Ir. Joko Widodo. Yang dimulai saat berkunjung ke Sulut tahun 2016 sampai dengan sekarang.

“Belum lagin saat ini Pemerintah Pusat juga menetapkan Likupang Minahasa Utara sebagai KEK Pariwisata. Tingkat hunian perhotelan meningkat begitu juga dengan lamanya tinggal dan itu Sebagian besar di Kota Manado, karena sebagian besar turis menginap di hotel-hotel yang ada di Kota Manado walaupun nantinya berkunjung ke semua wilayah yang ada,” katanya.

Selain hotel, sambungnya, industry kecil menengah juga merasakannya, yaitu restoran dan UMKM yang lain.” Jadi kedepan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten kota adalah sangat penting sehingga akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Pariwisata tentunya akan terus menjadi sektor potensial dari Provinsi Sulut yang jika terus dikelola dengan baik akan terus semakin berkembang,” tutupnya.(cw-01/ayu/myw)

-

Artikel Terbaru

Jasa Raharja Salur 35,1 Miliar Santunan Lakalantas

Hingga November PT Jasa Raharja Cabang Sulawesi Utara telah menyerahkan santunan kecelakaan lalu lintas sebesar Rp 35,1 miliar.

Tidak Perlu Percaya Hoax, PAHAM Masih Teratas

Pendukung fanatik dan militan paslon wali kota Manado Julyeta Paulina Amelia Runtuwene (JPAR) dan wakil wali kota Harley Mangindaan (AiM) tidak perlu merasa terganggu dengan upaya pembentukan opini miring yang disampaikan oleh lawan-lawan politik PAHAM terkait dengan hasil riset yang dilakukan lembaga survei Indobarometer yang menempatkan elektabilitas paslon PAHAM sudah mencapai 39,5 persen atau selisih 12,2 persen dengan paslon berikutnya.

Diutus Khusus, Pdt Arina dan Pelsus GMIM Doakan PAHAM

Masuknya nama Wakil Ketua Komisi W/KI Sinode GMIM Penatua Prof DAr Julyeta Amelia Paulina Runtuwene MS (JPAR) dan Ketua Komisi P/KB Wilayah Manado Timur IV Penatua Dr Harley Mangindaan, dalam daftar calon wali kota dan wakil wali kota Manado yang akan bertarung dalam pilkada 9 Desember mendatang, rupanya menjadi perhatian khusus BPMS GMIM.

Taman Baca Beroperasi 2021

Semakin berkembangnya zaman, namun disayangkan minat baca masyarakat semakin minim.

Bagi-Bagi Masker Gratis Cegah Covid-19

UPTD Puskesmas Boroko Kecamatan Kaidipang Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) turut serta mengampanyekan Gerakan Bersama (Gema) 3M Lawan Covid-19.