alexametrics
26.4 C
Manado
Kamis, 19 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Diduga Ingkar Janji, Pemodal Minta DPRD Provinsi Hearing PT Wika

MANADOPOST.ID—15 pemilik modal usaha condominium hotel (Condotel) kecewa pada PT Wika Realty dan Taman Sari Lagoon Hotel di dalamnya. Alasannya, diduga PT Wika Realty-Taman Sari Lagoon Hotel, tidak konsisten dengan pernyataan dan kesepakatan awal bersama pemodal condotel.

Di mana menurut pengakuan pelaku usaha condotel, sebelumnya PT Wika Realty akan memberikan Return of Investment (RoI) atau laba investasi Rp80 juta (Potong pajak menjadi Rp60 juta-an) kepada pemodal condotel pada Tahun 2016 dan 2017.

“Tahun 2015 saya membeli condotel dengan harga Rp1 miliar. Dua tahun pertama mendapat ROI atau bagi untung 60 juta pada 2016 dan 2017. Tapi pada 2018 bagi hasil yang diberikan 21 juta dan 2019 diberikan hanya 19 juta per tahun. Jadi hanya ada di kisaran 1 juta-an per bulan.

Padahal Tahun 2019 banyak sekali turis China atau Tiongkok yang datang, anehnya pembagian hasil tahun 2019 lebih sedikit dibanding 2018. Tentunya kami merasa sangat dirugikan apabila nilai sharing profit seperti ini sekarang dan selama berupuluh tahun ke depan nanti,” ungkap Recky Massie, salah seorang pemodal condotel.

Kekecewaan yang sama disampaikan pemilik modal yang lain, yakni Fanny Sutanto. Sutanto dengan penuh sesal menegaskan pada intinya PT Wika Realty-Taman Sari Lagoon Hotel yang berinvestasi di Sulut dan menggandeng warga Sulut, dengan harapan akan memberi efek positif.

“Tapi kenyataanya justru sebaliknya sangat mengecewakan,” sesalnya. “Tidak seperti yang mereka bicarakan pertama bahwa hasil yang kami peroleh bisa lebih tinggi dari bunga deposito bank. Tapi ternyata semua itu tidak terealisasi. Jadi kami merasa dibodohi.

Waktu pertama mereka datang bicara bagus sekali. Mau datang kembangkan pariwisata Sulut tapi pada kenyataannya hanya merugikan kami sebagai warga Sulut,” sesal Susanto.
Susanto pun meminta agar pemerintah mengevaluasi pola investasi PT Wika Realty yang mengancam iklim ivestasi secara keseluruhan di Sulut.

Karena yang menjadi pemodal bukan hanya masyarakat Bitung atau Manado, melainkan gabungan banyak pemodal condotel yang tersebar di Sulut berinvestasi di Tamansari Lagoon Hotel ini.

“Saya rasa DPRD perlu memanggil pihak perusahaan untuk kemudian mencarikan solusi persoalan ini,” pinta Susanto, sembari meminta pemilik condotel yang merasa dikecewakan untuk bisa hubungi nomor ponsel 0813-8779-2566.

Legislator DPRD Provinsi Fabian Kaloh SIP menilai, bisa saja persoalan tersebut dibawa ke rapat hearing. “Positifnya yang saya lihat bahwa pelaku usaha condotel yang merasa dirugikan ada niat baik untuk berembuk dengan pihak terkait untuk dicarikan solusi terbaik. Kalau memang seperti itu keinginannya berarti pihak yang merasa dirugikan segera menyurat tertuju ke ketua DPRD Provinsi Sulut untuk dijadwalkan rapat hearing,” nilai Kaloh.

Sedangkan dari pihak PT Wika Realty yang dikonfirmasi media ini menolak untuk memberikan keterangan. “Bapak dapat nomor saya dari mana dan apa tujuannya? Kalau mau tahu persoalannya, silahkan pelajari dulu perjanjiannya,” ucap Christo dari pihak PT Wika Realty melalui sambungan seluler.(gel)

MANADOPOST.ID—15 pemilik modal usaha condominium hotel (Condotel) kecewa pada PT Wika Realty dan Taman Sari Lagoon Hotel di dalamnya. Alasannya, diduga PT Wika Realty-Taman Sari Lagoon Hotel, tidak konsisten dengan pernyataan dan kesepakatan awal bersama pemodal condotel.

Di mana menurut pengakuan pelaku usaha condotel, sebelumnya PT Wika Realty akan memberikan Return of Investment (RoI) atau laba investasi Rp80 juta (Potong pajak menjadi Rp60 juta-an) kepada pemodal condotel pada Tahun 2016 dan 2017.

“Tahun 2015 saya membeli condotel dengan harga Rp1 miliar. Dua tahun pertama mendapat ROI atau bagi untung 60 juta pada 2016 dan 2017. Tapi pada 2018 bagi hasil yang diberikan 21 juta dan 2019 diberikan hanya 19 juta per tahun. Jadi hanya ada di kisaran 1 juta-an per bulan.

Padahal Tahun 2019 banyak sekali turis China atau Tiongkok yang datang, anehnya pembagian hasil tahun 2019 lebih sedikit dibanding 2018. Tentunya kami merasa sangat dirugikan apabila nilai sharing profit seperti ini sekarang dan selama berupuluh tahun ke depan nanti,” ungkap Recky Massie, salah seorang pemodal condotel.

Kekecewaan yang sama disampaikan pemilik modal yang lain, yakni Fanny Sutanto. Sutanto dengan penuh sesal menegaskan pada intinya PT Wika Realty-Taman Sari Lagoon Hotel yang berinvestasi di Sulut dan menggandeng warga Sulut, dengan harapan akan memberi efek positif.

“Tapi kenyataanya justru sebaliknya sangat mengecewakan,” sesalnya. “Tidak seperti yang mereka bicarakan pertama bahwa hasil yang kami peroleh bisa lebih tinggi dari bunga deposito bank. Tapi ternyata semua itu tidak terealisasi. Jadi kami merasa dibodohi.

Waktu pertama mereka datang bicara bagus sekali. Mau datang kembangkan pariwisata Sulut tapi pada kenyataannya hanya merugikan kami sebagai warga Sulut,” sesal Susanto.
Susanto pun meminta agar pemerintah mengevaluasi pola investasi PT Wika Realty yang mengancam iklim ivestasi secara keseluruhan di Sulut.

Karena yang menjadi pemodal bukan hanya masyarakat Bitung atau Manado, melainkan gabungan banyak pemodal condotel yang tersebar di Sulut berinvestasi di Tamansari Lagoon Hotel ini.

“Saya rasa DPRD perlu memanggil pihak perusahaan untuk kemudian mencarikan solusi persoalan ini,” pinta Susanto, sembari meminta pemilik condotel yang merasa dikecewakan untuk bisa hubungi nomor ponsel 0813-8779-2566.

Legislator DPRD Provinsi Fabian Kaloh SIP menilai, bisa saja persoalan tersebut dibawa ke rapat hearing. “Positifnya yang saya lihat bahwa pelaku usaha condotel yang merasa dirugikan ada niat baik untuk berembuk dengan pihak terkait untuk dicarikan solusi terbaik. Kalau memang seperti itu keinginannya berarti pihak yang merasa dirugikan segera menyurat tertuju ke ketua DPRD Provinsi Sulut untuk dijadwalkan rapat hearing,” nilai Kaloh.

Sedangkan dari pihak PT Wika Realty yang dikonfirmasi media ini menolak untuk memberikan keterangan. “Bapak dapat nomor saya dari mana dan apa tujuannya? Kalau mau tahu persoalannya, silahkan pelajari dulu perjanjiannya,” ucap Christo dari pihak PT Wika Realty melalui sambungan seluler.(gel)

Most Read

Artikel Terbaru

/