27.4 C
Manado
Kamis, 7 Juli 2022

Banteng Sulut Sepakat Bentuk Satgas Prokes Covid-19

MANADOPOST.ID—Para kandidat yang diusung PDI Perjuangan di pilkada serentak 2020 siap gelar kampanye. Sesuai instruksi DPP PDI Perjuangan, di tengah pandemi, kampanye harus dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19. Maka atas petunjuk Ketua DPD PDI Perjuangan Olly Dondokambey akan dibentuk Satuan Tugas Pendisiplinan Protokol kesehatan Covid-19.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan bidang Pemenangan Pemilu Drs Steven Kandouw. “Timnya sementara dibentuk,” beber politikus yang juga merupakan calon Wakil Gubernur Sulut ini. Lebih jauh dia menjelaskan, pembentukan satgas ini bertujuan untuk ikut membantu dalam usaha memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19. “Khususnya di saat kita melakukan kampanye,” tambahnya.

Lebih jauh dikatakan Kandouw, PDI Perjuangan sangat mendukung pencegahan penularan Covid-19. Agar tak ada istilah klister pilkada. “Jadi nantinya tim pemenangan yang membentuk Satgas Protokol Kesehatan (prokes) Covid-19 ini. Agar dalam pelaksanaan pilkada nanti, baik calon maupun tim pemenangan bisa melaksanakan kampanye dengan baik dan lancar dan tetap menerapkan protokol kesehatan,” tegasnya.

Terkait hal ini, Ketua Tim Pemenangan Olly-Steven Marhany Pua menyanggupi hal tersebut. Dia mengakui jika pembentukan satgas prokes Covid-19 ini sangat penting. “Karena kita kampanye di tengah pandemi Covid-19. Selain melindungi masyarakat agar tak tertular, kita juga wajib memastikan pasangan calon Olly-Steven aman dari virus ini,” bebernya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Diketahui sebelumnya Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengumumkan DPP PDI Perjuangan menyiapkan Tim Penegak Disiplin Partai yang operasinya mencakup dari sosialisasi, pencegahan, hingga penindakan.

Hal tersebut, lanjutnya, demi menegakkan disiplin protokol kesehatan para calon kepala daerah (Cakada) dan kader di pilkada serentak 2020.

Demikian dikatakan Hasto saat membuka acara rapat koordinasi khusus bidang kehormatan partai yang dilaksanakan secara virtual, Jumat (25/9), sebagaimana dilansir dari gesuri.id.

Dijelaskan Hasto, Tim Penegak Disiplin Partai itu dibentuk di tiap struktur kepengurusan tingkat provinsi (DPD) maupun kabupaten/kota (DPC). Seluruh wakil ketua di tiap tingkatan kepengurusan yang akan menjadi ketua tim.

Selain ketua, akan ada sejumlah deputi yang diisi oleh pengurus partai di tiap tingkatan. Mencakup deputi bidang sosialisasi dan komunikasi, deputi bidang logistik dan kesehatan yang tugasnya menyediakan alat pelindung diri, deputi bidang pelaporan dan deputi bidang pencegahan dan penindakan.

Secara khusus, Hasto menjelaskan soal deputi bidang pencegahan yang bersama dengan bidang sosialisasi, harus aktif bekerja, termasuk sosialisasi peningkatan imunitas tubuh. Selain itu  15 hingga 30 menit sebelum acara dimulai, mereka mengecek lapangan.

Sehingga, lanjutnya, sejak awal ketahuan apakah masker sudah disiapkan, jarak antar peserta sudah minimal 2 meter, banyak mencuci tangan atau tidak.

Tim pecegahan akan mengingatkan. Sementara tim penindak adalah yang bergerak jika kader partai yang sudah diingatkan namun tak mengindahkan.(gel)

MANADOPOST.ID—Para kandidat yang diusung PDI Perjuangan di pilkada serentak 2020 siap gelar kampanye. Sesuai instruksi DPP PDI Perjuangan, di tengah pandemi, kampanye harus dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19. Maka atas petunjuk Ketua DPD PDI Perjuangan Olly Dondokambey akan dibentuk Satuan Tugas Pendisiplinan Protokol kesehatan Covid-19.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan bidang Pemenangan Pemilu Drs Steven Kandouw. “Timnya sementara dibentuk,” beber politikus yang juga merupakan calon Wakil Gubernur Sulut ini. Lebih jauh dia menjelaskan, pembentukan satgas ini bertujuan untuk ikut membantu dalam usaha memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19. “Khususnya di saat kita melakukan kampanye,” tambahnya.

Lebih jauh dikatakan Kandouw, PDI Perjuangan sangat mendukung pencegahan penularan Covid-19. Agar tak ada istilah klister pilkada. “Jadi nantinya tim pemenangan yang membentuk Satgas Protokol Kesehatan (prokes) Covid-19 ini. Agar dalam pelaksanaan pilkada nanti, baik calon maupun tim pemenangan bisa melaksanakan kampanye dengan baik dan lancar dan tetap menerapkan protokol kesehatan,” tegasnya.

Terkait hal ini, Ketua Tim Pemenangan Olly-Steven Marhany Pua menyanggupi hal tersebut. Dia mengakui jika pembentukan satgas prokes Covid-19 ini sangat penting. “Karena kita kampanye di tengah pandemi Covid-19. Selain melindungi masyarakat agar tak tertular, kita juga wajib memastikan pasangan calon Olly-Steven aman dari virus ini,” bebernya.

Diketahui sebelumnya Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengumumkan DPP PDI Perjuangan menyiapkan Tim Penegak Disiplin Partai yang operasinya mencakup dari sosialisasi, pencegahan, hingga penindakan.

Hal tersebut, lanjutnya, demi menegakkan disiplin protokol kesehatan para calon kepala daerah (Cakada) dan kader di pilkada serentak 2020.

Demikian dikatakan Hasto saat membuka acara rapat koordinasi khusus bidang kehormatan partai yang dilaksanakan secara virtual, Jumat (25/9), sebagaimana dilansir dari gesuri.id.

Dijelaskan Hasto, Tim Penegak Disiplin Partai itu dibentuk di tiap struktur kepengurusan tingkat provinsi (DPD) maupun kabupaten/kota (DPC). Seluruh wakil ketua di tiap tingkatan kepengurusan yang akan menjadi ketua tim.

Selain ketua, akan ada sejumlah deputi yang diisi oleh pengurus partai di tiap tingkatan. Mencakup deputi bidang sosialisasi dan komunikasi, deputi bidang logistik dan kesehatan yang tugasnya menyediakan alat pelindung diri, deputi bidang pelaporan dan deputi bidang pencegahan dan penindakan.

Secara khusus, Hasto menjelaskan soal deputi bidang pencegahan yang bersama dengan bidang sosialisasi, harus aktif bekerja, termasuk sosialisasi peningkatan imunitas tubuh. Selain itu  15 hingga 30 menit sebelum acara dimulai, mereka mengecek lapangan.

Sehingga, lanjutnya, sejak awal ketahuan apakah masker sudah disiapkan, jarak antar peserta sudah minimal 2 meter, banyak mencuci tangan atau tidak.

Tim pecegahan akan mengingatkan. Sementara tim penindak adalah yang bergerak jika kader partai yang sudah diingatkan namun tak mengindahkan.(gel)

Most Read

Artikel Terbaru

/