23.4 C
Manado
Senin, 4 Juli 2022

Turun ke Tiwoho, Kapojos Optimis Bisa Golkan Aspirasi Warga


MANADOPOST.ID
—Ketua Komisi III DPRD Sulut Berty Kapojos mendatangi konstituennya di Desa Tiwoho Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara, Jumat (27/8).

Kunjungan politikus PDI Perjuangan ini terkait agenda reses untuk mengumpulkan aspirasi masyarakat dan akan dimasukkan dalam pokok pikiran (pokir) untuk diperjuangkan.

Sejumlah aspirasi didapatkan Kapojos dalam reses ini. Tak hanya soal infrastruktur tapi juga ada mengenai pendidikan dan kesehatan.

Di antaranya mengenai sekolah swasta yang membutuhkan tenaga guru ASN. “Sekolah swasta butuh tenaga guru ASN karena tak mampu membayar honorer guru,” sebut Maxi Ompi. Menurutnya ada guru berstatus ASN tapi sudah mau pensiun.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Kemudian warga lainnya, Johanis, meminta Kapojos memperjuangkan pembersihan ruas jalan ke arah Tiwoho yang sudah dipenuhi rumput.

“Masyarakat sudah inisiatif membersihkan tapi lebih bagus jika ada program pemerintah terkait ini,” tutur Ketua BPD Tiwoho ini.

Ada juga warga yang meminta pembangunan jalan produksi.

Menjawab permintaan warga ini, diungkapkan Kapojos, akan diperjuangkan sesuai kewenangan pemerintah provinsi. Jika tanggung jawab Pemkab Minut, diapun akan langsung menyampaikan pada bupati dan wakil bupati.

“Aspirasi-aspirasi ini akan dimasukkan dalam pokok pikiran untuk diperjuangkan di APBD 2022,” katanya.

Diakui Kapojos, anggota DPRD tugasnya turun ke masyarakat untuk menyerap aspirasi dan memperjuangkan, kalau boleh juga menggolkan.

“Karena memang banyak dari anggota dewan malu turun ke bawah karena semua usulan tidak terealisasi. Tapi sekarang ada yang namanya pokok pikiran yang jadi ruang kita memperjuangkan aspirasi. Agar masyarakat juga percaya pada kita, anggota DPRD,” tandasnya.(gel)


MANADOPOST.ID
—Ketua Komisi III DPRD Sulut Berty Kapojos mendatangi konstituennya di Desa Tiwoho Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara, Jumat (27/8).

Kunjungan politikus PDI Perjuangan ini terkait agenda reses untuk mengumpulkan aspirasi masyarakat dan akan dimasukkan dalam pokok pikiran (pokir) untuk diperjuangkan.

Sejumlah aspirasi didapatkan Kapojos dalam reses ini. Tak hanya soal infrastruktur tapi juga ada mengenai pendidikan dan kesehatan.

Di antaranya mengenai sekolah swasta yang membutuhkan tenaga guru ASN. “Sekolah swasta butuh tenaga guru ASN karena tak mampu membayar honorer guru,” sebut Maxi Ompi. Menurutnya ada guru berstatus ASN tapi sudah mau pensiun.

Kemudian warga lainnya, Johanis, meminta Kapojos memperjuangkan pembersihan ruas jalan ke arah Tiwoho yang sudah dipenuhi rumput.

“Masyarakat sudah inisiatif membersihkan tapi lebih bagus jika ada program pemerintah terkait ini,” tutur Ketua BPD Tiwoho ini.

Ada juga warga yang meminta pembangunan jalan produksi.

Menjawab permintaan warga ini, diungkapkan Kapojos, akan diperjuangkan sesuai kewenangan pemerintah provinsi. Jika tanggung jawab Pemkab Minut, diapun akan langsung menyampaikan pada bupati dan wakil bupati.

“Aspirasi-aspirasi ini akan dimasukkan dalam pokok pikiran untuk diperjuangkan di APBD 2022,” katanya.

Diakui Kapojos, anggota DPRD tugasnya turun ke masyarakat untuk menyerap aspirasi dan memperjuangkan, kalau boleh juga menggolkan.

“Karena memang banyak dari anggota dewan malu turun ke bawah karena semua usulan tidak terealisasi. Tapi sekarang ada yang namanya pokok pikiran yang jadi ruang kita memperjuangkan aspirasi. Agar masyarakat juga percaya pada kita, anggota DPRD,” tandasnya.(gel)

Most Read

Artikel Terbaru

/