29.9 C
Manado
Jumat, 7 Mei 2021
spot_img

Pemerintah Bangun Pabrik Es dengan Bantuan Amerika Serikat

MANADOPOST.ID—Wilayah kepulauan yakni Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sitaro, hingga Talaud daerah dengan potensi perikanan luar biasa. Mereka menjadi sentra produksi perikanan di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Namun dengan tingginya hasil perikanan di wilayah kepulauan, belum berbanding lurus dengan sarana dan prasarana. Di antaranya cool box atau es untuk mengawetkan hasil perikanan. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulut Jenny Karouw mengatakan, di tahun depan dengan menggunakan dana hibah Pemerintah Amerika Serikat, Pemprov Sulut bakal membangun pabrik-pabrik es di wilayah kepulauan.

“Salah satu prioritas kegiatan kita adalah pembangunan pabrik-pabrik es di wilayah kepulauan. Itu akan menyelamatkan produksi perikanan di wilayah kepulauan. Pembangunan pabrik es, akan dilakukan untuk Kabupaten Sangihe, Sitaro dan Talaud. Jika ada pabrik es, maka produksi perikanan akan meningkat drastis,” tuturnya.

Jenny mengatakan, pembangunan pabrik es di wilayah kepulauan hanya berbentuk skala rumah tangga. “Pabrik es itu tidak seperti perusahaan besar. Pembangunannya hanya dilakukan skala rumah tangga. Karena kan, proses penangkapan ikan di wilayah kepulauan dilakukan secara berkelompok.

Jadi pembangunan pabrik es skala rumah tangga, juga akan dilakukan menyasar para kelompok nelayan. Karena kita juga tahu bersama, bahwa saat tangkapan ikan banyak nelayan susah untuk mencari es. Dan otomatis hasil perikanan itu langsung di jual di wilayah tersebut. Jadi pabrik es sangat penting. Yang pasti tahun depan, hasil perikanan wilayah kepulauan sudah akan terselamatkan,” bebernya.

Di sisi lain, Gubernur Sulut Olly Dondokambey (OD) memastikan untuk menyiapkan fasilitas ekspor komoditi perikanan di Provinsi Sulut. Menurut OD, untuk menjamin kegiatan ekspor daerah khususnya komoditi perikanan, akan ditunjang oleh pelabuhan perikanan berskala internasional.

“Jadi pelabuhan perikanan ini akan dibangun di Likupang. Di pelabuhan itu juga, bukan hanya untuk menampung hasil perikanan di wilayah Sulut, tapi juga akan dipakai sebagai destinasi wisata. Di sana para turis yang datang, bisa melihat secara langsung cara penangkapan ikan,” imbuhnya.

Gubernur mengatakan, usulan pembangunan pelabuhan perikanan berskala internasional telah mendapatkan dukungan pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

“Dukungan tersebut bukan tanpa alasan. Karena kita di masa pandemik Covid-19, Sulut telah melakukan ekspor ke Jepang dan China. Jadi pusat juga langsung mendukung usulan pusat tersebut. Jadi di pelabuhan perikanan ini, akan menjadi sentra ekspor.

Hasil perikanan di wilayah kepulauan juga akan diekspor dari pelabuhan ini. Yang pasti semua aman. Tahun depan, langsung running proses pembangunannya,” kunci gubernur dua periode tersebut. (ewa/gel)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru