alexametrics
30.4 C
Manado
Minggu, 29 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Pariwisata ‘New Normal’ Disiapkan

MANADOPOST.ID—Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), memberikan perhatian terhadap pelaku pariwisata terdampak pandemi Covid-19. Kepedulian tersebut, dilakukan Kemenparekraf memberikan bantuan ke Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Gubernur Sulut Olly Dondokambey (OD), secara langsung menyalurkan 5.000 paket bahan pokok (bapok) tersebut. OD mengapresiasi upaya Kemenparekraf meringankan beban pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Sulut.

“Saya meminta kepada menteri pariwisata untuk memberikan perhatian khusus kepada pelaku pariwisata di daerah ini. Ternyata pak menteri membalas. Hari ini kita menerima bahan pangan sekitar 5.000 paket sembako bagi para pelaku pariwisata dan para pengusaha sektor pariwisata yang karyawannya terdampak Covid-19,” ungkapnya belum lama ini.

OD juga berharap pihak Kemenparekraf terus melakukan terobosan di sektor pariwisata pada fase new normal.

“Nah kita juga kedepan akan meminta program lain dalam menunjang dan mempersiapkan Sulut New Normal. Kita akan lihat dan mudah-mudahan ini bisa berjalan dengan baik sehingga manfaat pariwisata Sulut juga mulai bergeliat kembali sehingga ekonomi bisa berjalan masyarakat mendapatkan hasil,” sebutnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw mengatakan, pariwisata di Sulut mulai kembali disiapkan. Kali ini, dengan mengadaptasi sistem tatanan baru. Kandouw menyampaikan, kebijakan tersebut sesuai dengan arahan Gubernur Sulut tentang kesiapan menjalani new normal dalam kehidupan sehari-hari.

“Ibaratnya covid-19 tidak dapat dihilangkan tapi kita harus kendalikan. New normal tadi dibahas dengan pemerintah pusat mau tidak mau dari sekarang kita harus menciptakan hidup terbiasa dengan itu,” jelasnya.

Terkait implementasinya di dunia pariwisata Sulut, Kandouw mengingatkan semua pelaku pariwisata tentang pentingnya kesiapan untuk hidup di tengah keterbatasan. “Untuk itu pemerintah berupaya relaksasi keuangan kedepan format kepariwisataan kita harus diubah sesuaikan dengan keadaan di jalan. Mau tidak mau secara online semua transaksi kepariwisataan kita harus jalankan. Kalau yang baru 10 sampai 15 persen kedepan 90 persen harus online virtual,” ungkapnya.

Lanjut Kandouw, protokol Covid-19 harus dijalankan dengan tetap menggunakan masker dan hand sanitizer. “Tunjukkan kepada calon-calon turis domestik maupun internasional bahwa di Sulut aman karena jalankan protokol Covid-19 hotel-hotel harus terapkan protokol. Kita jangan mundur harus persiapkan diri kedepan harus optimis akan terjadi ledakan pariwisata yang akan memberikan efek positif bagi kita semua. Kesetiakawanan, kekompakan harus dijaga terutama diantara pelaku-pelaku pariwisata dan selalu ciptakan inovasi-inovasi yang baru, networking yang baru berikan servis yang bagus agar semua orang dapat berlibur di Sulut,” kuncinya.(ewa/gel)

MANADOPOST.ID—Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), memberikan perhatian terhadap pelaku pariwisata terdampak pandemi Covid-19. Kepedulian tersebut, dilakukan Kemenparekraf memberikan bantuan ke Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Gubernur Sulut Olly Dondokambey (OD), secara langsung menyalurkan 5.000 paket bahan pokok (bapok) tersebut. OD mengapresiasi upaya Kemenparekraf meringankan beban pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Sulut.

“Saya meminta kepada menteri pariwisata untuk memberikan perhatian khusus kepada pelaku pariwisata di daerah ini. Ternyata pak menteri membalas. Hari ini kita menerima bahan pangan sekitar 5.000 paket sembako bagi para pelaku pariwisata dan para pengusaha sektor pariwisata yang karyawannya terdampak Covid-19,” ungkapnya belum lama ini.

OD juga berharap pihak Kemenparekraf terus melakukan terobosan di sektor pariwisata pada fase new normal.

“Nah kita juga kedepan akan meminta program lain dalam menunjang dan mempersiapkan Sulut New Normal. Kita akan lihat dan mudah-mudahan ini bisa berjalan dengan baik sehingga manfaat pariwisata Sulut juga mulai bergeliat kembali sehingga ekonomi bisa berjalan masyarakat mendapatkan hasil,” sebutnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw mengatakan, pariwisata di Sulut mulai kembali disiapkan. Kali ini, dengan mengadaptasi sistem tatanan baru. Kandouw menyampaikan, kebijakan tersebut sesuai dengan arahan Gubernur Sulut tentang kesiapan menjalani new normal dalam kehidupan sehari-hari.

“Ibaratnya covid-19 tidak dapat dihilangkan tapi kita harus kendalikan. New normal tadi dibahas dengan pemerintah pusat mau tidak mau dari sekarang kita harus menciptakan hidup terbiasa dengan itu,” jelasnya.

Terkait implementasinya di dunia pariwisata Sulut, Kandouw mengingatkan semua pelaku pariwisata tentang pentingnya kesiapan untuk hidup di tengah keterbatasan. “Untuk itu pemerintah berupaya relaksasi keuangan kedepan format kepariwisataan kita harus diubah sesuaikan dengan keadaan di jalan. Mau tidak mau secara online semua transaksi kepariwisataan kita harus jalankan. Kalau yang baru 10 sampai 15 persen kedepan 90 persen harus online virtual,” ungkapnya.

Lanjut Kandouw, protokol Covid-19 harus dijalankan dengan tetap menggunakan masker dan hand sanitizer. “Tunjukkan kepada calon-calon turis domestik maupun internasional bahwa di Sulut aman karena jalankan protokol Covid-19 hotel-hotel harus terapkan protokol. Kita jangan mundur harus persiapkan diri kedepan harus optimis akan terjadi ledakan pariwisata yang akan memberikan efek positif bagi kita semua. Kesetiakawanan, kekompakan harus dijaga terutama diantara pelaku-pelaku pariwisata dan selalu ciptakan inovasi-inovasi yang baru, networking yang baru berikan servis yang bagus agar semua orang dapat berlibur di Sulut,” kuncinya.(ewa/gel)

Most Read

Artikel Terbaru

/