29.4 C
Manado
Minggu, 3 Juli 2022

Momen Pilhut di Minahasa Bukan untuk Perpecahan, Kumtua Terpilih Harus Mampu Merangkul

MANADOPOST.ID- Selasa (31/5) akan digelar pesta demokrasi di 98 desa di Kabupaten Minahasa. Anggota DPRD Sulut asal Minahasa, Imelda N Rewah (INR) memberi apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Minahasa terhadap pelaksanaan pemilihan hukum tua (pilhut).

Menurut personel Komisi 1 ini, pilhut menjawab kerinduan masyarakat Minahasa, terlebih yang desanya sudah lama tidak mempunyai hukum tua definitif.

“Saya harap dengan dilaksanakannya pilhut serentak ini, bisa menghasilkan pemimpin-pemimpin desa yang mampu menjawab segala permasalahan warga dan membangun desanya, bukan hanya fisik, tapi SDM juga dengan tidak melupakan budaya asli Minahasa serta etika dalam bermasyarakat,” kata INR pada manadopost.id, Selasa (30/5).

Politisi PDI Perjuangan ini meminta momentum pilhut tidak membuat perpecahan dalam masyarakat, tapi merupakan proses demokrasi yang sudah turun temurun dilakukan dari jaman dulu.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Pemilihan Bupati Minahasa oleh anggota DPRD pada tahun 1951 di Minahasa merupakan proses demokrasi pertama di Indonesia. Ini menunjukan orang Minahasa itu dewasa dalam menentukan pilihan untuk pemimpin di dalam segala bidang,” terangnya.

Untuk itu, INR harapkan dengan komitmen para calon yang menyatakan siap menang dan siap kalah, bukan hanya lewat pernyataan saja. Tapi diwujudkan ketika selesai pemilihan.

“Yang menang merangkul yang kalah dan yang kalah menerima, serta mendukung yang terpilih untuk sama-sama membangun desanya masing-masing.

Saya yakin Tuhan sudah menetapkan pemimpin-pemimpin desa yang bertanggung jawab, berintegritas dalam mensejahterakan masyarakatnya,” tutupnya. (ando)

MANADOPOST.ID- Selasa (31/5) akan digelar pesta demokrasi di 98 desa di Kabupaten Minahasa. Anggota DPRD Sulut asal Minahasa, Imelda N Rewah (INR) memberi apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Minahasa terhadap pelaksanaan pemilihan hukum tua (pilhut).

Menurut personel Komisi 1 ini, pilhut menjawab kerinduan masyarakat Minahasa, terlebih yang desanya sudah lama tidak mempunyai hukum tua definitif.

“Saya harap dengan dilaksanakannya pilhut serentak ini, bisa menghasilkan pemimpin-pemimpin desa yang mampu menjawab segala permasalahan warga dan membangun desanya, bukan hanya fisik, tapi SDM juga dengan tidak melupakan budaya asli Minahasa serta etika dalam bermasyarakat,” kata INR pada manadopost.id, Selasa (30/5).

Politisi PDI Perjuangan ini meminta momentum pilhut tidak membuat perpecahan dalam masyarakat, tapi merupakan proses demokrasi yang sudah turun temurun dilakukan dari jaman dulu.

“Pemilihan Bupati Minahasa oleh anggota DPRD pada tahun 1951 di Minahasa merupakan proses demokrasi pertama di Indonesia. Ini menunjukan orang Minahasa itu dewasa dalam menentukan pilihan untuk pemimpin di dalam segala bidang,” terangnya.

Untuk itu, INR harapkan dengan komitmen para calon yang menyatakan siap menang dan siap kalah, bukan hanya lewat pernyataan saja. Tapi diwujudkan ketika selesai pemilihan.

“Yang menang merangkul yang kalah dan yang kalah menerima, serta mendukung yang terpilih untuk sama-sama membangun desanya masing-masing.

Saya yakin Tuhan sudah menetapkan pemimpin-pemimpin desa yang bertanggung jawab, berintegritas dalam mensejahterakan masyarakatnya,” tutupnya. (ando)

Most Read

Artikel Terbaru

/