27.4 C
Manado
Kamis, 11 Agustus 2022

Astaga! Ada SKPD Disinyalir ‘Makan’ Gaji PNS, Dipotong 500 Ribu, Wowor Lapor ke Sekprov

MANADOPOST.ID—Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sulut Rocky Wowor angkat suara mengenai kemungkinan terjadi pemotongan gaji PNS di lingkup Pemprov Sulut.

Di sela rapat Badan Anggaran, Senin (23/8), bersama TAPD yang diketuai Sekprov Edwin Silangen, Wowor melaporkan jika ada laporan yang masuk padanya, jika terjadi pemotongan gaji hingga Rp 500 ribu pada PNS di Pemprov Sulut.

“Saya ingin minta penjelasan Pak Sekprov metode apa yang dipakai jika ada pemotongan. Ini menyangkut perut, keberlangsungan hidup di tengah Covid-19. Semua orang lagi susah terus ada pemotongan, kan pusing,” katanya.

Terkait hal ini, Sekprov menegaskan jika tak ada pemotongan gaji bagi PNS meski Covid-19. Gaji 13 dan 14 pun tetap dibayar kecuali tambahan penghasilan.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Saya tegaskan, tidak ada pemotongan pada gaji PNS, kecuali yang bersangkutan ada cicilan. Kalau tidak, pasti dibayar full,” tegas Silangen.

Dia melanjutkan, hal ini akan pihaknya seriusi karena sangat berbahaya. “Orang sudah susah, masakan gaji dipotong. Saya minta Inspektorat tindak lanjuti. Pak Gubernur sangat tidak suka dengan hal seperti ini. Pasti jika informasi ini benar, kepala SKPD terkait akan disanksi,” tukasnya sembari meminta Wowor menyampaikan padanya sumber informasi tersebut.(gel)

MANADOPOST.ID—Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sulut Rocky Wowor angkat suara mengenai kemungkinan terjadi pemotongan gaji PNS di lingkup Pemprov Sulut.

Di sela rapat Badan Anggaran, Senin (23/8), bersama TAPD yang diketuai Sekprov Edwin Silangen, Wowor melaporkan jika ada laporan yang masuk padanya, jika terjadi pemotongan gaji hingga Rp 500 ribu pada PNS di Pemprov Sulut.

“Saya ingin minta penjelasan Pak Sekprov metode apa yang dipakai jika ada pemotongan. Ini menyangkut perut, keberlangsungan hidup di tengah Covid-19. Semua orang lagi susah terus ada pemotongan, kan pusing,” katanya.

Terkait hal ini, Sekprov menegaskan jika tak ada pemotongan gaji bagi PNS meski Covid-19. Gaji 13 dan 14 pun tetap dibayar kecuali tambahan penghasilan.

“Saya tegaskan, tidak ada pemotongan pada gaji PNS, kecuali yang bersangkutan ada cicilan. Kalau tidak, pasti dibayar full,” tegas Silangen.

Dia melanjutkan, hal ini akan pihaknya seriusi karena sangat berbahaya. “Orang sudah susah, masakan gaji dipotong. Saya minta Inspektorat tindak lanjuti. Pak Gubernur sangat tidak suka dengan hal seperti ini. Pasti jika informasi ini benar, kepala SKPD terkait akan disanksi,” tukasnya sembari meminta Wowor menyampaikan padanya sumber informasi tersebut.(gel)

Most Read

Artikel Terbaru

/