25C
Manado
Senin, 1 Maret 2021

Saron-Stella Minta Pemecah Ombak

MANADO—Bencana alam gelombang pasang yang menyapu rumah penduduk di Minahasa Selatan, dibawa legislator Sandra Rondonuwu (Saron) dan Stella Runtuwene dalam rapat paripurna, Senin (25/1), kemarin.

Berasal dari dapil yang sama, baik Saron maupun Stella meminta perhatian pemerintah provinsi.

“Saya minta pemerintah provinsi dapat meneruskan pada pemerintah pusat terkait keberadaan warga masyarakat di Minsel. Baik mulai dari Tatapan, Tumpaan, Amurang Raya, hingga Tenga dan Sinonsayang. Setiap kali terjadi gelombang tinggi, memusnahkan pemukinan warga,” kata Saron.

Legislator PDI Perjuangan ini mengatakan, di wilayah ini sangat peting sekali dibangun tanggul atau pemecah ombak untuk melindungi pesisir pantai. “Setiap kali kami melaksanakan reses, ini yang selalu diminta masyarakat. Meeka tidak mau tahu ini tanggung jawab siapa. Yang mereka tahu, mereka adalah warga negara yang harus dilindungi. Kami minta ini disampaikan ke pemerintah pusat,” ujarnya.

Senada disampaikan Stella Runtuwene. “Memang sangat prihatin kondisi warga di Tumpaan. Ini saya lihat langsung ketika membawa bantuan Fraksi NasDem beberapa waktu lalu. Ada banyak rumah yang sudah rata dengan tanah,” bebernya.

Sekretaris Komisi III ini menuturkan, dari pengakuan warga garis pantainya jika normal berada di kisaran 15 sampai 20 meter. “Tapi saat saya turun ke sana, garis pantainya sudah di belakang rumah mereka. Jadi begitu memprihatinkan,” tambah Stella. Pemecah ombak menurutnya, menjadi salah satu solusi agar masyarakat di daerah ini terhindar dari bencana. “Kami mengharapkan perhatian pemerintah,” kuncinya.(gel)

Artikel Terbaru