32.4 C
Manado
Senin, 4 Juli 2022

Finalis Retel GMIM Belajar pada Lombok

MANADOPOST.ID— Finalis Remaja Teladan (Retel) GMIM, mendatangi kantor DPRD Sulut, Kamis (24/6) kemarin. Mereka diterima langsung oleh Wakil Ketua DPRD Sulut Billy Lombok, didampingi Kabag Umum Setwan Jhon Paerunan.

Kesempatan itu, Lombok yang juga diketahui Ketua Komisi Remaja GMIM Ulfers Kumelembuai ini berbagi ilmu dengan para finalis. Sebelumnya Lombok memperkenalkan lembaga DPRD. Yang terdiri dari 45 legislator, dengan berbagai latar belakang partai politik.
Lombok pun sempat melayani sejumlah pertanyaan dari para finalis, sekaligus berbagi pengalaman bagaimana dia bisa masuk dalam dunia politik.

“Tahun 2014 selesai pelayanan di pemuda GMIM, ada teman-teman pemuda yang menyuarakan aspirasi agar saya masuk ke DPRD provinsi,” kata Ketua Fraksi Partai Demokrat ini.

Lebih jauh, Sekretaris Demokrat Sulut ini mengatakan, gereja atau GMIM tidak masuk dalam politik praktis. “Politik gereja merupakan politik mendoakan. Bukan politik praktis. Waktu itu tak ada politik praktis atau gereja masuk yang menentukan siapa yang harus dipilih. Semua tergantung jemaat dan masyarakat yang akan memilih,” sebutnya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Lombok senang karena gereja membuka peluang sehingga bisa mengaktualisasikan diri dalam pelayanan dan dikenal masyarakat.

Lombok mengajak finalis remaja teladan GMIM terus berkarya. Membangun hubungan baik dengan masyarakat, terutama Tuhan. “Pola kaderisasi di GMIM terus berjalan. Mungkin saat ini saya berada di sini. Nanti pasti akan ada di antara teman-teman yang bakal duduk di sini,” tutupnya.(gel)

MANADOPOST.ID— Finalis Remaja Teladan (Retel) GMIM, mendatangi kantor DPRD Sulut, Kamis (24/6) kemarin. Mereka diterima langsung oleh Wakil Ketua DPRD Sulut Billy Lombok, didampingi Kabag Umum Setwan Jhon Paerunan.

Kesempatan itu, Lombok yang juga diketahui Ketua Komisi Remaja GMIM Ulfers Kumelembuai ini berbagi ilmu dengan para finalis. Sebelumnya Lombok memperkenalkan lembaga DPRD. Yang terdiri dari 45 legislator, dengan berbagai latar belakang partai politik.
Lombok pun sempat melayani sejumlah pertanyaan dari para finalis, sekaligus berbagi pengalaman bagaimana dia bisa masuk dalam dunia politik.

“Tahun 2014 selesai pelayanan di pemuda GMIM, ada teman-teman pemuda yang menyuarakan aspirasi agar saya masuk ke DPRD provinsi,” kata Ketua Fraksi Partai Demokrat ini.

Lebih jauh, Sekretaris Demokrat Sulut ini mengatakan, gereja atau GMIM tidak masuk dalam politik praktis. “Politik gereja merupakan politik mendoakan. Bukan politik praktis. Waktu itu tak ada politik praktis atau gereja masuk yang menentukan siapa yang harus dipilih. Semua tergantung jemaat dan masyarakat yang akan memilih,” sebutnya.

Lombok senang karena gereja membuka peluang sehingga bisa mengaktualisasikan diri dalam pelayanan dan dikenal masyarakat.

Lombok mengajak finalis remaja teladan GMIM terus berkarya. Membangun hubungan baik dengan masyarakat, terutama Tuhan. “Pola kaderisasi di GMIM terus berjalan. Mungkin saat ini saya berada di sini. Nanti pasti akan ada di antara teman-teman yang bakal duduk di sini,” tutupnya.(gel)

Most Read

Artikel Terbaru

/