25C
Manado
Jumat, 23 April 2021

Terus Melesat, Segini Harga Kopra Sulut

MANADOPOST.ID—Pergerakan harga kopra yang merupakan komoditi andalan di Sulawesi Utara, terus menunjukkan tren positif. Pasalnya, harga kopra terus melesat dan saat ini sekira Rp 13 ribu perkilogram.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Perkebunan Daerah Sulawesi Utara (Sulut) Refly Ngantung, Kamis (25/3) kemarin saat dihubungi koran ini. Menurut Ngantung, membaiknya komoditas kopra, tak lepas dari peran dan intervensi Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw.

“Nilai jual kopra saat ini, terus membaik. Bahkan sesuai pergerakan informasi harga terkini dijual 13 ribu perkilogramnya. Ini juga berkat intervensi dari Pemprov Sulut. Dalam hal ini pak Gubernur dan pak Wagub,” tuturnya.

Ngantung mengatakan, harga produk turunan kelapa, sebenarnya bukan hanya kopra. Karena ungkapnya, masih banyak lagi olahan lainnya yang dapat meningkatkan pendapatan petani.

“Selama ini petani Sulut sangat berharap, harga kopra terus membaik. Namun akan jauh lebih menguntungkan jika dilakukan diversifikasi produk. Dan salah satu upaya yang terus didorong kepada petani adalah dengan membuat minyak kelapa murni. Pemprov Sulut tak tinggal diam, namun terus mencari solusi untuk meningkatkan pendapatan dan ekonomi petani, yaitu dengan mengembangkan industri minyak goreng kelapa skala kelompok tani,” ujarnya.

Namun demikian Ngantung mengajak, masyarakat Sulut untuk ikut mengonsumsi produk minyak kelapa lokal, yang asli terbuat dari kelapa dalam Sulut yang memiliki banyak khasiat dengan kandungan asam laurat yang baik untuk kesehatan.

“Masyarakat harus ikut berperan untuk membeli minyak goreng buatan lokal. Dengan demikian kelangsungkan ekonomi masyarakat petani akan ikut berputar. Karena minyak kelapa itu baik untuk kesehatan. Juga jika masyarakat menggunakan minyak kelapa asli, maka secara tidak langsung kita membantu petani di Sulut,” imbuhnya.

Ngantung menyebutkan, ada begitu banyak manfaat dari tanaman kelapa, di mana saat ini, telah diproduksi sejumlah produk yang bernilai. Sebut saja sabut kelapa yang dapat dijadikan sebagai media tanam, cocopeat, hingga sebagai pupuk organik.

“Tanaman kelapa ini sangat seksi, semua dapat dimanfaatkan sehingga menghasilkan produk dan nilai tambah. Namun demikian jangan hanya mengandalkan kopra saja, apalagi jika dijual sebagai kelapa bulat. Dalam situasi ini, kami tak dapat melarang petani, atas hasil pertaniannya. Namun kami terus mendorong agar petani dapat mengolah kelapa dengan diversifikasi produk. Jangan dijual dalam bentuk kelapa bulat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulut Edwin Kindangen mengatakan, kelompok tani yang mengolah minyak kelapa mendapatkan bantuan pemerintah.

“Bantuan diwujudkan dalam bentuk pemberian mesin produksi minyak kelapa. Khusus untuk kelompok tani yang akan mengelola industri minyak goreng kelapa. Kita berharap kelompok petani kelapa di kabupaten/kota di Sulut dapat terus berinovasi mengolah berbagai produk turunan kelapa lainnya di luar dari kopra. Jika diolah dengan baik, produk turunan kelapa jauh bernilai ekonomi tinggi. Upaya ini secara langsung akan meningkatkan perekonomian daerah. Terutama kesejahteraan petani,” tandasnya. (ewa/gel)

Artikel Terbaru